Alien mengapa belum terlihat mungkin mereka sudah punah atau manusia belum mampu melihat


Kategori : Science | Date : 8 October 2018
Jumlah exoplanet berpotensi untuk dihuni di galaksi kita, diperkirakan jumlahnya miliaran planet.

Tapi kita bertanya mengapa manusia belum bisa melihat tanda tanda kehidupan cerdas dari planet lain.

Tim astrobiologis dari universitas Australia National mengatakan dengan satu kalimat. Mereka mungkin ada tapi sudah mati.

Mengapa mati, karena mereka punah. Terlambat menjadi mahluk cerdas dan tersapu oleh alam semesta.

Aditya Chopra dan Charley Lineweaver mengatakan planet muda begitu mudah menguap, jika kehidupan planet tidak cepat berevolusi untuk menstabilkan lingkungan.

Mereka lambat menjadi cerdas akhirnya punah dengan sendirinya.

Salah satu cerita dari pencarian kehidupan cerdas adalah Fermi Paradox atau kemungkinan yang terjadi secara terbalik.

Fisikawan Enrico Fermi di tahun 1950an pernah bertemu rekannnya Emil Konopinski, Edward Teller dan Herbert York di sebuah lab. Perbincangan ketika itu mempertanyakan, mengapa alam semesta yang seharusnya penuh kehidupan, tapi kita belum melihat mereka.

Dibawah ini 3 kemungkinan sebuah planet mampu mencapai kehidupan cerdas, atau punah.
B. Kehidupan yang bertahan, mahluk hidup meningkat sampai akhirnya planet tidak lagi memberikan kemampuan untuk kehidupan.
A. Emergence Bottleneck, kehidupan ada tapi pertumbuhan mahluk hidup sangat lambat akhirnya punah.
C. Gaian Bottleneck, ketika kehidupan ada dan terus berevolusi. Tapi perubahan tidak terjadi mencapai mahluk cerdas dan punah lebih cepat.



Extinct Life - kehidupan yang punah
Inhabited Planet - planet mendukung kehidupan.


Alien mengapa belum terlihat mungkin mereka sudah punah
Fermi Paradox adalah angka kemungkinan mahluk hidup dapat muncul di alam semesta.

Pertama jumlah bintang dan planet lain. Mencapai 200-400 miliar bintang di galaksi Bima Sakti. Tapi hanya sebagian kecil kehidupan bisa berkembang, seperti manusia di planet Bumi. Kedua probabilitas, kehidupan cerdas untuk mengatasi dan mahluk alien mencoba menjelajah untuk membentuk koloni.

  • Mereka ada dalam bentuk UFO, astronot kuno
  • Mereka ada tapi belum dapat berkomunikasi
  • Mereka belum ada, dan manusia yang pertama menjadi mahluk hidup.

Fermi menyimpulkan bahwa spesies cerdas tapi malas dan terbesar di seluruh planet di galaksi kita. Dan kehidupan disana berusia 50 juta tahun. Lalu dimana mereka, mengapa belum terlihat.

Ada beberapa hipotesa yang menjawab mengapa alien dianggap sudah punah.
  • Hipotesis Rare Earth, kondisi Bumi dimana kehidupan muncul begitu rumit. Kondisi tersebut tidak mungkin di gandakan.
  • Hipotesis Filter Hansen atau filter besar, yang memperkirakan kehidupan mungkin sangat biasa di alam semesta, tapi sesuatu mencegah hubungan antar mahluk untuk berhubungan ke mahluk lain antar bintang. Mungkin planet mereka sudah dihancurkan oleh bencana geologi, supernova (bintang disana meledak), terkena radiasi Gamma, perang nuklir dan lainnya.
Di galaksi kita kemungkinan ada 8,8 miliar planet yang layak huni. Sulit dipercaya diluar sana tidak ada orang, jangan jangan alien semuanya sudah punah. Karena tidak ada bukti nyata bila alien mampir dan bisa berhadapan langsung dengan manusia.. Atau mahluk multisel yang membentuk kehidupan seperti di Bumi gagal terbentuk seperti hidup manusia di Bumi dan kehidupan disana punah lebih cepat.

Pada dasarnya kehidupan maju dalam teknologi, dapat terhambat yang disebut Filter Gaian. Dimana kehidupan muda muncul dengan planet berbatu dengan suhu panas yang stabil.

Kehidupan mahluk hidup bukan hanya menumpang tinggal di sebuah planet. Tapi kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan dan mengubahnya lebih baik.

Bisa dilihat mahluk yang tinggal di Bumi. Lingkungan awal sangat melawan kehidupan maju, tetapi organisme sederhana mampu berkembang, mereka berada di lingkungan yang stabil dan berhasil merubah gas CO,  oksigen ketika dari gas metana.

Akhirnya biosfer bumi (lapisan udara) menciptakan sistem dinamis dan mengatur lingkungan serta mempertahankan mahluk hidup di Bumi. Walau ketika itu, Bumi mengalami perubahan iklim, gunung api dan asteriod.

Chopra mengatakan di banyak kehidupan sebuah planet pada awalnya tidak stabil. Untuk menghasilkan sebuah planet layak huni, mahluk hidup yang tinggal perlu emngatur gas rumah kaca agar air dan gas CO mampu mempertahankan suhu planet.

Kedua ahli tersebut melihat contoh dengan planet Venus, Bumi dan Mars. Ketiganya mirip, namun planet Venus berada di neraka dengan tekanan yang kuat. Suhu disana cukup untuk melelehkan metal timah serta terjadi hujan asam sulfat. Planet Mars adalah planet kering dengan permukaan tanah gersang berpasir, karena disana terus dibombardir radiasi dari ruang angkasa. Dalam sejarah kedua planet tersebut sudah menyimpang.

Bumi berbeda dimana mahluk hidup berevolusi dengan cepat menghadapi perubahan mendadak dan lingkungan bumi mampu dipertahankan bagi kehidupan.

Salah satu prediksi menarik dari model Gaian Bottleneck adalah sebagian besar fosil di alam semesta akan punah ketika mahluk hidup mulai berbentuk mikroba.  Tapi tidak mencapai kehidupan besar seperti dinosaurus atau mahluk multi sel, termasuk mencapai evolusi menjadi mahluk cerdas.

Seandainya di planet Mars bisa ditemukan fosil mikroba. Berarti teori Filter Hansen atau filter besar memang terjadi di planet Mars. Dimana kehidupan pernah dan mereka terhapus oleh kekuatan alam.

Probabilitas antar planet dan bintang.
Frank Drake membuat persamaan sederhana, disebut persamaan Drake.

Bila sebuah bintang memiliki planet, setidaknya 6 bintang tata surya memiliki sebuah planet yang memungkinkan munculnya kehidupan.
Di salah satu planet mungkin muncul bentuk dinoasaurus. Walau di bumi mahluk tersebut gagal menjadi cerdas.
Dengan kemungkinan 100 juta bintang di galaksi kita. Apakah kemungkinan ada mahluk hidup lain selain manusia.



Bila kita melihat sebuah bintang Proxima Centauri, yang jaraknya 4,2 juta tahun cahaya. Bila diperlebar dalam bentuk kubus, setidaknya ada 1 bntang terdekat ke Bumi. Dan Bumi memiliki mahluk cerdas yang disebut manusia.
Bila diperluas sampai 2000 tahun cahaya ke arah kiri, kanan atas dan belakang. Maka sebuah kotak berisikan 100 juta bintang. Dan salah satunya manusia di Bumi ada di dalam kotak.
Sedangka di dalam galaksi Bima Sakti diperkirakan mencapai 100 miliar bintang.

Perkiraan dalam aritmatika, 10.000 peradaban mungkin ada dan menghuni galaksi kita.

Teori diatas adalah perkiraan mengapa mahluk cerdas belum terlihat. Walau jumlah planet bisa saja mencapai miliaran dengan kemampuan mendukung kehidupan. Yang mengkhawatirkan, seandainya planet Mars akhirnya menghancurkan kehidupan disana. Manusia menghadapi masalah yang sama, karena Mars sebagai contoh berada di depan mata. Dan kehidupan di Bumi yang tidak pasti di masa mendatang.

Mereka terlalu jauh
Penelitian dari Universitas Cadiz di Spanyol mengatakan mungkin mereka terlalu jauh. Membuat manusia buta dan tidak dapat melihat keberadaan mereka.
Jurnal Acta Astronautica, menyebutkan kemungkinan kehidupan asing benar benar tidak dapat dimengerti oleh manusia. Agak mengkhawatirkan untuk membayangkan saj sudah tidak masuk akal.

Gabriel de la Torre seorang neuropsikilog yang turut memimpin studi tersebut menjelaskan. Dimensi mahluk yang tidak dapat kita pahami dengan pemikiran kita. Atau kecerdasan materi gelap atau energi yang membuat 95% isi alam semesta saja baru sekilas kita ketahui. Bahkan ada alam semesta lain yang pernah diceritakan oleh Hawking dan ilmuwan lainnya.
Sepertinya manusia disesatkan oleh harapan mereka sendiri. Membuat kita tidak tahu apa yang sebenarnya kita cari.

Teknologi pencarian belum banyak dimiliki peneliti
Pelopor SETI mengatakan hal sederhana, bagaimana mencari alien di alam semesta yang sangat luas. Tidak perlu terlalu jauh, di dalam galaksi kita sendiri saja.

Atau menjatuhkan jarum di setumpuk jerami, bagaimana mencari jarum tersebut. Mungkin bukan satu jarum, bisa saja ditemukan beberapa.
Pencarian alien cerdas masih sangat terbatas. Seperti menangkap ikan di lautan luas, sementara kita hanya melempar jaring seukuran pancing.
Atau lebih ekstrem, peneliti hanya mampu melihat segelas air sebagai pencarian dengan memeriksa sinyal peradapan alien cerdas, dari bagian lautan di Bumi yang mewakili alam semesta.

Tarter mengatakan upaya manusia saat ini sangat dibantu dengan teknologi baru. Mengunakan teleskop lebih sensirif, dan kecerdasan buatan untuk meneliti samudra kosmik.

Perhitungan matematika Cosmic Haystack (Okt18)
Peneliti mengembangkan model matematika yang disebut Cosmic Haystack. Perhitungan dengan rentang diameter 33 ribu tahun cahaya. Dimana bumi sebagai pusat pengamatan.
Peneliti MIT mengunakan 8 parameter untuk mencari alien, termasuk parameter tranmisi sinyal, bandwidth, daya, lokasi, pengulangan, polarisasi dan modulasi.
Dan menjadi sebuah rumus 6.4 × 10^116 m5Hz2 s/W

Sejauh ini manusia baru mencapai 0,00000000000000058 % dari data yang seharusnya kita ketahui. Jumlah yang sangat kecil bahkan hampir tak terbatas, memberi kesempatan kemungkinan alien itu ada.
"This is about a bathtub of water in all of Earth's oceans,". Pencarian bak air dibanding isi air lautan kata rekan penulis Shubham Kanodia dalam lokakarya Nasa bulan September 2018 lalu. Bandingkan isi air di lautan mencapai 1335 x 10 pangkat 21 liter, dan manusia baru mencari di area 7700 liter saja.

John Podesta mengungkap UFO itu memang ada. Sedangkan Boyd Bushman mantan ilmuwan senior di Lockheed Martin mengklaim alien memang ada di Bumi dan nyata. Tinggi mereka 1,5 meter, memiliki jari lebih panjang, usianya mencapai 230 tahun. Mereka mungkin sangat jauh lebih tua dari kita.

5 sinyal misterius dari ruang angkasa tertangkap teleksop radio dalam bentuk sinyal yang disebut Fast Radio Burst. Sejauh ini ada 11 sinyal radio yang pernah di rekam sebelumnya diterima oleh para astronomi. Akhirnya terjawab di tahun 2017

Seberapa luas alam semesta ini. Angka perkiraan 250x lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Berapa luas alam semesta tepatnya. Manusia saat ini hanya mampu melihat terjauh 46 miliar tahun cahaya dari titik awal alam semesta. Lebar alam semesta diperkirakan mencapai 92 miliar tahun cahaya dengan teknologi saat ini.



Perubahan musim ditandai dengan Equinox, tepatnya pada tanggal 21 Maret dan 21 September. Di negara dengan 4 musim akan mengalami waktu musim transisi. Dan di seluruh dunia akan mengalami waktu yang sama antara waktu siang dan malam

4 spesies alien sudah datang, manusia bukan penjaga planet bumi yang baik. Bila manusia berpikir untuk menyembunyikan planet dari Alien, atau kita terlalu primitif. Teori peradaban terkait dengan peradaban dari mahluk yang menghuni.

Frank Drake seorang pencipta formula persamaan Eponymouse untuk memprediksi probabilitas kemungkinan menemukan kehidupan d luar bumi dengan komunikasi. Pesan dari tranmisi yang ditangkap dari ruang angkasa adalah ide konyol, mahal. Manusia hanya mentolerir kecepatan 10% kecepatan cahaya.

Mungkin kita kurang tahu bila sebuah gas besar akan menabrak galaksi kita. Disebut awan Smith dan bergerak langsung ke galaksi kita dengan kecepatan 1juta km perjam. Jarak kumpulan gas membentang sekitar 11.000 tahun cahaya, tapi sangat besar mencapai 2.500 tahun cahaya. Kapan gas tersebut akan menabrak galaksi kita.



Satu lagi cerita menarik dari Whistleblower Edward Snowden. Dia mengatakan alien mungkin mengunakan teknologi enkripsi canggih untuk berkomunikasi untuk mencegah pembicaraan dengan manusia. Tapi teknik mereka malah bisa dibedakan dengan komunikasi manusia dan manusia tidak bisa mendengar mereka.

Sebuah video tentang Accelerating Universe atau pembuktian apakah benda di alam semesta terus menjauh. Bila ada benda berada di ruang hampa seperti alam semesta ini, apakah semua akan diam ditempatnya. Dijawab semakin cepat menjauh dan terus bergerak semakin menjauh.

Salah satu program mengirim pesan ke Alien adalah program Lone Signal. Mengirim pesan ke bintang Gliese 526. Bagaimana ilmuwan mengirim berita ke Alien, apakah dengan bicara biasa. Tentu saja mengunakan bahaya paling umum


No popular articles found.