Tim astronom dengan peralatan BOSS - Baryon Oscillation Spectroscopic Survey memetakan seperempat bagian langit, dengan program Sloan Digital Sky Survey - SDSS III.

Menjadi peta paling lengkap yang dibuat dari isi sebagian alam semesta. Mencapai 650 kubik miliar tahun cahaya.

Apa yang di dapat dari bidang seluas tersebut, 1,2 juta galaksi. Bukan sebagai peta terluas yang pernah dibuat, para peneliti dapat mengukur tentang misteri energi gelap / Dark Energy.

Menjadi peta tiga dimensi terbesar yang pernah dibuat selama 10 tahun poengerjaan. Seorang ilmuwan dari universitas New York Jeremy Tinker mengatakan, kami telah menghabiskan waktu satu dekade untuk mengumpulkan 1,2 juta galaksi, dan lebih dari seperempat langit dalam memetakan alam semesta.
Tapi baru sebagian, karena hanya mencakup 10 persen dari data SDSS-III

Peta yang ditampilkan dibawah ini mungkin terlihat seperti titik bintang. Tapi masing masing titik mewakili sebuah galaksi yang usianya mencapai usia 6 miliar tahun lalu. Gambar yang ditampilkan baru sebagian, seperti titik kuning adalah galaksi terdekat, sedangkan cahaya ungu adalah galaksi terjauh. Untuk warna abu abu, ilmuwan mengatakan tidak ada data yang tersedia.

Peta 3D alam semesta terbesar 1,2 juta galaksi

Gambar diatas mewakili bentuk 3D seperti gambar dibawah ini. Mencakup daerah seluas 650 kubik miliar tahun cahaya.

Peta 3D alam semesta terbesar 1,2 juta galaksi

Bentuk titik kuning dan merah diatas hanya sebagian pemetaan ke arah langit, atau hanya 10% dari daerah yang diamati. Walau baru sebagian kecil saja yang terlihat, tapi menunjukan begitu banyak dari isi alam semesta ini. Walau data tersebut hanya memperlihatkan apa yang terditeksi oleh teleskop. Sementara alam semesta di ruang angkasa sebenarnya tidak memiliki batas. Karena begitu jauh, bahkan disebutkan sangat jauh. Bahkan peneliti memperkirakan alam semesta memiliki alam semeta lain. Dimana antara alam semesta dengan alam semesta lain tidak dapat saling melihat atau disebut Multiverse