Ensogo adalah singkatan Deal Keren, sebagai toko online dengan target di Asia Tenggara.

Berdiri di Thailand tahun 2010, menawarkan produk vvoucher kepada pengunaa untuk mendapatkan potongan layanan Spa, tur dan restoran makanan.

Mengapa toko online ini akhirnya tutup, apa yang dikeluhkan oleh merchant mereka.

Tahun 2011 Ensogo diambil alih oleh Groupon yang memiliki pesaing LivingSocial dan Ensogo berkembang cepat dipasar. Jumlah staff bertambah membuat biaya operasi perusahaan terus meningkat.

Seperti model bisnis toko online. Ensogo memiliki ciri tersendiri dalam berbisnis, diawali dari penjualan voucher untuk diskon, dan bisnisnya sempat diakuisisi perusahaan lain.

Tapi kegagalan bisnis internet sangat cepat, bila salah perhitungan dan terlalu banyak perluasan produk.

Toko online Ensogo gugur sebelum berkilau

Ensogo tahun 2014 diambil alih oleh grup Catcha dari iBuy. Dan mencoba bertahan sampai akhirnya tutup. Menawarkan penjualan Voucher, diskon dan mulai menawarkan beberapa baju serta aksesoris. Bisnis retail membutuhkan gudang, infrastruktur, persediaan dan lainnya.

Ensogo mulai berubah misi, menambah produknya menjadi toko online yang lebih konvensional untuk pedangang dan menjual langsung ke produsen. Artinya toko Ensogo memberi kesempatan kepada penjual barang menaruh barang dagangan mereka, tapi di kelola oleh Ensogo.

Ensogo mulai tumbuh melambat, pesaingnya Lazada malah lebih baik di Asia Tenggara.

Bandingkan dengan Lazada yang mulai berkemebang tahun 2012, mereka menyediakan layanan seperti Amazon Asia. Memiliki gudang sendiri, dan terus berkembang pada tahun 2013. Sementara Ensogo masuk terlambat di pasar yang sama dan  di tahun yang sama masih fokus untuk mengutak utik penjualan voucher

Lazada memposisikan diri di Singapura, dimana daerah tersebut sedang berkembang dengan layanan ecommerce. Sementara di beberapa negara lain seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Thailand masih terkendala dengan infraskutur untuk efisiensi logistik dan pembayaran digital. Namun Lazada mampu melewati tantangan yang satu ini dan masuk ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Sementar toko Ensogo mulai tergerus, rugi dan terlalu banyak menghabiskan dana. Tahun 2015 kerugian mencapai 59,9 juta dollar, dibanding tahun sebelumnya mencapai 50,3 juta dollar.

Yang membuat kecewa adalah para merchant yang menaruh produknya di Ensogo. Karena perusahaan mulai banyak menghabiskan dana terlalu besar, pembayaran ke merchant juga tertunda.

Sampai akhirnya pemangkasan karyawan. Ibarat bola salju, tanda tersebut mulai bergulir dengan masalah semakin besar. 2 direktur mengundurakn diri, dan investor menjual saham mereka. Dan berakhir tutup total.

Dinamika investasi besar di internet sangat rentan. Tetapi yang dibicarakan disini bukan kelas kecil tapi dana yang sangat besar. Bila rugi dapat mencapai jutaan dollar. Ensogo hanya salah satu kegagalan bisnis di industri internet.