HummingBad ternyata cukup banyak menyerang smartphone Android di Indonesia.

Walau 2 negara terbesar adalah China dan India, setidaknya 10 juta perangkat sudah terinfeksi malware iklan ini. Malware HummingBad hanya menyerang perangkat Android, dengan membombardir iklan.

Pembuat malware yang mendapat keuntungan dari penguna smartphone. Iklan yang ditampilkan adalah iklan palsu, bila di click maka tidak dapat ditutup.

Grup pembuat malware HummingBad juga terindikasi membuat malware lain di iOS dengan menargetkan player dewasa.

Yang berbahaya dari malware HummingBad bekerja tanpa terditeksi. Root user tidak bisa menditeksi softare berbahaya tersebut setelah di install.

Bila smartphone anda tidak di Root, malware akan mencoba menginstall aplikasi berulang kali.

OS yang diserang sebagian besar adalah Kit Kat mencapai 50%, disusul Jelly Bean 40%. ICS 2% dan Lollipop 7%, untuk OS Android 6 atau Marshmallow relatif aman dengan infeksi hanya 1%.

Di Indonesia sekitar 489.336 perangkat terinfeksi HummingBad sebagai posisi ke 4 dibelakang Filipina. Dan Turki mencapai 448.285 perangkat di peringkat ke 5. India dan China sudah menginfeksi 1,3 juta perangkat lebih

Malware HummingBad juga serang penguna smartphone Indonesia


Beberapa tip agar tidak terserang malware tipe HummingBad
Jangan me-Root smartphone, bila anda tidak tahu apa itu Root.
Jangan menginstall aplikasi dari Unknown Sources, bila sumber aplikasi Android tidak jelas. Ambil aplikasi dari situs resmi Google Play.
Update smartphone bila mendapatkan update untuk Fix keamanan.
Bagian ini terpenting, gunakan antivirus di smartphone