Astronomi di tahun 2018.

Ada beberapa catatan dari kegiatan astronomi di tahun 2018.

Dari penelitian 2 pesawat ruang angkasa dalam mengejar sebuah asteroid untuk diteliti. Dan kejadian langka dengan persingungan 2 bintang berbeda, satu bintang aktif berwarna biru akan disenggol oleh sebuah bintang pulsar.

Bluemoon
Tahun 2018 akan terjadi Bluemoon.
Bluemoon bukan kejadian langka, tapi terjadi setiap 2,7 tahun sekali.
Bluemoon adalah istilah ketika bulan pernama terjadi 2 kali dalam bulan yang sama.

1-2 Januari 2018 disebut Full Wolf Moon.
Bluemoon (bulan purnama kedua) pada tanggal 31 Januari 2018. Kejadian pada bulan yang sama setelah 150 tahun lalu. Tempat menikmati bulan purnama kedua ternyata yang terbaik di Indonesia, Selandia Baru, Australia dan Asia Timur & Tengah.
Nanti akan terjadi kembali pada bulan yang sama Januari tapi pada 21 Januari 2037.

31 Januari 2018, gerhana terlihat di Australia, Amerika Utara, Asia Selatan dan laut Pasifik
15 Februari 2018, gerhana sebagian hanya terjadi di wilayah Antartika, Chile dan Argentina.
13 Juli 2018, gerhana matahari sebagian kembali terjadi tapi hanya di Antartika dan selatan Australia.
27 Juli 2018, gerhana  bulan. Terlihat di Eropa, Afrika Asia dan Australia. Bulan akan tertutup bayang Bumi.
11 Agustus 2018. Gerhana matahari sebagian, di utara Kanada, Greenland, Eropa utara dan Asia utara.

Gerhana matahari 2018


Hujan meteor
Kembali terjadi dengan hujan meteor Perseid pada 12-13 Agustus 2018.
Mencapai 60 meteor perjam diperkirakan dapat terlihat.
Hujan meteor Geminids, kembali terjadi tapi pada tanggal 13-14 Desember dengan puncak 120 meteor perjam.

Lubang hitam di galaksi
April 2018, proyek multi teleskop yang dikenal Event Horizon Telescope.
Mencoba mengambil wilayah cakrawala dari lubang hitam ditengah galaksi.  Dimana titik tersebut adalah kekuatan dari batas gravitasi lubang hitam yang tidak dapat kembali, artinya benda apa saja yang tertarik di garis tersebut akan tertarik dan tidak dapat lepas oleh gravitasi lubang hitam.
Mudah mudahan penelitian tersebut dapat membuktikan adanya garis cakrawala dari lubang hitam.

Foto dibawah ini dibuat oleh Jean Pierre Luminet tahun 1979. DImana muncul garis putih dari dampak adanya lubang hitam. Tapi lubang hitam yang sangat padat berbentuk bulat disana tidak pernah terlihat.

Gambar pertama sebuah lubang hitam Jean Pierre Luminet

Mengejar asteroid
Pesawat ruang angkasa Jaxa Hayabusa 2 diluncurkan tahun 2014, akan bertemu dengan asteroid Ryugu.
Asteroid Ryugu adalah asteroid langka antara tipe C dan G.
Pesawat Hayabusa 2 adalah pesawat ruang angkasa milik Jepang untuk penelitian asteroid.
Pesawat akan kembali ke Bumi pada tahun 2020.

Agustus 2018, Osiris Rex Nasa akan bertemu dengan asteroid Bennu ketika benda tersebut mendekat ke Bumi.
Dan kembali pulang ke Bumi pada tahun 2023.

Kembang api bintang Pulsar J2032+4127
Tahun depan, walau tidak diketahui kapan tepatnya terjadinya. Ada 2 bintang kembar, satu bintang pulsar dan satu lagi bintang biasa dengan ukuran sangat besar.
Sebuah bintang pulsar dengan massa 1,4x lebih berat dari matahari, akan melintas dekat dengan bintang lain. Sebuah bintang MT91 213 terganggu tersebut memiliki ukuran 15x massa matahari dan cerahnya mencapai 10.000x lebih terang dari matahari.

Bintang pulsar tersebut memiliki putaran sangat cepat, dengan orbit 25 tahun sekali ke bintang kembarnya. Keduanya akan bertemu dengan jarak cukup dekat.

Ketika keduanya nyaris bertemu dan saling tarik menarik ketika bintang pulsar mendekat. Akan tampak seperti terjadi ledakan kembang api. Dan peneliti akan menganalisa seperti apa dampak kedua benda tersebut ketika saling mendekat bahkan terlalu dekat. Dan mengukur massa, gravitasi, medan magnit, sifat cakram yang terjadi sampai angin bintang.



MIsi BepiColombo.
Tahun 2018 ESA dan Jaxa meluncurkan misi gabungan. BepiColombo akan menyelidiki planet Merkurius dimana planet paling dekat ke matahari.
Pesawat baru sampai pada tahun 2025.