Docquity media sosial dokter untuk saling membantu


Green | 5 April 2016

Docquity adalah aplikasi profesi doktor. Aplikasi tersebut untuk komunikasi kalangan medis dan saling membantu untuk memberi pendapat , khususnya kondisi darurat, informasi tambahan dan hal lain.

Pembuatnya adalah Indranil Roychowdhury, dia membuat aplikasi Docquity dari pengalaman ayahnya yang hampir meninggal di rumah sakit. Tahun 2011, orang tua Indranil mengalami tekanan darah rendah, dan sakit di dada.

Seorang dokter senior mendiagnosis sebagai penyakit jantung dan mengatakan kepada keluarga bahwa ayahnya tidak akan bertahan hidup. Seorang dokter lain yang mendampingi ayah Indranil selama masa kritis.

Si dokter pendamping tidak menyerah, sampai dia menelpon rekan kuliahnya di Amerika dan meminta pendapat kedua. Tidak lama dia meminta perawat untuk memberikan 400mg Cordarone ke pasien. Waktu berlalu, ayah Indranil harus di ICU selama 90 hari dan selamat. Bahkan sekarang dia sehat, yang menyelamatkan adalah suntikan dari dokter pendamping tersebut.

Seandainya informasi memberikan obat tersebut tidak dilakukan, dokter tidak menelpon sahabatnya, jika dokter tidak mendapatkan informasi tambahan, mungkin cerita akhirnya berbeda.

Docquity dibuat oleh Indranil. Memberikan akses ke seluruh dokter dimana saja untuk saling membantu. Pada dasarnya sebuah jaringan sosial bagi kalangan dokter dan semua dokter dapat bekerja sama.



Setiap dokter dapat mengisi informasi profil, keahlian agar dokter lain dapat menemukan lebih mudah. Pencarian informasi dibagi berdasarkan nama dokter, asosiasi atau spesialisasi.

Dari pencarian seorang dokter dapat mencari dokter lain yang dibutuhkan untuk meminta bantuan pendapat. Atau melakukan diskusi antar para dokter seperti Chat, berbagi laporan kesehatan pasien, dan lainnya. Kedepan setiap dokter dapat mengirim video untuk berbagi dengan dokter lain.

Aplikasi khusus untuk kalangan dokter
Informasi lebih lanjut dengan Docquity dapat dilihat via website

Berita terkait
www.obengplus.com/artikel/articles/160/2/Instant-Heart-Rate-aplikasi-detak-jantung
Tarif BPJS naik mulai 1 Januari 2020. Tahun 2019, semua peserta dapat meminta pindah layanan Faskes, setidaknya 3 bulan dan tetap mendapatkan perawatan gratis. Bila peserta datang ke tempat yang bukan layanan Faskes yang ditunjuk akan dikenakan biaya Rp.10.000. Dan biaya berobat di tanggung sendiri.

Pasien yang sekarat membutuhkan peralatan ECMO, tapi mesin tersebut jaraknya 450km di rumah sakit terdekat. Tanpa mesin pendukung tersebut dipastikan pasien akan meninggal. Bagaimana tim medis mengirim peralatan medis dengan jet tempur, hanya 25 menit sampai



Ada tanda tanda ketika kita kurang sehat, dan dapat dilihat tingkah laku kita dan apa yang dikeluarkan oleh tubuh. Beberapa tanda gangguan kesehatan dapat terlihat dari tubuh mesin kita agar peringatan dari tubuh tidak di kesampingkan.




No popular articles found.