Bom nuklir B61-12 dan B51-11 bunker buster bom kecil dapat dibawa jet tempur


Stuff | 14 January 2016

Bom nuklir B61-11 dan Bom nuklir B61-12 bom ukuran kecil ledakan besar dirancang kompak

Bom nuklir B61 dikembangkan sejak tahun 1963, dan diproduksi penuh 1968.

Bom nuklir B61 hanya memiliki berat 320kg dengan panjang 3,5 meter tersebut dapat dibawa dengan pesawat jet tempur biasa.

Keunikan bom nuklir B61-12 pada daya ledak yang dapat diukur kekuatannya.

Bom tidak dirancang dengan kekuatan maksimum, atau meratakan seluruh daerah yang akan dihancurkan.

Seperti bom nuklir biasa misalnya bom hidrogen Tzar Bomba akan menghancurkan seluruh area yang dekat dengan ledakan bom tanpa terkecuali. Apapun benda yang ada di dekat bom nuklir, akan terbakar dan rata dengan tanah. Bom tipe Nuklir kekuatan besar kadang memiliki efek sampingan setelah diledakan, kadang menimbulkan efek berantai yang tidak terduga.

Bom B61 dirancang untuk menghancurkan objek khusus, dengan kekuatan bom yang dapat diatur sesuai target dan meminimalkan kerusakan.

Seperti merusak bunker musuh, yang diperlukan adalah kekuatan bom menengah. Sehingga daya ledak dan kerusakan hanya disekitar bungker.

Kekuatan bom dapat dirancang dari 300 TNT sampai terbesar 340.000 TNT.

Bom nuklir B61dikembangkan dari rancangan bom TX-61.

Dibuat perusahaan Los Alamos National Lab di New Mexico.



Mereka membangun bom nuklir ukuran ringan, tapi pembuatan awal mengalami masalah selama di uji coba.

Terakhir telah dibuat 3144 bom, sekitar 1925 bom memasuki servis (tercatat terakhir 2002 unit) dan 1265 bom yang tersisa. Model terbaru telah di upgrade dengan faktor keamanan.

Tahun 2013, hanya tersisa 200 bom tipe B61 aktif di Amerika. 180 unit bom di Eropa dan ditangani Nato

Model B61 Mod 11 disiapkan tahun 1997, rancang khusus sebagai bom bunker buster. Untuk penghancur pertahanan bunker bawah tanah dimana pasukan musuh bersembunyi dan terlalu berbahaya pasukan darat untuk mendekat.

Sistem pemandu bom B61-12 tidak berbeda dengan pemandu bom besar seperti rudal Matador MGM-1

Hanya saja teknologi dari bom tipe B61 masih tetap dirahasiakan, bentuknya bisa saja sepeti misil, atau peluru dengan warna silver.

Percobaan bom seperti ini di era modern ini belum banyak ditemukan dengan kata lain selalu top secret..

Bagaimana dengan pesawat membawa bom nuklir berukuran kecil
B61 dirancang untuk pesawat F-111A, B-1 Lancer, B-2 Spirit, B52 Stratofortress sebagai pesawat pembom strategis serta stealh bomber.

Tipe pesawat jet lain, bom dapat dikemas lebih ringan dan dapat dibawa oleh pesawat jet tempur ukuran kecil.

Seperti pesawat F 101 Voodoo, F18 Hornet, F111 Aadvark, F-4 Phantom, F15, F16 Falcon dan beberapa pesawat tempur non Amerika.

Tetapi ada satu tipe pesawat Amerika yang tidak dirancang membawa bom ini. Yaitu pesawat F-22 Raptor karena ukuran lambung pesawat terlalu kecil. Tetapi mungkin saja dapat dibawa oleh pesawat tempur terbaru tipe F-35 Lighting II terbaru.

Program pengembangan bom nuklir B61 ini masih berlanjut. Tahun 2013 Pentagon telah memperpanjang program pengembangan bom B61 dengan dana $11 miliar. Menjadi biaya pengembangan bom nuklir termahal dan paling ambisius dalam sejarah.

Beruntung bom tipe ini tidak pernah digunakan, hanya sebagai persiapan bom nuklir bila suatu saat diperlukan.

Bom B61 memiliki beberapa model, dari model 3, 4, 7, 10 dan 11 untuk Bunker Buster. Terakhir digantikan dengan B61-12 dan dirancangkan untuk di produksi sebanyak 400-500 bom dari bom daur ulang serta umur pemakaian selama 20 tahun kedepan.

Akurasi bom B61-12


Januari 2014 staf angkatan udara Amerika mengatakan, telah menguji akurasi bom B61-12.

Ketika model bom B61-11 diuji, radius ledakan hanya mencapai 110-170 meter pada target walau menghasilkan kekuatan ledakan 400.000 TNT.

Model 12 bahkan lebih akurat lagi, dengan radius 30 meter dari target, dengan daya ledak lebih rendah 50.000 TNT.

Ledakan bom model 11 ketika di uji untuk menghancurkan bunker. Efek ledakan pertama membentuk sebuah kawah dan efek bom membuat gelombang kejut menghancurkan daerah sekitar.

Tapi dengan kekuatan 50.000 TNT pada model 12, kawah yang terbentuk hanya 30-70 meter, tergantung ketebalan dimana tempat akan diledakan. Apalah istilahnya, bila terkena gelombang kejut dengan kekuatan tersebut dipastikan mematikan dan di lorong dibawah tanah dipastikan akan runtuh.

Bom akan terbuka sebelum jatuh
Desain bom nuklir B61 mengunakan parasut sebelum menyentuh tanah dan meledak. Berguna untuk memperlambat kejatuhan bom dan waktu ledakan, dan pesawat yang melepas melarikan diri. Tidak masalah bom ini bila di ledakan diketinggian berapa saja. Karena bom nuklir B61 dapat meledak di udara, di tanah bahkan diledakan setelah jatuh di permukaan tanah. Bila dilepas pada ketinggian pesawat, bom bahkan dapat jatuh dengan kecepatan 2 mach dan meledak di ketinggian 15 meter.

Berbeda dengan bom konvensional, bom nuklir memerlukan reaksi berantai untuk menghasilkan ledakan. Atau membutuhkan proses sebelum terjadinya ledakan besar lebih besar.

Ukuran bom yang dicemaskan pengamat
Bom nuklir B61-21 mirip seperti persenjataan rudal atau bom udara ke darat. Sementara rudal nuklir memerlukan otorisasi dari pemimpin negara.

Tapi ini adalah bom paling "berbahaya" yang ditaruh di gudang senjata. Bukan bom biasa tapi bom nuklir yang bisa dikeluarkan ketika diperlukan. Tinggal di dorong dari gudang dan dipasang ke pesawat.

Bom nuklir B61-12 seperti rudal dapat di bawah di pesawat jet tempur

B61-11 Bunker Buster
Desain bom nuklir B61-11 dirancang untuk menghancurkan gua dan bunker perlindungan. Bom dirancang dengan sensor dan meledak setelah menembus kedalaman tertentu. sampai 7 meter di bawah permukaan tanah. Kekuatan ledakan menyebar melalui tanah seperti gempa bumi kekuatan 7 skala Richter. Untuk bertahan dari ledakan bom nuklir ini, diperlukan bunker dengan kedalaman lebih dari 300 meter.

Bom nuklir kecil B61-11 tidak hanya berbahaya bagi target yang berlindung di dalam gua. Puing radioaktif dapat bertebaran sampai 300 ribu ton dari ledakan, dan sisanya terbang sampai ke udara. Jumlah korban tidak dapat diduga bila bom jenis ini terpaksa digunakan. Tergantung cuaca, kecepatan angin dan dekatnya kota atau masyarakat dengan ledakan.

Bom nuklir B61 masuk kategori bom Robust Nuclear Earth Penetrator. Tapi pekerjaan bom ini bisa saja membuat penderitaan bagi manusia, termasuk militer dan sipil.
Bom B61 sejauh ini belum pernah digunakan, karena bom biasa lebih umum digunakan dalam sebuah perang.

Pengembangan bom B61 telah dihentikan oleh Presiden Bush tahun 2005. Sebagai gantinya Pentagon mengunakan senjata konvensional dengan daya ledak lebih besar tanpa perlu menyebarkan radiasi disekitar ledakan.

Bom model lain yang lebih aman dalam perang
Bom Massive Ordnance Air Blast seperti MOAB GBU-43, dirancang tahun 2003 dan diproduksi sekitar 15 unit bom saja oleh perusahaan McAlester Army Ammunition

Memiliki kekuatan lebih kecil dari bom nuklir, tapi dapat menciptakan gelombang kuat dan mengunjung rumah sampai jarak 1,5km. dan daya ledak setara 11 ton TNT.
Bom MOAB adalah bom konvernsional terbesar yang pernah dibuat.

Pasukan Pentagon dapat membawa bom tipe ini kemana saja tanpa membawa bom nuklir yang terlalu berbahaya.

Sebagai Mother of All Boms, sebagai bom konvensional dengan daya ledak terbesar saat ini.
Bom MOAB hanya memiliki berat maksimum 10 ton dengan panjang sekitar 10 meter dan diameter 100cm.
Mengunakan komposisi ledak dari bahan RDX mencapai 44%, TNT, bubuk aluminium, parafin dan kalsium klorin. Dengan komposisi tersebut memiliki kekuatan 1,35x lebih kuat dibanding bahan TNT murni.

Pertama kali digunakan dalam perang di abad ke 21 untuk menghancurkan terowongan / bunker markas IS di Afghanistan bulan April 2017. Dampak bom ini mampu meratakan semua yang ada di sekitar ledakan bom. Bom diperhitungkan tidak menimbulkan korban sipil, dan hanya target musuh yang berada di bungker bawah tanah.

Berita terkait
Pasukan khusus Amerika ada di 135 negara, jumlahnya mencapai ribuan pasukan. Tapi dengan keahlian khusus, kekuatan mereka sangat besar. Menjadi ujung tombak dari pertempuran yang belum terjadi, bahkan tidak terjadi.

Big Ivan atau dikenal Tzar Bomba memiliki kekuatan 57 megaton. Bagaimana melihat skala bom nuklir terbesar ini. Dibuat oleh Soviet, kekuatan 3.3x dari bom Hirosima dan Nagasaki. Beruntung hanya 1 bom Tzar Bomba yang pernah dibuat. Film rahasia 60 tahun ledakan 25kilo ton dipublikasi oleh Lawrence Livermore Lab



Data dari USGS mencatat adanya gempa kekuatan 5,3m yang diperkirakan sebuah ledakan terditeksi di Korea Utara. 3 September 2017, percobaan bom hidrogen. Kota Pyongyang mendadak kosong , sekitar seperempat penduduk mengungsi.

GBU-43-B awalnya dirancang untuk meratakan tanah di medan perang, seperti landasan pendaratan heli atau pembersih ranjau. Bom GBU-57 dirancang penghancur bunker ukuran lebih kecil. Pertama kali digunakan dalam perang di Afghanistan, berapa biaya bom ini.

5 megaton karbon hitam akan memasuki atmosfer bumi. Karbon hitam adalah materi yang terbakar akan naik ke udara. Disana akan menyerap cahaya matahari dan sinar matahari akan di blok. Dampak ledakan akan mempengaruhi seluruh dunia.

Beberapa foto tentang perkembangan bom atom sampai bom nuklir dari era 40an sampai tahun 70an. Daya rusak kecil dengan bom atom, untuk pengujian kehancuran kapal laut perang. 10 tahun berlalu ukuran cendawan semakin besar.

Departemen energy Amerika akan menghancurkan bom nuklir terakhir yang disebut "monster weapon. Tipe B53 Nuclear Warhead memiliki kekuatan setara 9 megaton atau setara 750x bom atom yang diberikan ke kota Hiroshima.




No popular articles found.
< /body>