Malware Libskin Android disebar di 4 store Indonesia nomor 2 paling banyak download


Security | 12 February 2016

Trend Micro menemukan 4 app store memberikan aplikasi Android untuk di download. Disebutkan ke 4 tempat untuk download aplikasi Android berbahaya tersebut adalah Aptoide, Mobogenie, mobile9 dan 9apps. Dari 1153 aplikasi yang ditemukan sudah disusup ANDROIDOS_ LIBSKIN.A yang dapat menganggu smartphone

Sejak 29 Januari 2016 sampai 1 Februari 2016, aplikasi yang ada telah di download dari 169 negara penguna smartphone. Jordan Pan mengatakan penyelidikan ini belum final.

Tim TrendMicro telah menghubungi ke 4 App Store untuk meminta konfirmasi dari serangan malware berbahaya tesrebut. Tapi mereka  belum memberikan konfirmasi.

Peneliti keamanan selalu memberikan peringatan bagi penguna smartphone Android untuk tidak mendownload aplikasi di toko resmi seperti Google Play. Bahkan di Google Play kadang masih lolos diperiksa dan ada saja aplikasi berbahaya yang sempat tampil walau akhirnya ketahuan dan dikeluarkan dari daftar aplikasi Google Play.

Menurut tim TrendMicro, malware yang ditemukan ada di aplikasi Game dan streaming untuk mendengar lagu. Tetapi Malware yang sudah masuk ke smartphone Android, memiliki fungsi berbeda. Malware dapat mencuri aplikasi aplikasi yang ada di dalam smartphone dan mengupload ke tempat lain tanpa diketahui pemiliknya.

Kegiatan malware tidak berhenti disitu, dan mengambil data dari smartphone seperti ID-Network, serta menampilkan iklan yang tidak diketahui dari mana sumbernya. Serta memberukan Pop aplikasi lain yang tidak di inginkan agar user mengclick

Dibawah ini informasi dari TrendMicro. Negara paling banyak mendownload di 4 situs yang disebut diatas. India, Indonesia, Filipina mencapai separuh lebih jumlah mengunakan layanan di 4 App Store tersebut, . Negara lain relatif lebih rendah Jepang, Rusia, Malaysia, Vietnam, Ukraina, Amerika dan lainnya
Gambar lain adalah tampilan malware yang sengaja dibuat untuk di click pada layar smartphone
Malware Libskin Android disebar di 4 store Indonesia nomor 2 paling banyak download

Dalam penelitian 3 hari saja, penguna di Indonesia masuk kategori terbanyak nomor 2 setelah India yang mendownload dari 4 toko aplikasi tersebut. Ada baiknya melengkapi smartphone dengan menginstall Anti Virus Android

Berita terkait
ESET menemukan aplikasi palsu , termasuk cheat game populer seperti Cheats for Pau, Guide for SubWa dan Cheats of SubWay. Aplikasi berbahaya ditemukan oleh CheckPoint update September 2017. Go Keyboard ditemukan mengirim data ke server tertentu, mencuri email dan mengirim adware

Apa malware FalseGuide. Program tersebut tersembuyi di aplikasi Google Play. Mengapa penjahat mulai memanfaatkan smartphone dan membuat aplikasi palsu seperti kata Guide. Karena panduan akan banyak menarik orang untuk mendownload



Dengan harga $50 sudah mendapatkan sebuah smartphone dengan layar HD dan jaringan 4G LTE. Tapi apa yang dilakukan di dalam smartphone. Bagaimana memeriksa malware Adups di smartphone murah. Perusahaan keamanan Kryptowire, Trustlook dan Anubis Network temukan backdoor.

Hati hati mengunakan browser Third Party atau browser yang dibuat oleh perusahaa resmi. Bila anda penguna WOT sebaiknya di Un-install. WOT digunakan lebih dari 140 juta computer, tapi pengembang software tersebut diam diam menjual histori data pengunanya sendiri.

Bitdefender melaporkan banyak penguna smartphone Android mendownload aplikasi yang bukan dari tempat resmi. Trojan jenis Android.Trojan.Slocker mencapai 22% yang menyerang perangkat OS Android. Dan masuk daftar teratas di negara Inggris, Jerman dan Australia.

Browser Baidu mengambil data pribadi, hal ini diungkap oleh peneliti Citizen Lab Canada. Bukan data biasa tapi banyak data yang dikirim ke server Baidu Server. Bahkan data yang diambil tidak di enskripsi.

Layanan populer VPN Hola ternyata menjual bandwidth dari pengunanya sendiri. Hola adalah jaringan VPN paling populer, menyebut sebagai kebebasan internet, dan browsing tanpa dikenal. Free tidak berarti Free, internet penguna malah dibajak



Situs Xtube sebagai situs dewasa malah mengarhkan ke situs lain yang berbahaya. Situs tersebut bukan memberikan informasi apakah pengunjung mau melihat situs lain. Tapi langsung di masukan di dalam kode halaman website mereka.




No popular articles found.