200 tahun lalu rasi bintang memiliki jumlah 12, tapi sekarang tidak.

Rasi bintang disini bukan sebagai ramalan. Tapi berdasarkan pengetahuan atau sain. Dimana para astronom sudah memetakan bintang yang tampak dan diwakuli dalam bentuk gambar.

Posisi bintang sudah berubah, setidaknya dalam beberapa ratus tahun terakhir. Misalnya seorang disebut berbintang Leo, posisi Leo ada tapi mungkin bintangnya berbeda.

Rasi bintang bukan untuk astronomi saja.

Tapi bagi siapa saja yang ingin mengidentifikasi letak sebuah benda, termasuk para pelaut mengunakan posisi bintang Polaris sebagai bintang Utara untuk petunjuk arah, petani ketika menanam dan hal lainnya.

Rasi bintang ditandai dengan cahaya bintang yang paling terlihat langsung dengan mata dari Bumi.

Astronomi jaman dahulu memetakan bintang, tetapi jumlahnya lebih sedikit dengan 12 rasi bintang dengan lingkar ekuator 360 derajat. Walau bukan 12s ebenarnya sudah 13 rasi bintang.

Rasi bintang dari astronomi berbeda beda. Ukuran rasi bintang dapat berukuran kecil kadang besar.

Konstelasi atau kelompok bintang Scorpion dapat terlihat di Bumi selama 7 hari sebagai konstelasi paling kecil. Sedangkan konstelasi Virgo dapat terlihat selama 44 hari.

Rasi bintang paling umum ada 23 (Stardate.org)

Konstelasi rasi bintang paling umum

Berapa banyak Rasi Bintang

Total rasi bintang ada 88  :

Mewakili 42 bentuk binatang, 29 objek, dan 17 dari karakter kuno.

Andromeda, Antlia, Apus, Aquarius, Aquila, Ara, Aries, Auriga, Bootes, Caelum, Camelopardalis, Cancer, Canes-Venatici, Canis-Major, Canis-Minor, Capricornus, Carina, Cassiopeia, Centaurus, Cepheus, Cetus, Chamaeleon, Circinus, Columba, Coma-Berenices, Corona-Australis, Corona-Borealis, Corvus, Crater, Crux, Cygnus, Delphinus, Dorado, Draco, Equuleus, Eridanus Fornax Gemini Grus Hercules Horologium, Hydra Hydrus Indus Lacerta Leo Leo Minor Lepus Libra Lupus Lynx Lyra Mensa Microscopium, Monoceros Musca Norma Octans, Ophiuchus, Orion, Pavo, Pegasus, Perseus, Phoenix, Pictor, Pisces, Piscis-Austrinus, Puppis, Pyxis, Reticulum, Sagitta,  Sagittarius, Scorpius, Sculptor, Scutum, Serpens, Sextans, Taurus, Telescopium, Triangulum, Triangulum-Australe, Tucana, Ursa Major, Ursa Minor, Vela, Virgo, Volans, Vulpecula.

Nama bintang mengikuti rasi bintang dan mendapat singkatan. Misalnya Sge atau Sagitta agar membedakan dengan Sagittarius yang disingkat Sgr.
Ori sebagai Orion, Ara adalah Arae, Com adalah Coma Berenices
Kadang mengunakan huruf besar seperti CMa mewakili Canis Majoris, atau CMi sebagai Canis Minor
Per adalah Perseus, Phoenix mengunakan singkatan Phe, atau Pisces mengunakan singkatan resmi Psc.

Rasi bintang mewakili peta tempat melihat bintang dari seluruh sudut di Bumi. Atau digambarkan penuh sebagai peta antariksa dengan posisi Bumi.

Memiliki petunjuk arah dari utara, selatan, barat dan timur. Bila kita melihat peta bintang dibawah ini, kemungkinan dapat menemukan beberapa ciri bintang pada pola gambar dibawah ini.

Konstelasi rasi bintang paling umum

Pada tahun 1922 dibentuk badan International Astronomical Union IAU. Badan ini terdiri dari para ahli dan peneliti astronomi, bertujuan menjadi validasi astronom lain agar tidak saling bersinggungan ketika memberi nama bintang yang mereka temukan. Mengingat jumlah bintang di Galaksi Bima Sakti mencapai milyaran bintang.

Untuk apa rasi bintang bagi kita
Melihat ruang angkasa di malam hari, melihat cahaya bintang seperti tanpa nama dan semua terlihat sama. Hanya dibedakan dengan besar-kecilnya cahaya bintang.

Bagi astronom amatir sampai mereka yang tidak mengetahui tentang astronomi dengan mudah mengenal bintang dari pola bintang yang dilihat. Misalnya terlihat 3 bintang berjajar bersama. Dengan melihat pola tinggal dicocokan dari peta bintang diatas.

Nama lain yang dipakai adalah sub nama rasi bintang atau julukan. Pola posisi bintang yang mudah terlihat diberi nama khusus agar lebih mudah dikenali dibanding nama rasi bintang atau lebih mudah diingat. Intinya, keduanya menunjukan posisi yang sama dan nama resminya tetap dari 88 rasi bintang.

Seperti sebuah artikel dari Astronom amatir menyebutkan seperti ini
NGC 2359 (also known as Thor's Helmet) is an emission nebula in the constellation Canis Major. The nebula is approximately 11.96 thousand light years away and 30 light-years in size.
Kita dapat memperkirakan kata constellation Canis Major adalah lokasi rasi bintang Canis Majoris. Jadi lebih mudah bila mereka menyebut Constellation, yang dimaksud adalah posisi rasi bintang Canis Major.

Beberapa contoh rasi bintang dan keunikannya dibawah ini

Konstelasi rasi bintang Ursa Major
Sebagai contoh, rasi bintang Ursa Major dengambarkan dengan bentuk beruang, dikenal dengan nama Inggris Great Bear dan di area tersebut memiliki 71 bintang yang dapat terlihat. Dikenal dengan nama lain sebagai Big Dipper yang bisa diguunakan kalangan fotografi.

Seperti gambar dibawah ini. Kiri adalah konstelasi atau rasi bintang Ursa Major,  bila di zoom seperti gambar ditengah adalah posisi bintang dari Alkaid sampai Merak, gambar kanan ketika membuat foto akan tampak pola dari rasi bintang Ursa Major. Keterangan anak panah, menunjukan bintang Polaris dimana Big Dipper dapat terlihat, atau bintang ini paling mudah terlihat di arah utara.

Posisi Big Dipper di arah utara dengan tanda bintang Polaris

Disini yang menarik di setiap rasi bintang. Ada keunikan dari Big Dipper / Ursa Major, pada posisi bintang Alkaid dan Alioth, ada satu bintang Mizar yang unik karena terlihat hanya satu bintang

Sekilas bintang tersebut terlihat hanya satu bintang, sebenarnya disana ada 5 bintang. Terlihat satu karena memiliki posisinya segaris berjajar bila dilihat dari Bumi

Posisi Big Dipper di bintang Mizar bukan satu bintang tapi 5 bintang

Dibawah ini dari American Museum of Natural History (update Agustus 2017)
Mengambarkan 7 bintang Big Dipper nantinya tidak akan sama. Walau saat ini terlihat dalam formasi yang sama. ke 7 bintang tersebut memiliki kecepatan berbeda di galaksi kita.
45.000 tahun nanti hanya3 bintang saja akan terlihat diposisi seperti sekarang. 4 bintang lainnya akan sedikit bergeser.
Bagian tepi dari 2 bintang memiliki jarak lebih jauh sekitar 104 dan 124 tahun cahaya. 5 bintang lainnya rata rata memiliki jarak 80-93 tahun cahaya dari bumi.




Konstelasi rasi bintang Cygnus disebut The Swan
Memiliki pola seperti angsa, dan dibagian buntut rasi bintang ini terdapat bintang Deneb. Total di rasi bintang tersebut berjumlah 79 bintang.
Disana dapat ditemukan posisi bintang Deneb lalu apa yang unik dengan nama Deneb

Bintang Deneb adalah sebuah bintang termonuklir, masuk dalam kategori Super Giant Star / bintang raksasa. Memiliki diameter 200 lebih besar dari Matahari, dan kekuatan cahaya 250.000 kali lebih terang dari matahari. Bintang Deneb sangat panas, jauh lebih panas dari matahari. Deneb lebih tepat sebagai Super Blue Giant Star dengan ciri berwarna biru.

Ukuran besar bintang sama saja usia pendek. Bintang jenis ini akan membakar gas lebih banyak dan umurnya sangat singkat. Hanya beberapa puluh juta tahun lagi Deneb akhirnya mati, bagi manusia mungkin usia bintang tersebut sangat lama. Tapi di skala bintang usia tersebut sangat singkat, karena bintang berukuran lebih kecil seperti matahari memiliki usia miliaran tahun.

The Swan atau Rasi Cygnus dengan bintang raksasa Deneb

Posisi Cynus di garis Bima Sakti seperti dibawah ini

The Swan atau Rasi Cygnus di posisi galaksi Bima Sakti

Diantara bintang Deneb dan Sadr. Ada satu lokasi yang disebut lokasi berwarna gelap adalah Cluster bintang OB2. Salah satu daerah kaya bibit bintang didalam nebula tapi tidak bisa terlihat langsung oleh mata. Dibutuhkan teknologi camera infra-red untuk pengamatan yang di dapat dengan warna merah.

The Swan atau 
Rasi Cygnus lokasi Cygnus 02

Konstelasi rasi bintang Cygnus, memiliki area Cygnus Loop dari sisa bintang yang meledak

Di rasi bintang Cygnus, area tersebut terdapat sumber radiasi X-Ray paling kuat yang dilihat dari Bumi. Disebut Cynus X-1 Black Hole dengan massa 8,7x lebih besar dari Matahari. Menjadi lubang hitam pertama yang tercatat oleh badan antariksa.

Tetapi baru dugaan dengan melihat aktivitas di sekitar bintang yang terlihat aktivitasnya. Satu bintang HDE 226868 terlihat saling mengorbit dengan Cygnus X-1.
Dan angin Bintang HDE 226868 tertarik ke lubang hitam Cygnus X-1 sehingga memunculkan aktivitas cahaya X-Ray.

Cygnus X-1 dan bintang HDE 226868

Cynus Loop mejadi tempat untuk terlihat nebula dan berada di konstelasi Cygnus. 3 nebula disana diberi nama NGC 6992, 6995, dan 6960 serta nebula Veil

Dari 3 nebula yang terlihat dibawah ini, bila dilihat dari Bumi akan memiliki lebar 45x dari permukaan bulan penuh. Benda dengan warna warni tersebut adalah sisa dari bintang yang meledak sekitar 5000-10000 tahun lalu. Warna biru adalah gas oksigen, hijau sulfur dan oranye adalah hidrogen. Gas tersebut terletak 1500 tahun cahaya dari Bumi. Dimana letak Cygnus Loop, tinggal dilihat dari posis rasi bintang dan mengamati posisi bintang dengan mata kita. Benda tersebut berada di bagian sayap konstelasi The Swan (Nasa)

Tempat Cygnus Loop bekas dari bintang meledak



Konstelasi rasi bintang Centaurus
Konstelasi Centaurus memiliki jumlah bintang paling banyak, 101 bintang. Salah satunya adalah bintang Alpha dan Beta Centaurus, bintang paling dekat dan dapat dilihat di Bumi, disana terdapat 3 bintang dalam satu tata surya hanya berjarak 4,3 tahun cahaya dari Bumi

Centaurus Constelation

Omega Centauri adalah kelompok bintang terbesar yang dapat dilihat dari Bumi dan berada di rasi bintang ini. Diperkirakan mencapai 10 juta bintang dengan jarak 15,800 tahun cahaya.Dan dapat dilihat dengan mata langsung di daerah yang jauh dari polusi cahaya.

Omega Centauri / NGC 5139 sebagai kelompok bintang (Globular Cluster). Di tengah kelompok bintang tersebut, rata rata jarak antara bintang hanya 0,1 tahun cahaya. Ibarat cahaya kota dan desa, globular cluster atau kelompok bintang disana sangat padat membuat cahaya di kelompok bintang seperti lingkaran
Objek lain yang dapat dilihat PSR B1259-63 G292.0+1.8, NGC 4945 , G306.3-0.9 , J144547-5931, G292.0+1.8, G292.0+1.8 , NGC 4696 dan benda lain.

Kira kira seperti inilah bila Bumi berada di tengah sebuah Globular Cluster atau Kelompok Bintang.
Gambar pertama posisi bintang dilihat dari Bumi sendiri, karena bintang paling dekat hanya 4,5 tahun cahaya.
Gambar kedua perkiraan bentuk cahaya bintang di Globular Cluster, bintang akan terlihat lebih besar, lebih dekat karena jarak antar bintang hanya 0,1 tahun cahaya.

If earth inside Globular Cluster

Dapat dilihat foto dari Bumi dengan Globular Cluster dibawah ini. Bintang disana sangat padat dan saling berdekatan.

Globular Cluster Omega Centauri

Seperti apa bila kita tinggal di tengah Globular Cluster yang dipenuhi kepadatan bintang.

Selanjutnya praktek memanfaatkan rasi bintang untuk melihat Orion Nebula.