Operasi stasiun ruang angkasa internasional kabarnya akan berakhir.

Rusia berencana memisahkan diri dari pengunaan modul IIS, dan membuat menjadi stasiun ROS atau Russian Orbital Station sendiri

Berita Rusia ingin memisahkan stasiun ruang angkasa dari ISS sudah lama terdengar. Dari alasan politik, keuangan, masalah teknis lainnya.

Sementara Nasa dari badan antariksa Amerika perlahan membangun program eksplorasi ruang angkasa, serta tidak memasukan Rusia dalam rencananya. Di Bumi, cerita Amerika dan Rusia sering bertentangan. Sampai disebutkan ilmuwan Rusia dan Amerika yang sedang di modul bersama ISS sempat bingung dengan kondisi kedua negara mereka.

China memiliki stasiun ruang angkasa Tiangong 1 walau baru satu modul ada diatas untuk di uji coba ditinggali 2 orang astronot saja.
Tiangong 1 memiliki berat 8,5 ton menjadi modul laboratorium ruang angkasa. Dilengkapi peralatan pendukung kehidupan, memiliki ukuran 15 meter kubik.
Modul tersebut kabarnya gagal kerja setelah memasuki mode Sleep. Modul stasiun ruang angkasa masih sebatas uji coba dari badan antariksa China.

Ketika ISS berakhir, stasiun raksasa tersebut akan jatuh ke Bumi pada pertengahan tahun 2020. Sejauh ini peralatan Rusia sudah bekerja bertahun tahun di stasiun ISS, menjaga kru atau astronot aman.

ISS berdiri dari modul pertama pada tahun 1998, disebut modul Zarya. Sekarang sudah memiliki bobot 375 ton. Dari perjalanan pesawat ulang alik atau Space Shuttle untuk mengirim peralatan dan astronot, sampai modul Soyuz untuk membawa pulang astronot.

Kontraktor dari Rusia yang pertama membangun ISS. Pada tahun 2020 Rusia akan melepas bagian modul Nauka, serta satu modul Node dan 6 modul lain yang sudah disambung lebih dulu. Selesai di lepas, modul lain seperti milik Jepang, Eropa dan Amerika akan dilepas.

Rusia akan memasang modul lain, dan sepasang modul matahari besar. Selanjutnya Rusia akan memiliki modul ruang angkasa sendiri yang bertahan di ruang angkasa. Unit NEM  atau bagian modul Scienc dan Power Module akan dikirim tahun 2019.
Apakah Rusia memang berencana mempertahankan ruang modul di stasiun ruang angkasa, sejauh ini belum mendapat persetujuan dari Kremlin. Tapi insinyur Rusia belum dapat memastikan, sejauh ini masih sebagai pilihan. Kemungkinan Rusia bisa saja membuka pintu negara lain untuk bergabung. Seperti yang dilakukan Rusia ketika badan antariksa Eropa ESA dan Nasa bergabung di stasiun ISS


Stasiun ruang angkasa Rusia ROS tahun 2020