Banyak di antara teman kita mengatakan memiliki banyak teman.

Mungkin kita sendiri tidak memiliki banyak teman. Atau lebih dekat dengan keluarga saja.

Berapa banyak teman seseorang, mungkin menunjukan seberapa pintar seseorang.

Hal ini dibuktikan dengan sain berdasarkan kebahagiaan seseorang yang tinggal di kota kecil dan kota padat penduduk. Banyak teman mungkin tidak membuat seseorang yang pintar menjadi bahagia.

Penelitian dari Brian JL Berry dan Adam Okulicz. Memperlihatkan data banyak teman malah membuat kurang bahagia.

Kota kecil membuat diri seseorang lebih bahagia

Tetapi di kota besar malah menurunkan kebahagiaan seseorang.

Orang pintar mengapa lebih sedikit teman

Dari British Journal of Psychology mengali pertanyaan tentang apa arti kehidupan.

Data dikumpulkan dari 15 ribu responden dengan rentang 18-28 tahun.

Mereka yang tinggal di daerah padat penduduk kurang puas dengan kualitas hidup mereka. Sedangkan interaksi seseorang dengan teman mereka menunjukan peningkatan kebahagiaan bagi dirinya sendiri

Namun ada pengecualian. Bagi mereka yang pintar, jumlah temannya ternyata sangat berkurang bahkan terlalu sedikit.

Semakin tinggi IQ dan kecerdasan seseorang , semakin kurang puas dengan kehidupannya jika terlalu banyak teman untuk bersosialisasi dengan orang lain. Mengapa.

Orang dengan IQ tinggi dan kemampuan kecerdasan diatas rata rata. Mereka lebih fokus untuk tujuan jangka panjang.

Mereka melakukan dengan kecerdasarannya untuk membuat sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Misalnya. Ketika seorang sekolah pasca sarjana, atau mulai melakukan bisnis sendiri. Untuk mencapai tujuan dan ambisinya, mereka akan meminimalkan interaksi sosial, dan fokus dengan tujuan yang akan dicapai.

Orang cerdas melihat interaksi sosial yang terlalu sering seperti berkumpul bersama teman lain hanya selingan dalam hidup. Mereka memilih untuk lebih sedikit teman dibanding orang lain.

Mereka yang cerdas lebih memilih tinggal di rumah atau bekerja untuk impian mereka.

Dari pada keluar malam minggu untuk nongkrong dan cipika cipiki dengan teman lain.

Tapi bukan berarti mereka yang cerdas tidak menghargai persahabatan. Ketika mereka memiliki tujuan, kehidupan sosialisasi mereka dianggap sebagai hambatan.

Otak manusia telah berevolusi untuk memenuhi tuntutan lingkungan leluhur mereka.

Ketika penduduk sangat sedikit, manusia jaman dahulu melakukan perburuan untuk mengumpulkan makanan. Itu adalah tujuan hidup agar bisa bertahan hidup.

Dan melakukan interaksi dengan orang lain untuk kelangsungan hidup dan melanjutkan keturunan.

Hari ini telah berubah. Orang cerdas memiliki tantangan berbeda. Orang cerdas memiliki kemampuan lebih baik untuk memecahkan masalah evolusi, agar lebih mudah mengatasi masalah yang akan mereka hadapi.

Dalam ilmu sain, mereka yang lebih cerdas tetap menghargai persahabatan dan hubungan dengan orang lain. Tapi mereka lebih cenderung lebih selektif, dan memanfaatkan waktu mereka sebaik mungkin. Agar dapat menghargai kegiatan pribadi mereka sendiri.

Ciri orang lebih pintar
  • Anak paling tua. Mereka lebih pintar dari saudara kandungnya, bukan karena genetik. Tapi dinamika dan psikologi keluarga
  • Belajar musik. Pada tahun 2011 sebuah studi menemukan kepandaian verbal pada anak usia 4-6 tahun keatas meningkat setelah sebulan belajar musik.
  • Tidak merokok. Tahun 2010, peneliti di Israel meneliti 20 ribu pria muda. Rentang usia 18-21 yang merokok memiliki IQ 94, sedangkan yang tidak merokok memiliki IQ 101.
  • Badan kurus. Kesehatan tubuh dekat hubungannya dengan kesehatan pikiran. Tahun 2006 studi di Perancis, mendapatkan mereka yang bertubuh gemuk memiliki kemampuan verbal mencapai 44%. Sedangkan yang kurus memiliki angka 56%
  • Tangan kidal. Mereka yang bertangan kidal cenderung lebih pintar karena memiliki cara berpikir berbeda.
  • Memiliki kucing. Tahun 2014 mereka yang memiliki kucing jarang keluar rumah membuat mereka lebih pintar dengan kepandaian hobi yang menarik
  • Tinggi. Dari Princeton kebanyakan orang bertubuh tinggi sudah sekolah ketika usia 3 tahun. Dan mereka lebih pandai dalam kognitif
Satu lagi penelitian menyebutkan orang cerdas lebih banyak mengambil arah berlawanan

Seniman brilian atau ilmuwan gila sering disamakan seperti orang yang tidak bersosialisasi. Mungkin mereka lebih cerdas dari orang lain ?

Studi Social Psychology Quarterly menemukan hubungan antara preferensi nilai sosial dengan kecerdasaran tingkat tinggi.
Mereka yang tidak tampil secara tradisi, sebenarnya lebih membuka pikiran dan menentang arus cenderung memiliki IQ lebih tinggi.

Pendapat ahli psikolog evolusi London Schoool, mungkin di kalangan orang cerdas dapat melihat sebuah entitas baru dibanding orang lain.

Orang pintar kadang pelupa
Orang pintar kadang melupakan hal sederhana, lupa membawa notebook, atau lupa membawa kunci.

Dari jurnal Neuron membuat studi, dan menemukan hal unik dengan otak manusia.
Seseorang yang melupakan sesuatu bukan berarti otaknya tidak normal. Tapi otak mereka menciptakan ruang untuk informasi baru lebih penting yang lebih bermanfaat.

Penting agar otak melupakan rincian yang tidak relevan dan memfokus hal yang membantu di dunia nyata kata Blake Richards peneliti universitas Toronto.
Bila otak seseorang terus membawa kenangan yang berlawanan, membuat kita sulit mengambil keputusan yang tepat.

Otak kita bukan berfungsi sebagai memori saja, dan mentranmisikan informasi paling akurat dari waktu ke waktu. Tapi mengoptimalkan pengambilan keputusan cerdas dengan berpegang pada hal penting dan melepas yang tidak penting.

Ketika sel otak baru terbentuk di daerah hippocampus, koneksi yang baru akan menimpa memori lama dan membuat kita kesulitan mengakses. Di bagian hippocampus ini adalah letak dimana otak terkait dengan belajar hal yang baru.
Bila kita mungkin lupa dengan nama teman lama, lupa membawa kunci, meninggalkan dompet dirumah atau melupakan detil untuk sesaat. Sebenarnya otak kita lebih sehat, karena kita melakukan hal yang lebih tepat.

Ciri orang dengan IQ lebih tinggi

Anak pertama
Studi 250 ribu orang di Norwegia dalam majalah Science. Saudara laki laki tertua (anak pertama) memiliki IQ 2,3 poin lebih tinggi dari adiknya. Bukan alasan genetik, tapi ketika lahir anak pertama mendapat perhatian penuh. Sedangkan anak kedua lahir, maka kakaknya akan menjadi guru adiknya. Hal ini membuat anak pertama memiliki kognitif lebih tinggi.

Kurang akal sehat
Dalam arti positif. Orang cerdas biasanya liberal dan tidak memiliki akal sehat kata psikolog evoluioner Satoshi Kanazawa. Perasaan biasanya mengarah pada solusi yang benar, tetapi pemikiran tidak.

Mampu bermain musik.
Struktur otak yang lebih aktif dari musisi. Mengubah neurofisiologi otak. Daerah otak yang terlihat di bagian memproses musik, dibutuhkan ketika melakukan tugas lain seperti kemampuan memory atau bahasa.

Tidur sampai larut malam
Studi dari universitas Madrid mengatakan, yang sering terlambat tidur memiliki IQ lebih tinggi.

Menyusui sejak kecil dari ibu
Studi di Brasil, 6000 orang dimana mereka sejak lahir mendapat ASI dari ibu. Dan diteliti hingga usia 30 tahun, mereka mendapatkan lebih banyak sukses dan penghasilan lebih baik.

Orang yang penasaran.
Harvard Business Review melaporkan bahwa orang yang ingin tahu memiliki CQ lebih tinggi dan menghasilkan gagasan asli dan gaya pikir mengarah ke tingkat pengetahuan lebih tinggi dari waktu ke waktu. Itu sebabnya Einstein berkata, saya tidak memiliki bakat istimewa, saya hanya sangat penasaran.