Teleskop Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) akan berburu planet di sekitar bintang terdekat dari planet kita.

Berbeda dengan teleskop Kepler, teleskop Tess akan mengukur ukuran sebuah planet, dan melihat berapa lama orbit planet ke bintang.

Ada 2 teknologi dari sistem Tess, satu teleskop di ruang angkasa, dibantu dengan teleskop di Bumi.

Misi teleskop Kepler adalah mencari planet dengan jumlah ribuatn planet yang sudah ditemukan, dan jaraknya mencapai 10 ribu tahun cahaya dari Bumi. Arah yang diambil ada di kontelasi Cygnus.

Tess mencari planet lebih dekat. Mungkin jaraknya hanya ratusan tahun cahaya, dan bearda disekitar tata surya kita.

Tess akan melacak ke seluruh arah, setidaknya 26 bagian di ruang angkasa. Teleskop ruang angkasa Tess mengunakan camera sangat kuat, dan akan mengobservasi selama 27 hari dari setiap area yang sedang di observasi. Melacak sebuah cahaya bintang setiap 2 menit dari bintang yang terlihat samar atau ukuran bintang yang tidak terlalu besar.

Peneliti berharap dapat menemukan 200 ribu bintang dalam 2 tahun operasi teleskop Tess. Dan diharapkan juga dapat menambah penemuan seribu planet baru lain, setelah beberapa ribu planet sudah ditemukan oleh teleskop ruang angkasa Kepler, Hubble dan teleskop di Bumi.

Target planet yang dicari sama seperti sistem teleskop Kepler. Ketika sebuah planet transit atau lewat di depan bintang, planet tersebut akan diteliti lebih lanjut. Karena planet tidak memiliki cahaya, dan jarak seluruh benda di ruang angkasa sangat jauh. Cara paling mudah hanya melihat planet ketika menutup cahaya bintang.

Keunggulan teleskop Tess dapat melibat bintang yang cahayanya sangat terang, dan lebih banyak dari teleskop Kepler.

Serta mampu menditeksi adanya planet di sebuah bintang redup seperti bintang kerdil atau katai merah.



Kemampuan lain mengamati dengan spektroskopi untuk menentukan susunan kimia dari planet yang dilihat.

Tess hanya bertugas mengumpulkan data sebanyak mungkin dari planet yang ditemukan. Tapi bukan menargetkan adanya planet yang tepat untuk layak huni. Setelah ditemukan akan dilanjutkan dengan perangkat teleskop lain seperti teleskop JWST.

Teleskop Tess menjadi bagian projek GI, termasuk mempelajari bintang muda, bintang biner, supernovae yang dekat dengan Bumi.

Teleskop Tess mencari exoplanet yang dekat

Perbedaan Kepler dan Tess
Teleskop Tess hanya fokus pada bintang yang jaraknya cukup dekat. Tess mencari planet berukuran kecil, mungkin dapat menemukan planet seukuran bumi atau super bumi / super earth yang sedikit lebih besar.

Tess Mei 2018
Mungkin gambar yang dihasilkan ini tidak menceritakan apapun.
Hanya hitungannya, benda bintang yang di dapat ini hanya berjarak 300 tahun cahaya dari bumi. Setara 0,25% dari pencarian planet extrasurya.

Posisi Tess belum berada di orbit terakhir. Masih satu roket yang akan mengeser teleskop tersebut. Sebelum teleskop tiba di jalur sangat elips.
Sekitar pertengahan bulan Juni 2018 nanti, posisi test akan tepat di orbit.

Dengan posisi orbit yang memanjang, Tess dapat menangkap lebih banyak lagi benda di luar angkasa.

Tess mengunakan 4 camera untuk membuat semua sudut foto. Dan menemukan cahaya redup sampai cerah, serta mencari planet yang kebetulan sedang lewat di depan bintang dan sejajar dengan posisi teleskop.

Kemampuan teleskop Tess mendapatkan gambar lebih terang dibanding pendahulunya Kepler. Bahkan dapat mengabadikan bintang yang sangat redup seperti Red Dwarf star atau bintang kerdil merah.

Setiap titik cahaya putih adalah bintang yang diamati oleh teleskop Tess Mei 2018

200 ribu bintang yang jaraknya hanya 300 tahun cahaya dari Bumi