Qualcomm memiliki Quick Charger, mengisi baterai smartphone lebih cepat.

Satu lagi teknologi Quick charger disebut Vooc.

Disini perubahan teknologi pengisian baterai smartphone berbeda dengan prinsip kerja lebih baik.

Pengisisn baterai smartphone diukur berdasarkan Watt. Lebih banyak watt power,  lebih besar daya pengisian baterai sehingga pengisian lebih cepat.

Charger USB standar hanya memberikan voltase 5V DC 500mAh (0,5A). Sedangkan smartphone saat ini lebih banyak mengunakan kapasitas baterai besar, dari 4000mAh sampai 5000mAh.

Oppo membuat sistem pengisian cepat yang disebut VOOC.

Power dalam Watt dihitung berdasarkan Ampere atau A. 5V 2A atau 9V 2A. Pengisian baterai dari USB 2.0 memiliki power 5V, dengan daya antara 0,5A (500mAh) atau setara 2,5W. Charger 5V dengan 2A menghasilkan pengisian daya 10W. Perhitungannya dikalikan saja antara V x A = watt.

Cara kerja Vooc mengisi baterai smartphone mengunakan pengisian 2 tahap.
Tahap pertama mengisi baterai dengan power terbesar atau kekuatan penuh.
Sampai kapasitas baterai 80%, pengisian baterai memasuki tahap 2.
Sampai mendekati penuh, pengisian baterai akan semakin lambat sampai baterai mencapai kapasitas 100% (Full Charge)



Teknologi Charger Oppo Vooc

Ketika mengisi smartphone sampai kapasitas 80%, kadang hanya membutuhkan waktu 30 menit dengan VOOC dan cukup untuk pemakaian telepon atau bicara sampai 8 jam.
Ketika mengisi smartphone diatas kapasitas 80%, pengisian tahap 2 akan semakin lambat. Walau baterai hanya membutuhkan sisa 20% untuk mencapai penuh, tapi membutuhkan waktu 2x lebih lama.

Oppo Vooc mengunakan beberapa pengaman. Pengujian internal di dalam adaptor charger, mengidendifikasi unit di adaptor dan smartphone, pengujian test internal dari smartphone dan sistem pengaman sistem charger smartphone

Pada pengujian dari smartphone Oppo F1 Plus dengan kapasitas baterai 2850mAh, memerlukan waktu hanya 35 menit sampai kapasitas baterai mencapai 0 - 75%. Kapasitas 75% - 90% memerlukan waktu 45 menit. Tetapi sampai 90-100% membutuhkan waktu 1 jam 9 menit.

Disini perbedaan teknologi pengisian cepat dari charger untuk smartphone.

Quick Charger VOOC apa yang perlu ketahui
Pada gambar diatas memperlihatkan kecepatan pengisian baterai Vooc dari Oppo F1 Plus. Membutuhkan waktu 69 menit untuk pengisian baterai 90% dan mencapai full charger sampai 80 menit.
Vooc terlihat lebih cepat dibanding teknologi Qualcomm Quick Charger .
Vooc terlihat memiliki kemampuan yang sama dengan  Mediatek PumpExpress

Panas baterai dampak usia pemakaian
Mengunakan power lebih rendah (tanpa quick charger), baterai smartphone lebih awet. Kareka kebutuhan pengunaan smartphone memerlukan pengisian baterai lebih cepat.
Baterai smarphone akan panas ketika pengisian dengan power besar. Khususnya dengan voltase tinggi.
Baterai yang di charger dengan arus besar, akan membuat cell baterai lebih cepat rusak.

Disini perbedaan teknologi Vooc dengan pengisian cepat baterai smartphone lain. Oppo membuat sistem pengisian baterai lebih dingin, atau menjaga suhu baterai tidak kepanasan agar tidak cepat rusak.

  • Oppo R7 mampu mempertahankan peningkatan panas baterai sampai 3.3 deg.C
  • Vivo X6D dengan teknologi Mediatek PumpExpress+, meningkatkan panas baterai 8 derajat C.
  • Huawei Mate 8 dengan SmartPower, meningkatkan panas baterai sampai 8 deg.C
  • Samsung Note 5 dengan Samsung Adaptive Fast Charging juga naik 8,5 deg.C
  • Samsung Note QC 2.0 membuat suhu baterai naik 11 derajat C.
  • Moto X Force dengan Turbo Power meningkatkan panas baterai paling tinggi 19 deg.C

Panas pengisian baterai smartphone ketika di Charger dengan VOOC
Oppo juga menempatkan sistem Vooc pada powerbank dengan charger Vooc. Memiliki pengisian lebih cepat pada powerbank selama 30 menit untuk kapasitas 75% dan 90% untuk kapasitas penuh.

Teknologi Oppo Vooc hanya tersedia untuk smartphone Oppo. Termasuk unit Powerbank khusus dengan tanda Vooc. Tetapi charger khusus untuk smartphone Oppo dengan Adaptor Charger Vooc tidak murah.