Kenapa foto Selfie berbahaya, berapa banyak korban foto selfie, dan di usia berapa yang celaka akibat foto selfie. Foto selfie merebak ketika smartphone dipasangkan camera, dan munculnya situs media sosial.

Foto selfie bukan urusan foto wajah kita di satu tempat. Tapi mengambil foto dalam sebuah kegiatan, seperti mengambil foto kecepatan kendaraan, mengambil foto ketika paraglide, sampai kegiatan membuat foto panorama.

Intinya, mereka yang membuat foto selfie tidak tahu ada bahaya yang mengintai dirinya tepat disamping mereka.

Kegiatan selfie tidak lepas dari tragedi, kadang mereka memegang tongkat di pinggir tebing tapi jatuh. Ini tren dari usia yang mengalami kecelakaan akibat Selfie

Kecelakaan foto selfie bukan cerita tentang orang yang jatuh dan lecet, tapi menghadapi kecelakaan sampai kematian.

Sejak tahun 2014, sudah 49 orang meninggal karena memotret dirinya sendiri. Rata rata usianya 21 tahun, kebanyakan pria (75% jumlah total kecelakaan)

Kecelakaan kegiatan foto selfie mencapai 30% dari rentang usia 18-24 tahun, menjadi usia paling tinggi yang mengalami kecelakaan.

Walau wanita lebih sering melakukan selfie, tapi jumlah pria mengalami kecelakaan lebih tinggi. Wanita sepertinya lebih menjaga diri mereka.

Dimana resiko kecelakaan tertinggi sering terjadi.
Kecelakaan paling banyak akibat foto selfie disebabkan terjatuh dari ketinggian, disusul ketika menyelam, dan kecelakaan kereta api.
Yang lain seperti terkena tembakan, granat, pesawat jatuh, tabrakan kendaraan dan binatang.

Foto Selfie yang celaka kita bisa belajar dari mereka

Untuk kecelakaan tertinggi terjatuh bukan di tebing, tapi mereka bergaya di ketinggian gedung. Seperti dialami pelajar 17 tahun dari Rusia disebuah gedung di Moscow. Atau seorang pemuda usia 25 tahun jatuh dari air terjun.

Di Filipina, seorang gadis 19 tahun jatuh dari lantai 20 hanya gara gara tersandung di atas gedung dan jatuh kebawah. Ceritanya sederhana, ketika temannya mengambil gambar dan tidak puas dengan posisinya. Lalu memanjat ke tempat lain sambil mengambil gambarnya sendiri lalu jatuh.

Satu lagi pemuda pada tahun 2014. Bergaya diatas sebuah mobil pengangkut barang, tapi dia tidak menyadari ada kabel tegangan tinggi 35K volt disampingnya. Disusul beberapa minggu kemudian dan hampir identik di India.

April 2016. Seorang remaja jatuh di kebun binatang setelah naik ke satu air terjun. Tujuannya untuk mengambil sudut yang baik untuk foto. Dia terpeleset dan jatuh dengan kepala terlebih dahulu. Manjeet usia 16 tahun dikabarkan meninggal.

Mei 2016
Seorang pemuda mencoba naik ke sebuah patung raja Dom Sebastiao yang dibuat pada tahun 1890. Berada di sebuah stasiun kuda, dan sekarang menjadi stasiun kereta di Portugal. Seorang pemuda bukan berfoto di depan patung, tapi dinaiki agar terlihat lebih sama tinggi untuk foto selfie. Hasilnya patung jatuh dan pecah - Reuters

 Foto Selfie merusak patung Dom Sebastiao

Oktober 2016
Satu fotografer Christopher Ashton Seerrano memiliki 100 ribu follower di Instagram. Foto yang dibuat bikin vertigo yang melihat, foto diatas gedung pencakar langit. Satu kesalahan Christ awal bulan Oktober 2016. Dia mencoba membuat foto menantang berdiri diatas kereta MRT yang sedang berjalan. Dikabarkan dia jatuh dan tubuhnya membentur benda yang melintang diatas jalur kereta. Foto terakhir ditampilkan oleh NYC, sebagai foto terakhir.

Christopher Ashton Seerrano memiliki 100 ribu follower di 
Instagram

Kecelakaan foto selfie memang kecil, setidaknya yang pernah tercatat. Bukan berarti kegiatan lain lebih aman. Seperti di India, kecelakaan akibat tengelam mencapai 86 ribu orang, dan mencapai 20% dari jumlah kecelakaan orang tengelam di seluruh dunia. Penyebabnya bukan selfie, tapi mereka tidak bisa berenang.

Membuat foto selfie demi sensasi di internet merupakan kebiasaan buruk. Jadi biarkan mereka yang membuat foto selfie dengan gaya pemberani tampil di Internet. Untuk kita, buat saja foto yang aman dan baik. Karena tidak layak untuk satu jepretan dengan resiko masuk rumah sakit.

Kita terlalu Selfie kata pembuat camera digital
Seorang insinyur Inggris yang membantu menciptakan camera digital tidak menyukai orang tergila gila dengan selfie. Dr Michael Tompseet 77 tahun. Dia adalah salah satu dari 4 ilmuwan yang mendapat penghargaan oleh Ratu Elizabeth dibidang teknik. Michael mengatakan kepada BBC, dia merasa senang dengan menciptakan teknologi yang bisa merubah dunia dengan camera digital

Tapi yang buruk, kita dihadapi dengan gerombolan pencinta selfie. Saya kecewa melihat semua orang memiliki camera, dan mengambil segalanya yang terlihat dan narsis. Anda sedang berjalan, mendadak tongkat selfie muncul. Camera digital pertama membuat gambar istri foto Michael. Wajahnya menghias di halaman depan majalah Elektronic. Foto dibuat oleh Michael mengunakan teknologi charge-coupled device.

Foto Selfie 
yang celaka kita bisa belajar dari mereka

Michael mengatakan saya tidak pernah mengambil foto narsis, ini sama sekali tidak perlu. Disini, London. Ada gerombolan wisatawan, diluar gedung Abbey dan gedung parlemen dan dimanapun tempat turis. Semua orang berdiri di tengah trotoar untuk mengambil gambar foto narsis, bahkan mendorong tongkat narsis di depan anda.

Studi kebiasaan Selfie
Riset kecil dilakukan di Eropa. Apakah bener, orang suka melihat orang lain khususnya foto selfie.
Sarah Diefenbach dan Lara Christoforakos dari Ludwig-Maximilians-University Munich melaporkan  studi dari 238 orang di Austria, Jerman, dan Switzerland. Orang suka selfie tapi belum tentu suka dengan foto orang lain. Hasilnya dibawah ini
77% orang mengatakan membuat foto selfie 1 kal sebulan.
27% ada yang mengatakan 1 kali atau lebih membuat foto selfie seminggu.
90% orang yang melihat foto selfie orang lain mengatakan itu foto untuk promosi dirinya. Dan hanya 46% mengatakan fotonya sama seperti kebiasaan mereka.
Lucunya, mereka yang suka narsis selfie malah lebih suka melihat foto non selfie
Ini kecenderungan paradok. Mereka yang suka narsis malah tidak menyukai orang narsis, dan berharap jumlah foto mereka lebih banyak dari orang lain. Studi ini memang terbatas, setidaknya mengungkap pendapat beberapa orang yang sebenarnya bertentangan dengan apa yang mereka lakukan