Browser Maxthon kabarnya mencuri data sensitif dari penguna.

Browser Maxthon menjadi alternatif browser dari Google Chrome atau Firefox.

Tapi apa yang dilakukan oleh pembuat browser Maxthon tersebut.

Pindah ke browser yang aman seperti Google Chrome, mungkin penguna agak gerah. Karena sering mendapatkan update, dan kelihatannya tidak perlu. Tapi pengembang browser selalu meningkatkan sistem keamanan agar penguna internet aman berselancar di Internet. Google membayar siapa saja yang bisa mendapatkan kelemahan browser mereka, dan jumlah dana yang diberikan cukup menarik. Mencapai ribuan dollar bila membantu Google menemukan bug.

Pindah ke browser lain mungkin terlihat menyenangkan, tapi apakah kita aman disana.

Seperti laporan Exatel telah mengeluarkan data tentang browser Maxthon. Didalam aplikasi diam diam mengirim data sensitif yang penting milik penguna. Browser biasanya mengambil data penting seperti versi OS yang dipakai, sistem pendukung. Tapi browser Maxthon mengambil histori dari alamat web yang dikunjungi.

Browser Maxthon ambil data penting tanpa ijin

Termasuk pencarian di Google juga diambil dan dikirim ke server pembuat Maxthon. File yang dikirim di kompress seperti Zip dan di kunci dan data disamarkan seperti sebuah gambar. Tapi menurut tim security Exatel menunjukan tidak terlalu sulit membuka data penting yang diambil oleh software Maxthon secara diam diam.

File dengannama UEIPDATA.ZIP dikirim ke server di Beijing, dari 3 lokasi berbeda. Dan disamarkan di folder img/pjpeg.

Data di tahun 2014, penguna Maxton di China hanya 2,59% sedangkan penguna disana memilih 50% dengan browser Google Chrome. Sama saja dengan software lain seperti Adobe atau Microsoft Office terbaru. Setelah di install akan melakukan update dan menghubungi ke server pembuat software. Tapi kita tidak tahu apa yang aplikasi kerjakan di computer kita.

Tim Exatel telah meminta laporan dan tanggapan. Dari Maxthon hanya menyebut, mereka tidak mengambil data penting dari penguna browser mereka, khususnya data privasi. Mereka yangsudah di blok dengan Firewall,

Kasus yang sama terjadi di Dolphon Browser, UC Browser dan Baidu Browser dari China, diam diam mengambil kebiasaan penguna internet.