Timelapse Hello Tokyo yang ini dibuat teknik lengkap


Digital | 8 May 2016

Christoph Galep membuat video Timelapse dengan teknik lengkap. Dari Hyperlapse, Slow motion, zoom serta video biasa.

Semua dikombinasikan dalam video Hello Tokyo.

Galep mengatakan teknik membuat video tersebut dengan motion blur, keyframe teknik in dan out.

Salah satu software yang dipakai adalah Twixtor untuk Adobe After Effect dan Premiere. Memasukan frame video sebelum dan sesudah, serta memperlambat video tanpa kehilangan kualitas frame.

Galep merekam video dengan kecepatan 50 fps, agar mendapatkan frame yang cukup untuk timelapse serta memperlambat video.

Untuk menambah efek halus ketika transisi video. Mengunakan transition ketika perpindahan 2 video lebih halus terlihat dengan Twixtor

Timelapse Hello Tokyo yang ini dibuat teknik lengkap

Galep hanya memerlukan waktu 5 hari jalan jalan di Tokyo. Mengunakan peralatan Canon 5D Mark III, Tamron 24-70 f/2.8 Di VC, Samyang 14mm T/3.1, Edelkrone Slider Action Module, Adobe After Effects, Twixtor, Lightroom, LR Timelapse

Hasil video yang dibuat dibawah ini






Teknik pembuatan video seperti dibawah ini


Berita terkait
Fotographer Mike Obinski kali ini melakukan perjalanan yang sama, puluhan ribu km untuk mengejar badai. Mengabadikan pemandangan, hujan, petir dan debu. Video Monsoon 5 semakin menarik melihat petualangan si fotografer pengejar badai ini. 2 camera, 3 bulan mencari badai, video 8 menit Monson V dibuat dari 85.000 foto.

Bayangkan bila ada tim fotografer Indonesia bisa membuat video seperti ini. Mungkin akan menampilkan citra Indonesia lebih indah. Tapi yang ini dibuat oleh tim fotografer dari Shanghai China. Tekniknya lengkap, hasil videonya sempurna.



Teknik hyperZoom mulai dikembangkan beberapa tahun lalu. Membuat foto time lapse seperti terbang dan terus mengambil gambar yang sangat jauh dengan video sekualitas foto. Memberlihatkan pemandangan dimana seseorang berdiri dan tidak bisa melihat ke tempat lebih jauh. Disini teknik hyperZoom menampilkan  pemandangan yang sangat jauh

Dawidi dari Widicam membuat foto setiap hari selama satu tahun. Posisinya tepat di balkon rumah, dan mengambil gambar dari 21 Maret 2016 sampai 20 Maret 2016. Dia mengunakan lensa wide angle disambung dengan camera Rasperry Pi. Hasilnya pergeseran munculnya matahari setiap hari selama 1 tahun.

Joe Nafis asal California dan dia tinggal di China. Membuat foto Shanghai Tower yang dibangun 6 tahun dalam video Timelapse. Gedung tertinggi kedua di Dunai saat ini akhirnya selesai. Tetapi Nafis sudah ada disana setelah tower tersebut mulai dibangun tahun 2009

Florian Nick dan Marcus Sies adalah mahasiswa jurusan film universitas Stuttgart Media. Mereka melakukan perjalanan selama 2 minggu ke Iceland. Antara bulan Mei dan Juni 2015 kemarin. Membawa Canon 5D Mark III, dan mengambil gambar resolusi tinggi dengan Apel ProRes 444.




No popular articles found.
< /body>