Mungkin kita bertanya mengapa turbin angin dibuat dengan 3 baling, mengapa tidak 4 atau 8 baling agar mendapat daya dorong lebih kuat.

Alasannya sederhana, produsen membuat dengan beberapa pertimbangan dan memiliki disain turbin angin dengan 3 baling.

Karena turbin angin lebih efisien dan menghasilkan listrik sepanjang waktu. Sementara energi solar cell atau panel surya lebih mahal dibuat dan hanya menghasilkan listrik di malam hari.

Alasan dari beberapa faktor, dan faktur utama adalah biaya pembangunan turbin angin.

4 baling atau lebih mengapa tidak dibuat
Mengunakan baling lebih banyak dapat meningkatkan kinerja turbin angin. Tetapi biayanya tidak murah, butuh baling lebih banyak sama saja dengan menambah biaya produksi. Ketika daya dorong angin lebih besar, maka baling lebih banyak akan mendapat tekanan.

Struktur tiang turbin angin akan bermasalah bila tidak di dirikan di pondasi yang kuat. Membangun turbin angin dengan banyak kipas akan lebih mahal.
Posisi baling lebih banyak harus menahan tekanan lebih besar. Bila terjadi badai, diperkirakan turbin angin dengan baling lebih banyak akan rusak.


2 baling turbin angin mengapa tidak digunakan
Bila biaya baling turbin angin lebih mahal, mengapa tidak dibuat 2 saja.
Kembali ke biaya turbin listrik. Hasil putaran 2 baling dapat dirancang seperti kekuatan turbin angin dengan 3 baling atau lebih. Tetapi dibutuhkan putaran baling lebih cepat, untuk mendapatkan daya yang sama dibanding 3 baling atau lebih besar.
Disain baling harus dibuat dengan lekukan lebih rumit untuk mendapatkan tekanan angin yang besar dan magnit pembangkit lebih kuat. Disini lagi lagi biaya produksi lebih mahal

Kendala lain, dengan putaran baling lebih cepat, turbin akan bergerak lebih cepat dan menghasilkan suara bising. Karena struktur untuk mendapat energi yang sama, diperlukan 50% putaran lebih cepat dibanding putaran turbin dengan 3 baling.

Ketika baling berputar lebih cepat, tekanan atau stres pada poros turbin harus dibuat lebih kuat dan lagi lagi biaya perawatan lebih mahal. Perawatan lebih mahal dibanding turbin angin dengan 3 baling sehingga tidak efisien untuk menutup biaya dengan keuntungan pemilik turbin angin.

Mengapa turbin angin 3 baling untuk pembangkit listrik


3 baling turbin angin paling ideal
Sebuah turbin angin terbesar dapat mencapai diameter 135 meter. Satu baling memiliki berat 3 ton, dengan 3 baling mampu menghasilkan daya 8 megawatt listrik. Biaya satu turbin angin tipe V164 saja sudah memakan biaya 100.000 dollar.
Posisi baling dapat dipasang lebih tinggi sampai 100 meter, agar baling mampu memutar turbin listrik.

Mengapa turbin angin pembangkit tenaga listrik hanya 3 baling:
  • Pilihan 3 baling adalah Goldilock dari jumlah baling lainnya.
  • Tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat
  • Biaya efektif dan tidak terlalu mahal
  • Mendapatkan power yang cukup untuk mengerakan turbin
  • Perawatan lebih murah, meminalkan kerusakan struktur dan mesin turbin
  • Tidak menganggu lingkungan
Akhirnya turbin angin dibuat dengan 3 baling

Juli 2017
Asia Pasifik diperkirakan akan membangun pembangkit turbin angin dalam 10 tahun kedepan. Kekuatan 72GW, tapi diluar pembangunan pembangkit energi terbarukan dari China.
Menjadi wilayah dengan pembangkit angin terbesar di belahan dunia.

Tahun 2016, wilayah Asia Pasifik menanbah pembangkit turbin angin dengan kapasitas 4,8GW.
Tahun 2017, bisa selesai akan meningkat lagi 30%, dan 10 tahun kedepan mencapai kapasitas 72GW pembangkit turbin angin baru.

India awalnya masih mengunakan tarif pemakaian. Sekarang beralih ke energi angin di tingkat nasional. Disana akan ditambah pembangin turbin angin baru.
Australia awalnya mengalami ketidakpastian dari politisi. Sekarang perusahaan disana bersemangat mengembangkan energi angin.
Jepang mengalami pertumbuhan dengan membangun pembangkit energi angin sampai 10GB, dan membutuhkan waktu 5 tahun untuk penyelesaian.