Berapa usia alam semesta.
Usia alam semesta kita, estimasi terbaik 13,8 miliar tahun.

Usia Bumi saat ini diperkirakan 4,5 miliar tahun.

Disini berbicara angka, berdasarkan  pengamatan yang dilakukan pada akhir abad ini. Edwin Hubble mengemukakan semua galaksi bergerak. Terlihat dari tanda cahaya merah dan biru.

Semakin jauh maka galaksi bergerak berlawanan arah dari Bumi terlihat berwarna merah. Biru diartikan sebuah galaksi bergerak lebih dekat ke arah Bumi.
Hal lain, berapa suhu di alam semesta. Ketika terjadinya Big Bang, alam semesta meluas, panas dan sampai pengukuran suhu di ruang angkasa mencapai -270 derajat Celcius. Manusia dapat hidup karena cahaya matahari, memanaskan planet dengan suhu ideal. Bumi berada di tempat yang tepat atau zona habitat. Lalu kapan manusia akan punah, nanti tapi tidak diketahui kapan. Seandainya manusia bisa pergi secara nomanen meninggalkan planet. Lalu pergi ke planet lain dan terus bertahan. Apakah manusia bisa terus hidup. Kembali ke pertanyaan semula, sampai kapan usia alam semesta, tidak ada yang tahu

Alam semesta terus mengembang
Bayangkan sebuah balon yang ditiup dan terus membesar. Di awal alam semesta, diperkirakan sebuah benda yang sangat padat dan panas. Menyebabkan ledakan dan memperluas semua isi yang ada seperti balon. Kecepatan perluasan terus meningkat dari waktu ke waktu karena efek dari energi gelap / dark energy.

Seperti apa energi gelap tersebut, tidak diketahui. Tetapi diperkirakan memberi dorongan negatif. Bertindak sebagai gaya tolak yang menyebabkan semua isi alam semesta terus mengembang.
Beberapa percobaan mencari seperti apa energi gelap, ada jawaban tapi tidak pernah sempurna sebagai penjelasan.

Mengapa Big Bang terjadi
Artinya mengapa ledakan besar tersebut terjadi. Ini lebih mengarah ke filosofis dan metafisis. Karena ilmuwan hanya mampu memperkirakan apa yang saat ini dan dan menyimpulkan terjadinya alam semesta disebabkan Big Bang berdasarkan penglihatan di masa lalu. Seperti melihat gerakan galaksi yang sangat jauh

Mendekati kata tepat, Big Bang dimana terjadi kepadatan dan panas di satu titik. Berarti cahaya tidak dapat melakukan perjalanan di sekitar benda tersebut dan terus diserap lalu kembali di pancarkan.
Ilmuwan memperkirakan setidaknya sampai usia alam semesta yang dilihat pada 380 ribu tahun setelah terjadinya Big Bang. Alam semesta kembali mendingin dan memungkinkan cahaya melakukan perjalanan tanpa terganggu.

Peneliti mengunakan LIGO, dan baru menyelesaikan pengamatan untuk mendteksi gelombang gravitasi dari peristiwa astrofisika. Tetapi alat sensor LIGO tidak mampu menditeksi lebih jauh, seperti melihat sinyal ketika terjadinya Big Bang. Diharapkan di masa depan ada alat yang lebih sensitif untuk menemukan jawaban asal mula terjadinya Big Bang.
Tetapi manusia tidak bisa melihat terjadinya Big Bang, hanya bisa melihat benda yang baru lahir ketika alam semesta terbentuk. Sejauh ini hanya usia sebuah galaksi yang umurnya 380 ribu tahun. atau 13,8 miliar tahun - 380 ribu tahun, adalah letak benda yang dilihat kita.

Kapan alam semesta berakhir
Waktunya masih lama atau mungkin sangat lama.

Ada beberapa teori, Big Rip dan Big Crunch. Keduanya mengakibatkan kematian panas yang ada di alam semesta, seluruh bintang akan mati dan tentu saja isi kehidupan alam semesta berakhir.
Big Rip adalah alam semesta akan terus terpencar dan terus menjauh tidak berhenti.
Big Crunch ketika semua isi alam semesta kembali ke titik yang sama.

Satu teori lain menyebut, suatu hari semua isi galaksi akan berhenti, sampai semua bintang tidak lagi bercahaya. Artinya kehidupan jauh di masa mendatang, semuanya akan dingin membeku.

Selama ini semua galaksi terus berpencar saling menjauh, walau sebagian ada yang bertabrakan. Tetapi nanti miliaran tahun ke depan, semua galaksi akan semakin menjauh satu sama lain. Lalu kembali kepada 2 teori diatas, mungkin semuanya akan mundur kembali atau selamanya tidak akan pernah bertemu. Kapan waktunya, tidak ada jawaban pasti

Alam semesta paralel atau Multiverse
Ini bagian menarik. Bila manusia berada di satu alam semesta. Bayangkan kita hidup di sebuah gelembung super raksasa. Dimana di dalamnya terdapat planet bumi dan jutaan galaksi.

Apakah mungkin bumi memiliki kembaran seperti doppleganger. Interpretasi bahwa alam semesta mungkin memiliki banyak dunia. Dan keduanya dianggap ada, tapi berbeda kehidupan. Dalam arti bukan seperti membalikan uang koin antara sisi belakang dan depan, tapi pada tingkat kuantum mekanik.
Kuantum mekanik bekerja dengan hasil probabilitas, dan bukan seperti kapan atau dimana terjadi. Dan alam semesta paralel secara intrinsik terpisah, dan manusia tidak pernah bisa berkomunikasi dengan mereka.

Bila alam semesta kita di ibaratkan sebuah gelembung, dimana isi seluruhnya ada di dalam. Bayangkan kita berada di sebuah gelembung yang luar biasa besarnya. Apakah ada gelembung lain yang sama disamping gelembung alam semesta kita ?

Multiverse sebenarnya bukan teori, tapi merupakan konsekuensi tentang pemahaman teori fisika. Teori alam semesta paralel lebih muncul di fiksi ilmiah dan sedikit hubungan dengan teori fisika modern. Jadi bisa saja alam semesta memiliki paralel lebih dari satu bahkan banyak, atau ada alam semesta disamping kita yang tidak bisa dilihat.

Alam semesta dengan paralel alam semesta lain atau multiverse

Alam semesta tidak terbatas.
Apakah ada kehidupan cerdas lain. Di tahun 1960, astronom Frank Drake membuat teori Drake. Menetapkan harapan adanya peradaban cerdas yang mungkin ada di alam semesta ini. Memperhitungkan dari jumlah bintang dari sebuah galaksi, jumlah planet yang mendukung kehidupan dan lainnya. Mengingat alam semesta dan waktu yang sudah berlalu, dan sudah berumur miliaran tahun. Mungkin ada kehidupan cerdas lain bahkan ada jutaan peradaban cerdas di luar sana.

Menjadi pertanyaan, apakah manusia pernah berkomunikasi dengan alien. Ini tidak bisa dijawab dan tertutup dengan teori paradok Fermi. Walau besar kemungkinan adanya peradaban modern seperti manusia, sejauh ini kita tidak pernah melihat atau mendengar dengan pasti keberadaan mereka.

Untuk teknologi saat ini, kemampuan manusia masih sangat terbatas. Untuk terbang ke sebuah bintang terdekat, setidanya membutuhkan waktu ratusan - ribuan tahun. Walau jaraknya hanya 4 tahun cahaya. Mendengar mereka sama saja mendengar sinyal radio, yang kelambatannya sama seperti cahaya. Butuh ribuan bahkan jutaan tahun untuk mendengar peradaban alien.

Isi Black Hole
Lubang hitam atau black hole masih menjadi pertanyaan besar dari dunia astronom. Tidak perlu melihat sebuah supermasive black hole yang ada di tengah galaksi. Bila sebuah black hole berukuran kecil saja melintas di dekat tata surya kita. Mungkin benda tersebut akan luput dari penglihatan teleskop milik manusia.

Apa isi black hole atau di dalam lubang hitam, masih belum terjawab. Lubang hitam memiliiki inti singularitas, seperti bumi memiliki benda padat seperti tanah, magma dan lautan. Tetapi disana terbentuk dengan warna hitam yang sangat padat. Isinya tidak pernah bisa dilihat, karena tidak memiliki cahaya (sumber cahaya seperti bintang), bahkan apapun akan diserap dan ditarik oleh lubang hitam.

Diluar bagian Black Hole disebut singularitas sebagai cakrawala atau horizon, batas antara batas kekuatan gravitasi Black Hole yang menarik semua benda.
Ketika seseorang dapat mendekati bagian cakrawala, apa yang lewat disana akan berbelok jatuh mengarah ke lubang hitam. Termasuk cahaya ikit berbelok dan lenyap, cahaya tidak dapat melintas di sekitar cakrawala black hole. Tapi pertanyaannya, apakah benda lubang hitam itu yang belum terjawab. Ilmuwan hanya bisa menjawab, disana (black hole) ada dengan bentuk sebuah benda yang padat tapi tidak terlihat.

Bila manusia melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya
Disini teori fisika masih berlaku. Tidak mungkin manusia melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya atau lebih cepat dari kecepatan cahaya. Massa dari pesawat dan kekuatan daya dorong pesawat membutuhkan energi tidak terbatas untuk mencapai kecepatan cahaya.

Sekarang belum dapat dijawab, tetapi suatu hari mungkin saja. Misalnya manusia memanfaatkan lubang cacing, sehingga tidak perlu mengunakan energi terlalu besar dan melintas di ruang yang terlipat tersebut.
Atau mengunakan teknologi warp, dimana pesawat membuat gelembung energi negatif. Walau masih sebatas teori, untuk menghasilkan energi negatif tidak jelas seperti apa.

Perjalanan waktu.
Seandainya seseorang melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya. Lalu terbang menuju bintang terdekat dengan kecepatan cahaya selama 10 tahun pulang pergi. Ketika kembali ke Bumi maka usia orang lain sudah berlalu 100 tahun. Semakin cepat melakukan perjalanan dan kembali ke Bumi, semakin lambat usia seseorang di alam semesta ini.
Metode ini mungkin digunakan untuk perjalanan ke masa depan. Tetapi perjalanan yang bisa dilakukan hanya terjadi untuk satu perjalanan.
Bila seseorang bisa menemukan cara untuk perjalanan waktu secara mundur mungkin dia tidak akan kembali ke tempat yang sama. Yang satu ini masih sebatas teori.

Materi gelap / Dark Matter  dan Dark Energy
Isi alam semesta hanya 5% yang dapat dilihat, 95% merupakan energi gelap atau materi gelap. Jadi kita tidak melihat materi tersebut, tetapi ilmuwan berpikir ada bagian lain seperti energi gelap Dark Energy menjadi kekuatan misterius. Menyebabkan alam semesta ini terus bergerak. Atau bisa saja energi gelap adalah kesalahan dari teori gravitasi.
Materi gelap adalah bahan yang tidak terlihat yang sebagian besar isinya berada di galaksi. Para ilmuwan berpikir, benda itu adalah gaya gravitasi yang saling menekan atau menarik dengan gravitasi lain.
Tim peneliti Oxford mempertanyakan Dark Energy, seandainya data yang digunakan ilmuwan sebelumnya ternyata cacat. Mereka melihat galaksi terdorong oleh kekuatan lain dalam bentuk energi konstan yang tidak terlihat. Mereka mengatakan gelombang mikro kosmik tidak pangsung dipengaruhi oleh dark energy atau energi gelap. Melihat kembali pengamatan dari bekas sisa Big Bang,

Sinar kosmik sebagai energi tinggi tidak diketahui asalnya.
Setiap hari Bumi ditabrak oleh partikel kosmik. Tapi bumi tetap aman, hanya saja energi tersebut sebagian besar berasal dari luar tata surya kita.
Sinar kosmik adalah aliran partikel berkecepatn tinggi, terbang melalui ruang hampa dan jatuh ke Bumi. Dari mana asalnya.  Paling dekat adalah partikel dari matahari, disebut sebagai angin surya atau angin matahari. Partikel lain dipastikan bukan berasal dari matahari.
Partikel tersebut dapat menembus apa saja, pertanyaan yang tidak terjawab adalah asal dari energi kosmik tersebut tidak pernah diketahui sumbernya.

Radio Burst atau semburan radio cepat
Teleskop radio di Bumi kadang menerima sinyal frekuensi yang datang dari ruang angkasa. Kadang suaranya hanya dalam hitungan detik atau hitungan menit, kadang lebih singkat hanya hitungan mili detik. Disebut FRB, tapi peneliti tidak tahu dari mana asal frekuensi tersebut.
Studi lain menyebutkan, sumber suara tersebut bisa berasal dari bencana yang sangat dasyat terjadi di alam semesta. Yang lain mengatakan sinyal FRB berasal dari sumber yang sama tapi tempatnya tidak diketahui. Dan penyebab datangnya suara tersebut juga tidak diketahui

Matter dan anti matter akan menghilangkan satu sama lainnya.
Partikel materi dan anti materi dapat saling bertabarakan. Jika jumlahnya sama, maka alam semesta ini akan hadir tanpa partikel. Bing Bang atau ledakan besar membentuk semua isi alam semesta (sejauh pengetahuan manusia). Jumlah materi lebih besar, sedangkan anti materi jauh lebih sedikit. Dalam ilmu fisika, ilmuwan masih mencari apa yang disebut anti materi, setidaknya mengapa kita bisa melihat materi dan anti.materi secara simetris.

Manusia yang ada saat ini bangga dengan kehidupan yang ada. Tapi bagi ilmuwan astrofisika, astronomi dan ilmu fisika menganggap manusia bukan hal penting di alam semesta. Bahkan sangat tidak penting, karena manusia menjadi bagian amat kecil di alam semesta kita sendiri.

Seandainya memang ada mahluk alien. Alien sebagai peradaban lain mungkin mereka sudah sangat maju, tapi tidak lagi mementingkan kebutuhan dirinya. Mereka sudah tahu, pada akhirnya alam semesta akan habis, dan sekarang berusaha bertahan hidup agar tidak punah. Mereka mungkin hidup sebagai nomaden yang pindah dari satu planet ke planet lain tanpa diketahui peradaban lain seperti manusia yang dianggap masih primitif. Mereka bisa saja bersembunyi agar tidak terlihat. Atau mereka tidak mau terlihat oleh manusia, karena dianggap sebagai bangsa yang merusak diri sendiri. Bila mereka tidak melakukan hal tersebut, nasib peradaban mereka juga ikut punah lebih cepat. Bagaimana dengan manusia, belum bisa dijawab dengan pasti.