Peta 3D alam semesta terbesar 1,2 juta galaksi


Science | 19 July 2016

Data SLOAN hanya mengambil sebagian dari apa yang dilihat di langit dan isi sebenarnya lebih dari ya

Tim astronom dengan peralatan BOSS - Baryon Oscillation Spectroscopic Survey memetakan seperempat bagian langit, dengan program Sloan Digital Sky Survey - SDSS III.

Menjadi peta paling lengkap yang dibuat dari isi sebagian alam semesta. Mencapai 650 kubik miliar tahun cahaya.

Apa yang di dapat dari bidang seluas tersebut, 1,2 juta galaksi. Bukan sebagai peta terluas yang pernah dibuat, para peneliti dapat mengukur tentang misteri energi gelap / Dark Energy.

Menjadi peta tiga dimensi terbesar yang pernah dibuat selama 10 tahun poengerjaan. Seorang ilmuwan dari universitas New York Jeremy Tinker mengatakan, kami telah menghabiskan waktu satu dekade untuk mengumpulkan 1,2 juta galaksi, dan lebih dari seperempat langit dalam memetakan alam semesta.
Tapi baru sebagian, karena hanya mencakup 10 persen dari data SDSS-III

Peta yang ditampilkan dibawah ini mungkin terlihat seperti titik bintang. Tapi masing masing titik mewakili sebuah galaksi yang usianya mencapai usia 6 miliar tahun lalu. Gambar yang ditampilkan baru sebagian, seperti titik kuning adalah galaksi terdekat, sedangkan cahaya ungu adalah galaksi terjauh. Untuk warna abu abu, ilmuwan mengatakan tidak ada data yang tersedia.

Peta 3D alam semesta terbesar 1,2 juta galaksi

Gambar diatas mewakili bentuk 3D seperti gambar dibawah ini. Mencakup daerah seluas 650 kubik miliar tahun cahaya.

Peta 3D alam semesta terbesar 1,2 juta galaksi

Bentuk titik kuning dan merah diatas hanya sebagian pemetaan ke arah langit, atau hanya 10% dari daerah yang diamati. Walau baru sebagian kecil saja yang terlihat, tapi menunjukan begitu banyak dari isi alam semesta ini. Walau data tersebut hanya memperlihatkan apa yang terditeksi oleh teleskop. Sementara alam semesta di ruang angkasa sebenarnya tidak memiliki batas. Karena begitu jauh, bahkan disebutkan sangat jauh. Bahkan peneliti memperkirakan alam semesta memiliki alam semeta lain. Dimana antara alam semesta dengan alam semesta lain tidak dapat saling melihat atau disebut Multiverse

Berita terkait
Bagaimana manusia mencari planet lain seperti bumi dengan teleskop Kepler. 30 tahun lalu kita tidak tahu ada planet lain di luar tata surya. Instrumen baru, astronom dapat membuka mata adanya tata surya dan planet di bintang lain. 4000 Exoplanet telah ditemukan, tapi tidak ada satupun yang mendukung kehidupan.

Satelit BepiColombo akan meneliti ulang planet Merkurius. Mencari jawaban mengapa planet ini menyusut. Salah satu planet yang jarang dipelajari. Bukan tidak menarik, karena butuh teknik untuk mengirim pesawat kesana. 2 pesawat BepiColombo, Mercury Planetary Orbiter (MPO) danMercury Magnetospheric Orbiter (MMO) dikirim Oktober 2018, dan akan bekerja selama 7 tahun sampai di Merkurius, mengapa begitu lama



Teleskop radio SKA selesai dibangun, setelah tahun 2016 memperlihatkan gambar pertama dari 25% kekuatan teleskop radio. Menjadi teleskop paling sensitif di dunia untuk memetakan langit dengan gelombang radio, dan menangkap paling detil dari sebelumnya. Salah satu yang dicari adalah jejak gas hidrogen.

Secara umum bentuk galaksi dibagi dua, galaksi spiral dengan lengan dan galaksi elips yang terlihat bundar. Galaksi spiral, akan tampak berwarna kebiruan yang menandakan di galaksi tersebut lebih memunculkan cahaya bintang yang baru lahir.Mengapa lengan galaksi spiral lebih runcing.

Pertanyaan alam semesta yang sukar dijawab. Apakah alam semesta itu memiliki alam semesta paralel, apakah akan terus mengembang dan tidak bertemu lagi. Apakah multiverse itu ada, salah satu jejak diperkirakan ditemukan. Teori baru alam semesta berada di gelembung ekstra dimensi

Sebuah planet ekstrasurya terlihat mengorbit di sebuah bintang katai merah, jaraknya 40 tahun cahaya dari Bumi. Mungkin planet ini menjadi tempat untuk mencari tanda tanda kehidupan diluar tata surya. Ukuran 1,4x dari Bumi, bintang disana berwarna merah.

Beberapa benda paling berbahaya bahkan mematikan di alam semesta. Magnetar, lubang hitam dan tabrakan antar galaksi. Magnetar adalah bintang yang berubah menjadi magnit sangat kuat. Sedangkan Black Hole memiliki kekuatan daya gravitasi paling besar di alam semesta ini.



100 tahun lalu Einstein menyebut gelombang gravitasi yang sangat kuat akhirnya terbukti. Disebabkan oleh 2 lubang hitam yang saling mengorbit, ledakan supernova atau hal lain. Awalnya masih terbatas teori ketika Einstein mengatakan 2 benda yang sangat besar dapat menimbulkan efek gelombang gravitasi.

Teori relativitas umum dari Einstein kembali terbukti. Yang ini bisa disebut sangat langkah, karena ditemukan tidak kebetulan. Sebuha benda yang sangat jauh dengan jarak miliaran tahun cahaya bisa tampak, bahkan yang ini disebut cincin Canarias Einstein memiliki cahaya sempurna.

Lubang hitam paling dekat dengan Bumi adalah V616 Mon dengan sistem biner, kedua Cygnus X-1 yang juga sistem biner. Mengapa ada kata biner. Bagaimana dampak bagi tata surya kita bila dilewati sebuah lubang hitam.




No popular articles found.