Tata surya Trappist-1 terlihat memiliki 7 planet


Kategori : Science | Date : 3 April 2018
Trappist-1 ternyata memiliki 7 planet
Sebuah tata surya dengan nama Trappist-1,  jaraknya cukup dekat keBumi.

Disana terlihat sebuah bintang berukuran kecil.

Lebih tepat untuk manusia bisa pindah ke planet di tata surya tersebut. Peneliti menemukan 3 planet di sekitar bintang Trappist-1.

Astronom sedang melihat lebih lanjut dengan bintang 2MASS J23062928-0502285. Ditemukan oleh teleskop Trappist (TRAnsiting Planets and PlanetesImals Small Telescope) yang berada di Chile.

Bintang disana berwarna merah, ukurannya kecil dan tidak panas. Di tata surya Trappist-1, bintang tersebut lebih redup sampai 1/2000 cahaya matahari kita dengan massa hanya 1/12 lebih rendah. Tempat bintang Trappist berada di konstelasi Aquarius.

Penemuan bintang berukuran kecil adalah hal biasa, rata rata ukuran bintang ini di sekitar tata surya kita mencapai 15% berada di dekat Bumi.

3 planet yang terlihat di Trappist-1 sampai Juli 2016
Ke  3 planet yang mengorbit memiliki ukuran 10% lebih besar dari Bumi.

Hanya saja 2 planet terlalu dekat ke bintang Trappist-1, karena dua planet terlihat melintas setiap 1,5 dan 2,4 hari. Tetapi satu planet yang menarik, diperkirakan mengorbit ke bintang tersebut antara 45 -75 hari.

Untuk planet paling tepat, sebuah planet setidaknya mendapatkan radiasi bintang terlalu besar (cahaya bintang). Tetapi planet pertama mendapatkan 4x radiasi dibanding planet Bumi. Demikian juga planet kedua mendapatkan 2x tingkat radiasi dari bintang.

Planet ketiga inilah yang diteliti para ilmuwan. Diperkirakan mendapatkan radiasi lebih rendah dibanding planet Bumi mendapatkan radiasi dari matahari. Terlihat satu planet tersebut cocok untuk manusia bermigrasi.



Tarikan gravitasi bintang ditengah mengunci posisi kedua planet paling depan. Membuat sisi planet terus menghadap ke matahari disana.

Planet ketiga sebagai planet terjauh mungkin berada di zona layak huni.  Cukup hangat dan membuat air mencair untuk dipertahankan pada permukaan planet atau membuat air tidak membeku.

Ketiga planet di tata surya Trappist 1 diumumkan 2 Mei 2016.

Gambar 1, adalah jarak antar planet. Ke 7 planet sangat dekat ke bintang. Bahkan ke 7 planet berada pada jarak 1/3 dibanding jarak matahari ke planet Merkurius
Jarak planet pertama hanya 1,7 juta km, disusul planet ke dua 2,37 juta km. Dan planet h sebagai planet ke 7 hanya 9,2 juta km.
Gambar 2, bila berada di tata surya Trappist-1 kita dapat melihat planet seperti beberapa bulan dengan ukuran lebih kecil.

Update ilustrasi foto ESO

Tatasurya Trappist-1 kemungkinan ada planet yang cocok untuk 
manusia pindah

Update Juli 2016
2 planet di tata surya Trappist-1 disebut Trappist-1b dan Trappist-1c dari Nasa.Gov
Kali ini teleskop Nasa mengukur dengan alat spectroscopik, mengukur dari 2 dari 3 planet di Trappist-1. Pertama kali Hubble mencoba mengukur satu planet tersebut untuk pencarian planet seukuran Bumi.



Februari 2017
4 planet lain ditemukan, mengunakan instrumen Nasa Spitzer teleskop dan VLT teleskop (bumi). 7 planet diperkirakan memiliki permukaan berbatu, dan beberapa memiliki massa yang sama seperti Bumi.

Dari total 7 planet, hanya 3 yang diperkirakan berada di zona habitat atau kemungkinan adanya air dan tidak terlalu dingin.

Tatasurya 
Trappist-1
 total ada 7 planet dan 6 planet berbatu tapi 3 yang berada tepat di 
zona habitat

Susunan tata surya Trappist-1
  • Trappist 1A disebut Bintang. Berada di konstelasi Aquarius. Diperkirakan bintang tersebut memiliki usia 500 miliar tahun lebih
  • Planet Trappist 1B. Memiliki massa 0,85 dari Bumi dan orbit 1.5 hari
  • Planet Trappist 1C. Memiliki massa 1,38 dari Bumi dan orbit 2,42 hari
  • Planet Trappist 1D. Memiliki massa 0,41 dari Bumi dan orbit 4 hari
  • Planet Trappist 1E. Memiliki massa 0,62 dari Bumi dan orbit 6 hari
  • Planet Trappist 1F. Memiliki massa  0,68 dari Bumi dan orbit 9 hari
  • Planet Trappist 1G. Memiliki massa 1.34 dari Bumi dan orbit 12 hari
  • Planet Trappist 1H. Memiliki orbit 20 hari tapi belum diketahui informasi lebih lanjut
  • Planet Trappist X. Satu lagi kemungkinan sebuahplanet lain. Hanya belum terlihat dan masih di observasi

Ini yang menarik. Peneliti mengatakan ke 7 planet memiliki orbit saling berdekatan. Bila tinggal disana, kita bisa melihat dengan mudah planet lainnya di langit.

Tatasurya Trappist-1 total ada 7 planet dan 6 planet berbatu tapi 3 yang berada tepat di zona habitat

Planet yang berada di zona aman untuk kehidupan adalah planet ke 4,5, dan 6. Mau pindah ke planet ini, jangan jangan sudah ada alien yang menetap disana.



Langkah selanjutnya tim Nasa diluncurkan teleskop James Webb untuk mengukur lebih akurat.



Update Mei 2017
Dibawah ini animasi TataSurya Trappist 1. Setidaknya 7 planet ada disana ujar Nasa


Planet Trappis 1h memiliki orbit paling misterius.  3 planet berada di zona layak huni, mungkin memiliki cairan dan planet berbatu.
Berdasarakan data teleskop Kepler, astronom dari universitas Washington menentukan planet Trappist 1h mengorbit 19 hari sekali dan planet ini terlalu dingin.
Data ini tidak dirilis sebelum tanggal 8 Maret 2017 lalu. Ketika tata surya Trappist ditemukan, baru 3 planet terditeksi, sekarang 7.
Dibawah ini animasi ke 7 planet, terlihat 3 planet paling luar memiliki ketertarikan satu sama lain. Yaitu planet Trappist 1f, 1g dan 1h memiliki efek resonansi orbital
Ciri planet seperti ini ditemukan juga di tata surya Kepler 80 dan Kepler 223 dimana ada keterikatan gravitasi dari 4 planet.



Juli 2017
Apakah memungkinan kehidupan di Trappist-1. Peneliti mengatkan walau bintang disana jauh lebih kecil dari matahari. Tetapi planet yang ada terlalu dekat ke bintang.
Bila disebut disana memungkinan air mencair, itu hanya salah satu faktor sebuah planet disebut layak huni (zona habitat).
Mengapa ilmuwan Manasvi Lingam meragukan. Bintang yang terlalu dekat akan mengeluarkan radiasi dan menghantam planet. Intensitasnya jauh lebih besar, membuat sebagian atmofer planet disana hancur. Bumi memiliki pelindung dengan perisai magnet Bumi. Tetapi bila terlalu dekat ke bintang, belum tentu mampu mempertahankan atmofer planet.
Partikel bintang kerdil merah dapat memukul dengan kekuatan 1.000-100.000 lebih besar ke planet.

Agustus 2017
Tim Nasa JPL mengatakan, bila anda ingin tahu apakah kehidupan bisa bertahan dari planet di sebuah tata surya. Bagian penting mengukur usia bintang. Bintang berusia muda adalah bintang aktif, dan sering mengeluarkan energi tinggi yang disebut suar. Membuat orbit planet tidak stabil.
Bintang tua akan lebih tenang, dan planet juga berusia lebih tau.

Penelitian dengan bintang Trappist-1 disimpulkan, usia bintang sekitar 5,4-9,8 miliar tahun. Artinya 2x lebih tua dari tata surya kita yang baru berusia 4,5 miliar tahun.
Bintang Trappist-1 memiliki ukuran lebih kecil, disebut bintang kerdil merah.

Usia hidup bintang Trappist-1 diperkirakan jauh lebih lama, dibanding matahari sekitar 10 miliar tahun akan mati.
Hal ini menyimpulkan ada 3 planet yang mungkin sebagai planet habitat, dan dapat ditinggali mahluk hidup disana. Tentu harus diperhitungkan kembali, apakah planet disana memang selamat, mengingat atmofer planet Mars di tata surya kita hancur akibat angin matahari.

Mengingat usia tata surya dan planet disana sudah lebih tua bahkan usianya 2x dari tata surya kita.

Februari 2018

Info tata surya Trappist-1 - Nasa Tumblr - Nasa JPL

Bagaimana manusia mencari planet lain seperti bumi dengan teleskop Kepler. 30 tahun lalu kita tidak tahu ada planet lain di luar tata surya. Dengan instrumen baru, astronom mencoba melihat tata surya ditemukan 4 planet yang sebelumnya hanya 3. Ditemukan lagi 44 exoplanet dari data tahun 2016

Sebuah planet disebut Proxima b berada di dekat bintang katai merah atau bintang kerdil. Peneliti menyebut disana sukar untuk tinggal. Tunggu, sangat besar kemungkinan di coret karena 2 kriteria yang tidak dipenuhi. Penemuan terbaru bintang Proxima juga agresif mengeluarkan kilatan bintang, mencapai 10x kekuatan kilat matahari kita.

Peneliti melakukan pengamatan dengan teleskop Alma dan VLA. Menemukan sebuah tata surya baru. disana terdapat 3 bintang dengan 2 bintang berada ditengah dan satu bintang terletak sampai 800x lebar tata surya kita



Tata surya Elias 2-27 disana terdapat bintang seukuran separuh matahari kita. Terlihat sedang membentuk planet yang nantinya akan menjadi sebuah tata surya lengkap. Tapi bentuk lingkaran yang terlihat memiliki letak sangat jauh bahkan planet yang muncul mencapai 2-3 kali lebih jauh dari Pluto

Tim peneliti Harvard Smithsonian Center mengumumkan sebuah tata surya ditemukan dengan 3 bintang. Bahkan satu bintang terlihat stabil dikelilingi oleh planet. Awalnya terlihat satu bintang, tetapi penelitian lebih lanjut ada 2 bintang biner. Dan terakhir malah ditemukan 3 bintang.

Susah membayangkan jarak planet ke matahari. Khususnya dengan gambar dan buku. Bagaimana bila jarak antara planet dan matahari di dalam sebuah lapangan bola, termasuk perbandingan besarnya planet ke matahari. Lebih mudah di mengerti , lebih mudah di gambarkan, walau perlu sedikit imajinasi

Teleskop ALMA menangkap tata surya baru HD 142527, dimana disana sedang terbentuk cakram protoplanet. Tetapi ada yang unik di tata surya ini, karena memiliki dua matahari yang juga terbentuk bersamaan. Disebut juga sebagai tata surya dengan bintang biner.



Sebuah tim astronom internasional menemukan planet gas seperti Jupiter yang mengitari sebuah bintang. Jarak dan bintangnya mirip seperti tata surya kita. Bahkan jarak planet seperti Jupiter di tata surya HIP 11915 memiliki jarak yang mirip seperti Jupiter di tata surya kita sendiri. Apakah ada bumi lain disana.

Disebut Quintubple star system atau tata surya dengan 4 bintang. Diberi nama 1SWASP J093010.78+533859.5 dan terletak 250 tahun cahaya dari Bumi. Lokasinya ada di daerah Ursa Major, ke empat dari 5 bintang bintang tersebut sudah di pelajari sejak tahun 20113 oleh Marcus Lohr

Ilmuan sering mencari planet yang cocok dengan ekosistem bumi. Kebanyakan yang dipilih adalah ukurannya. Tetapi banyak planet berukuran seperti bumi jauh dari kata cocok. Diawali dari planet Venus tentu tidak ada yang mau tinggal disana


No popular articles found.