Peneliti ASAS-SN memiliki instrumen khusus untuk mengamati supernova.

Salah satu penemuan dari tim ASAS-SN melihat benda sebuah lubang hitam / black hole menelan sebuah bintang. Bintang yang ukurannya jutaan kali dari massa matahari tertelan oleh black hole besar

Singkatan All Sky Automated Survey for Supernovae, tim mengunakan instrumen ASAS-SN dan menemukan 250 supernova sejak 2014.

Tapi menemukan sebuah ledakan yang sangat berbeda, karena begitu kuat dan besar.

Tim ASAS-SN bahkan tidak terlalu yakin apakah cahaya yang mereka dapatkan berasal dari sebuah supernova. Bila benda tersebut adalah ledakan bintang supernova, menjadi ledakan paling kuat saat ini.

Januari 2016 lalu, sebuah objek di antariksa muncul paling langka. Yaitu bintang Magnetar atau bintang magnit. Memiliki kekuatan begitu kuatnya dan mendorong pelepasan energi yang diluar batas ilmu fisika.

Sekarang bintang ASASSN-15lh terlihat pertama kali hidup (menampakan dirinya) di bulan Juni 2015. Sistem teleskop pengamatan ASAS-SN memiliki peralatan yang ditempatkan di seluruh dunia. Berfungsi untuk menditeksi benda benda terang di alam semesta sekitar kita. Tapi kemarin ada yang sangat menonjol, ketika sebuah cahaya muncul dan kekuatannya 200x lebih kuat diatas cahaya supernova.

Bila dihitung ledakan cahaya tersebut mencapai 570 miliar kali lebih terang dari matahari. Sumber cahaya berda di konstelasi Indus, dekat dengan batas Tucana.
Sumber cahaya berasal dari sebuah galaksi APMUKS(BJ) B215839.70?615403.9 yang tingkat redshift 18,5 atau sekitar 3,82 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

Krzysztof Stanek seorang profesor astronomi Ohio bahkan menanyakan bagaimana mungkin hal itu terjadi. Dibutuhkan energi sangat banyak untuk membuat sinar seterang itu, dan energi yang di dapat dipastikan datang dari suatu tempat. Ledakan bintang ini ditemukan bersama 3 peneliti lain dengan Subo Dong dari Universitas Peking, Todd Thompson dan Christopher Kochanek dari Universitas Ohio

Sementara tidak ada jawaban. Ledakan bintang ASASSN-15lh tidak diketahui darimana sumber energi itu muncul. Hal ini memasukan data baru bagi para peneliti, bahwa ada tingkat baru di dalam cahaya sebuah supernova, dan ini menjadi angka tertinggi. Walau kesimpulan tersebut akhirnya salah.

Prof astronomi Todd Thompson dari Ohio menawarkan satu penjelasan. Supernova bisa melahirkan kekuatan jenis bintang sangat langka. Disebut Magnetar yang berputar sangat cepat dan intinya sangat padat, dan dapat membuat medan magnit sangat kuat.

Setidaknya dibutuhkan kecepatan 1.000 kali putaran perdetik untuk memunculkan cahaya dengan benda setingkat itu. Dan membuat konversi energi sangat efisien untuk membuat cahaya yang sangat kuat (radiasi)

Penemuan bintang Magnatar ASASSN-15lh ini akan berlanjut. Salah satunya meminta tim teleskop Hubble untuk melakukan pengamatan lebih lanjut. Bila letak ledakan tersebut dapat diketahui dan berasal dari tengah galaksi. Tentu saja itu bukan ledakan supernova, tapi aktivitas nuklir dan diketahui berasal dari lubang hitam yang tidak biasa di sekitarnya.

Nama lain ASASSN-15lh mengunakan nomor SN 2015L sebagai cahaya paling kuat yang terditeksi oleh alat ASAS-SN

Bagaimana bila cahaya ledakan tersebut bukan berasal dari tengah galaksi. Cahaya yang sedemikian tersebut adalah penemuan cahaya yang benar benar baru sama sekali

Apa yang disebut Magnetar.
Magnetar adalah bintang magnit. Di Bima Sakti terdapat 10 bintang Manetar kata Dr Peter Wood. Ketika sebuah bintang magnit atau bintang Neutron dengan putaran 1000 kali perdetik. Akan menghasilkan daya tarik gravitasi begitu kuat.

Magnetar adalah bintang paling bermagnit. Dan putarannya bukan didapat dari daya fusi nuklir melainkan rotasi sebuah benda yang sangat padat. Bintang Magnetar inilah yang dicari jawabannya ketika bintang bersinar. Mengapa bisa seperti itu, jawabannya masih diteliti.

Seperti bintang ASASSN-15lh begitu padatnya sampai mampu membuat medan magnit sangat kuat. Kekuatan magnit bintang Magnetr mencapai satu juta miliar Gauss, dibanding magnet matahari hanya 5 Gauss.

Contoh satu bintang Magnetar di kontelasi Cassiopeia yang jaraknya 18 ribu tahun cahaya dari Bumi. Pada bulan Juni 2002 tiba tiba meledak dengan memancarkan cahaya. Bintang Magnetar 1E 2259 tersebut memiliki 80 semburan selama jedah 4 jam.

Bintang Eta Carinau juga aktif dan masuk ketegori bintang masif (raksasa) di galaksi kita. Menjadi salah satu bintang paling tidak stabil. Sejak tahun 1996, tim sain memantau tingkat radiasi cahaya X-ray di dearah ini dengan peralatan RXTE. Bintang ini hanya menunggu waktu untuk meledak dan bintang tersebut memiliki jarak 7500 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang Betelgeuse merupakan bintang raksasa merah di daerah Orion. Masuk kandidat sebagai bintang yang akan meledak, tapi manusia saat ini tidak dapat melihat, karena tidak sekarang bintang tersebut meledak. Tapi nanti 1000 tahun lagi.

Gambar 1, bentuk artis dari ledakan bintang Magnetar ASASSN-15lh. Gambar 2 letak bintang yang menimbulkan cahaya paling terang tersebut. Gambar 3 perubahan cahaya dari pengamatan. Tabel terakhir dari data cahaya supernova paling terang yang tercatat.

Bintang Magnetar ASASSN-15lh

Desember 2016
Kesimpulan bintang adalah sebuah lubang hitam ASASSN-15lh, yang membuat cahaya sangat terang tersebut. Bintang mati tersebut adalah sebuah black hole, dan baru saja menelan sebuah bintang yang ukurannya sangat besar.

Bila dibayangkan, yang terjadi disana seperti gambar dibawah ini. Lubang hitam atau masih di kelas Magnastar (bintang magnet dengan putaran sangat tinggi). Lubang hitam tersebut menarik sebuah bintang dan di telan. Sisa gas dari bintang tersebut membuat cahaya yang sangat tinggi.

Bintang Magnetar ASASSN-15lh

ESA memberikan bentuk animasi ketika bintang tersebut ditelan oleh Black Hole ASASSN-15lh