Tim astronom dari Nasa dan Esa menelaah 2 bintang biner yang eksotis. Karena keduanya saling berputar sambil melepaskan radiasi bintang.

Mei 2015, sekelompok astronom amatir dari Jerman, Belgia dan Inggris melihat perilaku bintang yang aneh. Lalu ditindak lanjuti oleh tim astronom dari universitas Warwick, dan diteliti kembali dengan teleskop badan antariksa termasuk teleskop milik ESA dan Nasa. Akhirnya baru diketahui apa yang terjadi disana.

Tata surya AR Scorpii atau disingkat AR Sco berada di rasi bintang konstelasi Scorpius

Jarak ke tata surya AR Sco sekitar 380 tahun cahaya. Disana terdapat dua bintang biner yang saling mengorbit

Satu adalah bintang katai putih atau bintang yang sudah mati tapi masih menyala. Memiliki ukuran seperti Bumi, hanya saja memiliki kepadatan 200 ribu kali massanya dari Bumi. Jadi bintang yang berada ditengah berukuran lebih kecil tapi sangat padat.

Satu bintang pendamping mengorbit ke bintang yang lebih kecil. Dengan putaran 3,6 jam sekali orbit.

Dari penelitian kedua bintang tersebut, ada yang unik dan keduanya melakukan hal yang brutal atau saling menganggu. Bintang katai putih yang lebih kecil memiliki kekuatan gravitasi dan berputar sangat cepat. Membuat putaran elektron hampir mendekati kecepatan cahaya atau setingkat partikel energi tinggi. Radiasi dari bintang katai putih menganggu bintang di sebelahnya.

Bintang AR Scorpii ditemukan lebih dari 40 tahun lalu. Tapi tidak ada yang mencurigakan dari kedua bintang biner. Sampai akhirnya diamati pada tahun 2015, bahwa disana terjadi hal yang luar biasa.

Menurut tim peneliti, dahulunya bintang katai putih tersebut memiliki ukuran 8x dari matahari. Tapi akhirnya mati dan menjadi bintang kerdil.
Keanehan bintang katai putih tersebut mirip seperti bintang neutron yang terlihat seperti berdenyut menyebarkan radiasi. Hanya yang ini lebih kecil walau bukan diklasifikasikan sebagai bintang neutron tapi memiliki perilaku yang sama.

Singkatnya
  • Di tata surya AR Scorpii terdapat 2 bintang, satu bintang ukuran kecil hanya seukuran Bumi tapi memiliki kepadatan lebih besar.  Disamping bintang terdapat sebuah bintang lain, walau jauh lebih besar tapi massanya lebih rendah.
  • Kedua bintang saling mengorbit setiapa 3,6 jam sekali. Jadi sangat cepat Bisa dibayangkan
  • Karena gerakan kedua bintang saling mengorbit, dan bintang yang lebih kecil berputar sangat cepat. Radiasi magnetik bintang menganggu bintang lebih besar.
  • Cahaya dari bintang kerdil merah yang lebih besar dapat terlihat seperti redup terang setiap 1,97 menit. Peneliti mengatakan bintang katai putih tersebut menyebarkan sinyal frekuensi radio, yang merka tidak pernah tahu atau pernah terditeksi seperti bintang ukuran katai putih. Tidak jelas sumber sinyal tersebut berasal dari bintang katai putih atau bintang berwarna merah.
Satu lagi penemuan baru tentang benda di luar angkasa. Gambar bintang katai putih pada gambar pertama, dan gambar kedua adalah perbandingan antara kedua bintang

Tata surya AR Sco 1 bintang kerdil menganggu bintang lain yang lebih besar