Negara Jerman membangun pembangkit energi listrik terbarukan, bahkan mengalami surplus energi.

Hari Minggu 8 Mei 2016. Pembangkit listrik di Jerman mengalami harga negatif atau turun dan konsumen dibayar ketika mengunakan listrik.

Pengunaan listrik pada hari Minggu, konsumen mendapat kredit minus ketika mengunakan energi listrik. Bila pelanggan mengunakan listrik, maka tagihannya akan dikurangi selama hari itu.

Surplus energi listrik di dorong oleh cuaca cerah, berangin sampai jam 1 siang. Angin yang kuat, matahari dan energi biomassa menghasilkan 87% / 55GW energi listrik dari total 63GW konsumsi listrik dalam negeri.

Jerman surplus listrik dalam sehari konsumen mendapat kredit listrik gratis

Agora Energiewende mengatakan pada tahun 2015, rata rata jumlah energi terbarukan hanya mencapai 33% untuk suplai energi di Jerman. Karena kemarin energi yang dihasilkan begitu besar, tarif listrik sempat turun beberapa jam. Artinya harga listrik disana negatif dalam beberapa jam, dan pelanggan komersil benar benar mendapat kredit untuk mengkonsumsi listrik sebagai gantinya.

Rata rata tarif dasar listrik di Jerman sekitar ,20-,30 euro per kWh atau sekitar 3000 rupiah per kWh dan beban puncak sekitar 4800 rupiah. Pada waktu tertentu, biaya listrik dapat mendekati angka 0 euro per kWh, atau sama saja pelanggan nyaris tidak membayar listrik pada jam tersebut.

Seperti grafik dibawah mulai pagi sampai siang hari, tarif listrik berada dibawah 0. Yang artinya pelanggan yang mengunakan listrik beberapa jam tersebut malah dibayar 50sen euro perkWh

Jerman surplus listrik 8 May 2016 tarif minus

Sayangnya pengaturan energi listrik di Jerman masih kaku. Sehingga pemasok listrik dan pelanggan industri tidak menanggapi surplus energi hari itu. Seharusnya pabrik bisa saja melakukan produksi dan mengkonsumsi listrik sebesar mungkin ketika jaringan listrik mengalami surplus.

Pembangkit listrik gas sempat di matikan ketika pembangkit energi terbarukan memberikan energi dihasilkan mencapai puncak. Hanya pembangkit nuklir dan batubara tidak dimatikan, karena kedua pembangkit listrik tersebut tidak bisa di Off begitu saja. Membuat produksi listrik dari 2 pembangkit tersebut tidak dibayar walau memberikan pasokan listrik.

Surplus energi di negara Jerman bukan pertama kali terjadi. Negara Denmark Juli 2015 juga mengalami surplus energi. Kekuatan angin begitu besar dan mengaktifkan pembangkit sampai 140% suplai listrik yang dikonsumsi di dalam negeri.

Menariknya di Denmark, pembangkit disana memiliki sistem interkoneksi ke negara lain. Sehingga 80% energi listrik surplus tersebut dibagi ke negara tetangga seperti Norwegia, Jerman dan Swedia.

Jerman akan memasok listrik dari energi terbarukan 100% pada tahun 2050, seluruh pasokan listrik akan dihasilkan oleh pembangkit modern yang ramah lingkungan.

Industri listrik di Amerika juga menarik. Kota Texas yang memiliki pembangkit terbarukan mendapatkan listrik gratis pada malam hari ketika listrik tidak banyak dipakai

Walau beberapa kritik untuk pembangkit angin dan matahari belum dapat diandalkan sepenuhnya dibanding pembangkit listrik konvesional seperti nuklir, batubara dan lainnya. Khususnya cuaca berawan, kurang matahari matahari dan tidak ada angin. Tapi hari minggu kemarin, Jerman sudah membuktikan bahwa energi listrik dapat mencapai tingkat surplus.

Mei 2017
Pada bulan April 2017. Negara Jerman mengatakan 64% daya listrik di Jerman mengunakan energi terbarukan. Pembangkit surya dan angin memberikan energi yang cukup untuk membantu pembangkit listrik konvensional. Pada hari Minggu 30 April 2017 lalu, mengatakan sebagian pembangkit batubara di Jerman tidak beroperasi. Bahkan pembangkit nuklir juga tidak berkonstribusi banyak untuk menyuplai listrik.
Langka pemerintah Jerman untuk mengunakan energi terbarukan sudah terlihat. Dan target semakin dekat untuk mencapai 100% pengunaan energi listrik dari energi terbarukan di tahun 2050.
Negara Eropa terus berupaya membangun energi terbarukan dan tidak membuat pembangkit energi nuklir atau batubara. 3 tahun lalu Spanyol telah menjadikan energi utama dari angin. Portugal sempat mengalami 3 hari dalam setahun tanpa menyalakan pembangkit gas dan batubara.

Juni 2017
China penduduk hampir 1,5 miliar orang. Tapi di provinsi Qinghai selama 7 hari dari 17 - 23 Juni 2017 lalu, hampir di semua regional mengunakan 100% energi terbarukan. Termasuk dari pembangkit solar, angin dan air. Minggu tersebut untuk melakukan percobaan dari perusahaan listrik dan mengandalkan energi listrik. Kebutuhan listrik 5,6 juta penduduk, setara menghentikan pengunaan 535000 ton batu bara.
PLTA tetap terbesar memberikan listrik sampai 72% selama 7 hari. Dan disana memiliki power listrik dengan kapasitas 23,4 MW, tetapi cadangan listrik ada di 3 sumber energi terbarukan mencapai 82%.
Tahun 2020, kembali ditambah menjadi 35MW untuk memberikan pasokan 110 miliar kWh energi setiap tahun.
China berharap dapat menyediakan 20% sumber listrik bersih pada tahun 2030 ke seluruh negeri.

Qinghai bukan provinsi pertama yang mengandalkan listrik dari energi terbarukan. Tokelau salah satu dari 3 pulau antara Hawai dan Selandia baru telah menganti mesin diesel ke solar di tahun 2012.
Kosta RIka menjalankan energi bersih sampai kapasitas 98% selama 250 hari di tahun 2016.
Dan Austria mengunakan energi terbarukan sebagai sumber enerti terbesar.