Mei 2016
Musim pendakian ke puncak Everest dimulai. Pada hari Kamis kemarin 19 Mei 2016 sudah 4 pendaki meninggal di puncak Everest termasuk seorang sherpa.  Jon Kedrowski seorang ahli geografi dan pendaki yang pernah mendaki ke Everest 2012 mengatakan puncak Everest itu ekstrem. Ketika dia mendaki bersamaan dengan 10 orang meninggal.

Gunung Everest bukan gunung berapi. Melainkan lempengan bumi yang terus terdorong naik akibat tabrakan antara lempeng Asia dan Euroasia

April dan Mei adalah musim pendakian di Everest, dengan kondisi cuaca musim panas dan kondisi cuaca lebih baik dari bulan lain. Walau gunung ini terus memakan korban, musim ini saja sudah mendaftar 400 orang lebih termasuk 288 orang asing dan lebih dari 100 sherpa dan pemandu. kata departemen pariwisata Nepal. Jumlah pendaki musim ini rata rata lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Seorang sherpa terjatuh menjelang 150 meter ke puncak, setelah dia mencoba memperbaiki jalan pagi pendaki lain dan jatuh.

Kamis Eric Arnold 36 tahun dari Belanda meninggal malam hari saat kembali dari puncak. Diduga Eric mengalami serangan jantung. Arnold bukan tidak sehat, bahkan dia seorang atlet triatlon berbasis di Rotterdam. Tidak diketahui mengapa dia bisa mengalami serangan jantung. Banyak perusahaan pemandu pendakian akan memeriksa setiap pendaki dengan evaluasi penuh. Dan mempersiapkan diri klien mereka untuk melakukan perjalanan ke Everest. Disana bukan hanya kekuatan yang diperluka tapi kesehatan seperti jantung.

Puncak Everest mencapai 8000 meter. Dr Luanne Freer yang mendirikan klinik medis di Everest Base Camp pada tahun 2003, mereka membantu memeriksa kondisi para pendaki sebelum berangkat. Di ketinggian tersebut kandungan oksigen akan turun sampai 50%.

Sabtu, pendaki meninggal lain adalah Maria Strydom dari Australia. Dia berangkata bersama tim Seven Summit Treks tapi di Everest Maria mengalami penyakit ketinggian setelah tiba di Camp 4 atau titik terakhir untuk beristirahat sebelum menunju puncak. Maria tidak bisa naik lagi dari ketinggian di camp 4, dan upaya penyelamatan untuk membawa turun ke camp 3 akhirnya gagal dan Maria meninggal pada hari Sabtu kata Tashi seorang sherpa. Maria memiliki pengalaman mendaki di beberapa benua, seperti puncak gunung Denali di Alaska, Aconcagua Argentina, Mount Ararat selatan Turki dan Kalimanjaro Afrika.

Gunung Everest pendaki meninggal 2016

Minggu, Subash Paul 44 tahun meninggal di camp 2 kata Wangchu sherpa dari direktur Trekking Camp Nepal. Paul menjadi bagian dari 4 pendaki india dan 4 sherpa. 2 member lain Paresh Chandra Nath dan Goutam Ghost dikabarkan hilang pada hari Sabtu malam. Tidak jelas apa yang terjadi diatas sana. Kami perkirakan cuaca dan tim ini kehilangan arah. Kami sudah menghubungi tim pendaki lain untuk melihat apakah mereka melihat pendaki yang hilang tersebut. Anggota ke 4 dari pendaki Sunita Hazra berhasil di tolong dan dalam perawatan di base camp dari CNN

Seorang pendaki wanita juga harus mengalami frostbite atau jari membeku di camp 4 setelah mendaki puncak Everest dari sisi Nepal. Seema Goswami sedang dalam perawatan rumah sakit kata tim Seven Summit Trek.

2017
Awal tahun 2017, 2 pendaki meninggal asal Swiss. Ueli Steck jatuh ketika melakukan latihan di dekat puncak, Min Bahadur 85 tahun usia mendapat serangan jantung. Dia mendaki untuk meraih rekor lamanya sebagai pendaki tertua.
Bulan Mei 2017, 4 pendaki telah meninggal. Seorang dokter dari Amerika dan pendaki dari Slowakia dan Australia meninggal walau kondisi cuaca cerah.
Menjelang pertengahan bulan Mei, seorang pendaki asal India menjadi korban ke 4. Tim penyelamat mencoba menurunkan Ravi Kumar dari atas namun tim tidak dapat mencapai lokasi tersebut kata layanan pendaki Arun Treks dan Expedition. Kumar mendadak lemah setelah turun dari puncak pada hari Sabtu, tampak dia jatuh ke sisi Nepal gunung tersebut. Tim Sherpa melihat tubuhnya 200 meter dibawah rute pendakian kata Sherpa Chhowang dari layanan perusahaan pendaki Arun Treks.
Minggu, Rolan Yearwood seorang dokter dari Alabama yang pernah ke Everest tahun 2015 tapi selamat dan batal naik karena terjadi gempa. Dia akhirnya meninggal tidak jauh dari puncak sisi Nepal.
Hari Minggu pendaki Slovakia Vladimir Strba usia 54 tahun meninggal di sisi Tibet.
Francesco Enrico Marchetti meninggal akibat sakit ketinggian.

Tahun 2017. Sekitar 375 orang siap naik ke puncak Everst, menjadi masalah karena gunung ini menjadi penuh sesak oleh pendaki.
Sampai hari Minggu setidaknya 70 pendaki sudah tercatat mencapai puncak Everest.

4 pendaki lain dikabarkan meninggal, dan total 10 pendaki menjadi korban di musim pendakian 2017.
Tim penyelamat yang ingin mengambil korban pendaki Slovakia pada hari Minggu 21 Mei 2017, menemukan korban lain. Semua korban ditemukan di dekat daerah zona kematian atau death zone, dimana tingkat oksigen sangat rendah. 4 korban tersebut adalah 2 pendaki dan 2 sherpa.

Rekor baru tahun 2017 di Everest
Pendaki Spanyol Kilian Jornet mencapai puncak Everest dalam waktu 26 jam. Dia naik tanpa tali dan oksigen
Pendaki asal India Anshu Jamsenpa diyakini telah menjadi wanita pertama yang naik ke Everest 2 kali dalam waktu 1 minggu.
Pendakian ke Everest tahun 2017 paling baik dilakukan bulan Mei. Karena perkiraan pada bulan Juni sudah memasuki musim hujan.
Dari catatan yang ada, 382 pendaki berhasil mencapai puncak melalui sisi selatan, dan 120 orang melalui sisi Tibet.
Korban pendakian ke Everest mulai tahun 2015, 29% disebabkan cuaca seperti terkena guguran salju, dan 23% disebabkan terjatuh.