Timelapse a taste of Viennna


Digital | 10 March 2016

Video timelapse ini dibuat oleh filmmaker Austria Thomas Pocksteiner dan Peter Jablonowski.

Mengunakan teknik timelapse zoom di tempat mereka. Katanya kota Vienna adalah kota yang indah di Austria. Video ini seperti jalan jalan singkat, dari gedung , restoran dan trem.

Proses pembuatannya cukup lama, satu tahun dengan rencana 1 clip setiap minggu. Foto yang dibuat mencapai 2TB.

Timelapse a taste of Viennaa

Perangkat yang digunakan tidak terlalu mahal, hanya satu camera high end Canon 5D Mark III, 2 Canon 6D dan Canon 600D

Sedangkan lensa mengunakan
+ Canon 11-24mm F4
+ Canon TS-E 17mm F4
+ Canon 24-105mm F4
+ Tamron 150-600mm
+ Tamron 24-70mm F2,8
+ Pocketslider
+ Emotimo TB3

Video A Taste of Vienna mendapat Staff Pick




Berita terkait
Salah satu target membuat foto ini untuk melihat garis galaksi yang selalu muncul diatas bumi. Camera andalannya adalah Canon 7D mkII, mengunakan adaptor dengan lensa Nikon 1000mm. Satu lagi video indah tentang astronomi. Siang hari di Hawai bisa melihat bintang.

Fotographer Mike Obinski kali ini melakukan perjalanan yang sama, puluhan ribu km untuk mengejar badai. Mengabadikan pemandangan, hujan, petir dan debu. Video Monsoon 5 semakin menarik melihat petualangan si fotografer pengejar badai ini. 2 camera, 3 bulan mencari badai, video 8 menit Monson V dibuat dari 85.000 foto.



Bayangkan bila ada tim fotografer Indonesia bisa membuat video seperti ini. Mungkin akan menampilkan citra Indonesia lebih indah. Tapi yang ini dibuat oleh tim fotografer dari Shanghai China. Tekniknya lengkap, hasil videonya sempurna.

Sebuah pulau di Atlantik utara menjadi tempat paling menakjubkan kalangan fotografer. Nick Kontostavlakis membuat video timelapse, dan diberi nama Whispering Iceland. Direkam mentok dengan resolusi 4K, dan camera Sony serta lensa premium Zeiss.

Sebuah video dengan judul Once Upon a Time in Cappadocia, mengunakan teknik Hyperlapse. Tapi kali beda. Rob Whitworth kembali memukai dengan produksi video Timelapsenya untuk Turkish Airlines. Mengunakan beraneka teknik dari pemandangan Turki.

Video time lapse awan kumulonimbus di Jakarta terus memunculkan kilatan petir dibuat dalam bentuk video. Awan muncul di pagi hari, sekitar jam 1 pagi. Karena petir terlihat terus menerus, dicoba dibuat video timelapse. Hasilnya dalam durasi 25 menit di dapat beberapa foto kilatan petir yang menarik

Dawidi dari Widicam membuat foto setiap hari selama satu tahun. Posisinya tepat di balkon rumah, dan mengambil gambar dari 21 Maret 2016 sampai 20 Maret 2016. Dia mengunakan lensa wide angle disambung dengan camera Rasperry Pi. Hasilnya pergeseran munculnya matahari setiap hari selama 1 tahun.



Joe Nafis asal California dan dia tinggal di China. Membuat foto Shanghai Tower yang dibangun 6 tahun dalam video Timelapse. Gedung tertinggi kedua di Dunai saat ini akhirnya selesai. Tetapi Nafis sudah ada disana setelah tower tersebut mulai dibangun tahun 2009

Constantine Konovalov dan Irina Neustroeva membuat video cantik dengan durasi 5 detik. Memberikan detil dari kota Paris Perancis. Yang ini, videonya bikin sakit gigi. Begitu panjang dengan gambar sangat baik. 40 hari pengambilan gambar dan 3 bulan untuk mengumpulkan foto. Hasilnya sangat detil tentang kota Paris

Bulan Mei 2012 Sungjin Ahn pergi ke Arizona, California, Nevada dan Utah. Disana dia mampir ke taman nasional Joshua Tre. Lalu dibuat sebuah video timelapse. Pohon Joshua hanya tumbuh di Amerika

Daniel Lopez membuat video Timelapse El Cielo de La Palma. Tidak mengabadikan pada sudut kumpulan bintang, tapi digabung dengan alam disekitar. Dibuat di pulai Canary yang kabarnya menjadi salah satu tempat foto terbaik.




No popular articles found.
< /body>