Pesawat Boeing atau Airbus adalah produsen pesawat.

Tetapi kedua perusahaan tersebut tidak membuat mesin pesawat untuk jet komersil mereka. Produsen mesin pesawat terbesar di dunia adalah General Electric dan Roll Royce.

GE sedang membuat prototipe mesin GE9X, mesin ini menjadi mesin pesawat paling kuat untuk pesawat jet komersil. Roker mesin tersebut memiliki ukuran fan 3,35 meter dan tercatat sebagai mesin jet dengan baling mesin terbesar.

Disain mesin dibuat dengan teknologi printer 3D di bagian lubang bahan bakar. Sistem pengapian dan turbin dibuat ringan, serta materi tahan panas seperti bahan komposit keramik.
Dengan bahan keramik CMC, mesin dapat beroperasi sampai panas 1315 derajat Celcius.

Pada baling GE9X tidak mengunakan bahan metal aluminium, tetapi baling dari bahan carbon ringan.


Mesin jet GE9X  terbesar di dunia


Mesin GE9X dirancang yang dirancang menghasilkan daya dorong sampai 100.000 pound. Memiliki 16 bilah kipas / baling.

Mesin GE9X belum mengalahkan kekuatan mesin GE sebelumnya tipe GE90-115B dengan 22 baling yang mampu memberikan daya dorong 127.600 pound.

Jika dibanding dengan satu mesin roket pendorong roket pesawat antariksa yang memiliki daya dorong 370.000 pound.  Roket pendorong pesawat ulang alik memiliki total tenaga 1,2 juta pound dari 3 mesin roket.



Pesawat yang akan memakai mesin kekuatan besar ini adalah Boeing 777X, dan GE sudah menerima 700 pesanan mesin untuk pesawat Emirates, Lufthansa, Etihad Quatar dan Cathay.

Maret 2018
Tanggal 14 lalu mesin GE9X mulai diuji coba dan dipasangkan di sebuah pesawat Boeing 747-400. Dari 4 mesin, satu mesin tipe GE9X.
Penerbangan pertama berlangsung selama 4 jam, dan kembali di evaluasi.
Sebelum mesin diuji coba, tim GE9X dan Vitorville telah menghabiskan waktu berbulan bulan untuk persiapan.
Pengujian akan dilakukan untuk test pertama dari persyaratan FAA selama 150 jam. Dan uji kerja mesin dengan 3 kondisi, putaran fan maksimum, kecepatan kipas maksimum dan panas suhu.

Dibawah ini pengujian mesin GE9X



Mesin jet GE9X  terbesar di dunia diuji Maret 2018