Timelapse Patience 4K dari 300 ribu foto dikumpulkan 2 tahun


Digital | 17 June 2016

Dari judul Patience atau kesabaran, dengan efek video menarik.

Video Timelapse ini hasil kompilasi fotografer Paul Richardson. Dia membuat film pendek selama melakukan perjalanan di Eropa dan beberapa lokasi lain. Hasilnya 300.000 foto untuk membuat video singkat.

Seperti membuat sebuah lapangan bola. Proses tidak sekali jadi , tapi membutuhkan waktu yang sangat lama.

Paul mengatakan, membuat video Timelapse membutuuuuhkan kesabaran dan berpikir ke depan. Beberapa shot perlu upaya khusus agar mendapatkan cahaya yang tepat. Katanya banyak fotografer tidak terlalu memperhatikan harai yang tepat walau hanya menargetkan pembuatan potongan video dalam beberapa detik.

Misalnya ketika mengambil foto Milkway pada detik 1:23, itu harus di kejar selama 4 hari di daerah Wales. Paul harus nongkrong setiap malam, mengemudikan kendaraannya untuk mendapat daerah paling bersih agar galaksi Bima Sakti dapat diabadikan. Dan dalam 4 hari, dia hanya mendapatkan 50 foto pada waktu yang tepat. Apa yang dikatakan Paul memang benar. Membuat foto galaksi Bima Sakti membutuhkan waktu yang tepat dan sangat lama. 1 foto minimum membutuhkan waktu 20-30 detik, atau setara setengah jam bila cuaca tidak berubah.

Timelapse Patience 4K dari 300 ribu foto dikumpulkan 2 tahun


Teknik Paul dapat menjadi nasihat yang baik, tapi ada baiknya melihat hasil foto yang dibuat menjadi film dibawah ini.

Video dengan durasi 2menit 20detik.20detik


Berita terkait
Film timelapse Albert Dros yang sudah lama ditunggu dengan tentang kampung halaman di Amsterdam. Cuplikan foto untuk video timelapse dibuat selama 2 tahun menampilkan beberapa musim di Belanda. Rencananya tahun 2021, tapi Dros memutuskan cukup dan membuat video akhir tahun 2020.

Fotografer Jerman Martin Heck membuat sebuah video pendek selama 6 menit dari hasil rekaman rekannya di observasi CMB. Video yang dibuat ini mengabungkan penampakan garis galaksi Bima Sakti bersama Aurora bersamaan. Karena salah satu tempat terdingin, dan sulit dijangkau, jarang manusia yang menentap disana



Fotographer Mike Obinski kali ini melakukan perjalanan yang sama, puluhan ribu km untuk mengejar badai. Mengabadikan pemandangan, hujan, petir dan debu. Video Monsoon 5 semakin menarik melihat petualangan si fotografer pengejar badai ini. 2 camera, 3 bulan mencari badai, video 8 menit Monson V dibuat dari 85.000 foto.

DJI Ronin-S DSLR alat penyeimbang atau gimbal stabilizer. Tampilan gambar, teknologi penyimbang camera DJI Ronin-S dapat digunakan dari camera mirrorless ukuran kecil. Seperti camera Panasonic GH , Sony Alpha bahkan camera DSLR ukuran besar sekelas Canon 5D.

Fotografer dan pembuat film  Elia Saikaly mampir ke gunung Everest. Dia membuat pemandangan dengan foto galaksi Bima Sakti disana. Sementara para pendaki tidur, dia mengabadikan pemandangan dengan camera Canon.

Sebuah pulau di Atlantik utara menjadi tempat paling menakjubkan kalangan fotografer. Nick Kontostavlakis membuat video timelapse, dan diberi nama Whispering Iceland. Direkam mentok dengan resolusi 4K, dan camera Sony serta lensa premium Zeiss.

Video time lapse awan kumulonimbus di Jakarta terus memunculkan kilatan petir dibuat dalam bentuk video. Awan muncul di pagi hari, sekitar jam 1 pagi. Karena petir terlihat terus menerus, dicoba dibuat video timelapse. Hasilnya dalam durasi 25 menit di dapat beberapa foto kilatan petir yang menarik



Dawidi dari Widicam membuat foto setiap hari selama satu tahun. Posisinya tepat di balkon rumah, dan mengambil gambar dari 21 Maret 2016 sampai 20 Maret 2016. Dia mengunakan lensa wide angle disambung dengan camera Rasperry Pi. Hasilnya pergeseran munculnya matahari setiap hari selama 1 tahun.




No popular articles found.
< /body>