Bug Bounty dengan julukan Whitehat Hacker


Kategori : News | Date : 1 April 2019
Sekali mendapatkan dan melaporkan ke perusahaan software mendapat penghargaan sangat besar.
Anand Prakash lahir di Bhadra India Barat adalah seorang Bug Bounty.

Dia mendapatkan ratusan ribu dollar karena pekerjaannya membantu perusahaan Amerika.

Di waktu luang, dia lebih banyak main game di internet cafe dibanding remaja seusianya bermain cricket. Siapa yang dibantu oleh Anand Prakash.

  Cerita di mulai ketika di kampus ketika mencari pekerjaan. Prakash menemukan kelemahan aplikasi Facebook dan dia melaporkan kelemahan tersebut, lalu mendapat penghargaan sebagai WhiteHat Hacker. Dimana dia mengunjungi website lalu menguji dan menemukan bug, dengan upaya untuk melindungi pengunjung website

Anand Prasha Bug BountySekarang dia sudah mendapatkan 150 ribu dollar lebih. Dari upayanya membantu Facebook atau Google dalam melindungi sistem mereka, serta melindungi user penguna dua layanan website raksasa tersebut.

Ada yang menarik dari Prakash, dia belajar otodidak tentang peretas, membaca dan melihat. Pertama kali dia menemukan bug Facebook dalam hal sederhana, dan mendapat penghargaan 33 ribu rupee.

Sejak itu
Prakash sudah melaporkan 90 bug untuk Facebook saja. Dan banyak perusahaan lain dari Twitter, Google, Dropbox, Adobe, eBay dan Paypal juga dibantu.

Satu bug paling penting ketika peretas hitam bisa melihat pesan, kredit / debit card dan foto pribadi di Facebook. Facebook ketika itu di dibayar 1 juta rupee untuk penemuannya.

Keunikan
Prakash lainnya, dia tidak pernah mengunakan uang dari hasil kerjanya dan memilih menabung. Dia mengatakan tertarik membantu Facebook dan Google, karena disana banyak data bagi penguna internet lain. Bila dihitung disana terdapat jutaan member, dan dia peduli dengan keamanan data (penguna internet).

Kembali ke Prakash, sistem keamanan cyber India tumbuh lebih cepat tanpa bantuan pemerintah. Pemerintah India belum mengerti seberapa pentingnya potensi remaja dan anak muda di bidang teknologi. Hacker paling berbakat adalah India, memiliki penemuan jumlah bug terbesar ke perusahaan internet dunia.



Di negara berkembang, berburu bug adalah karunia, karena dianggap sebagai olahraga yang menarik di bidang teknologi plus menghasilkan pekerjaan untuk dirinya sendiri.

Tahun 2015 Facebook menerima 13.233 kirim dari 5.543 hacker di seluruh dunia. Sebagian besar laporan berasal dari kota kota kecil di negara berkembang. Seperti India, Mesir, Trinidad dan Tobago.

Whitehat Hacker Rahul Thyagi Cerita WhiteHat Hacker lainnya. Rahul Thyagi juga mendapat julukan WhiteHat hacker dan tinggal di Gurdaspur utara India. Dia bercerita banyak teman temannya dapat hidup layak dengan berburu bug untuk layanan Twitter dan Facebook.

Sebulan penghasilan mereka rata rata 2000 dollar perbulan, dan pekerjaannya tidak keluar dari kamar.

Dari sisi kehidupan, orang tidak mendapat pekerjaan akhirnya harus belajar setiap hari dan teknologi berubah begitu cepat.

Asal mula menjadi WhiteHat Hacker, Tyagi pertama mendapat computer dengan OS Windows 98. Pengetahuannya didapat dari pengalaman sebagai teknisi computer. Berlanjut, banyak yang meminta bantuan untuk menginstall Windows XP. Imbalannya dulu dengan permen atau makanan. Bagi mereka yang sudah dibantu adalah hal  besar.

Pengalaman lain ketika dia ingin bermain game PS1 agar bekerja di computer. Saya satu satunya yang memiliki PS yang jalan di computer ketika itu.

Trishneet Arora Trishneet Arora seorang remaja 22 tahun tinggal di Ludhiana India Utara. Dia tidak lulus SMA tapi sekarang menjalankan perusahaan keamanan Cyber Multinational. Telah menerbitkan 3 buku tentang "Etis Peretas" dan mendapatkan penghargaan pemerintah tentang konstribusinya untuk keamanan online.

Bayangkan kemampuan remaja yang mampu meretas data senilai jutaan dollar dari akses account bank. Ketika itu seseorang mengatakan "Tidak" lalu menjadi WhiteHat Hacker atau peretas yang baik dan memberi tahu kelemahan sistem yang telah ditemukan.

Arora pernah bercerita, di sebuah rumah sakit ICU mengunakan mesin berbasis Cloud Server. Dia mengatakan saya bisa menjebol perangkat itu, dan menemukan kerentanan. Tapi  saya menutupnya, katanya. Lanjutnya, bayangkan bila seseorang di meja operasi dapat meninggal tanpa diketahui siapa yang melakukan karena peralatan computer di rumah sakit.

Juni 2017
Google naikan lagi hadiah Bug Bounty sampai $200.000 untuk penemu bug di Android. Program dimulai pertengahan bulan Mei 2017.

Bila menemukan bug di Android laporkan dan akan mendapat penghargaan dari Google. Setiap komponen kelemahan OS Android atau Exploit dihargai $30.000-$50.000 per modul yang dilaporkan. Ingat itu permodul kelemahan yang dihargai bila ditemukan.

Dengan hadiah sebesar itu, Google berharap mendapat bantuan dari kalangan muda baik dari peneliti dan insinyur untuk ikut membantu menutup kelemahan OS Android.
Hadiah terbesar untuk kelemahan TrustZone dan Verified Boot dengan penghargaan dari $50.000-$200.000/ - Info Security Blog Google

April 2019
Microsoft menaikan lagi penghargaan bagi penemu bug produk software Microsoft. Dari 15 ribu dollar menjadi 50 ribu dollar.
Dan Microsoft Cloud juga dinaikan dari 15 ribu dollar menjadi 20 ribu dollar.

Microsoft Bounty Program dapat dilihat via Blog Tech
Bisa membobol OS Chromebook atau mencari bug di OS tersebut, anda dapat hadiah. Ini menantang bagi mereka yang ahli di bidang OS computer. Google Play Security Reward Program juga dibuka Oktober 2017, dapat hadiah $1000. Juli 2019 angkanya naik lagi

Department of Defense (DoD), departemen pertahanan Amerika memberikan hadian 150 ribu dollar bagi penemu bug aplikasi ke beberapa website DOD. Program ini adalah program pertama kali yang ditawarkan DoD dari pemerintah untuk para hacker membantu sistem kelemahan mereka.



Upaya ini untuk menarik para ahli computer dan kalangan peretas menemukan bug atau kelemahan di OS tersebut. Yu Yang seorang peneliti baru saja mendapatkan $100.00 dari Microsoft




No popular articles found.