Timelapse Exhale pemandangan gunung fotografer kabur dari tempat kerja


Kategori : Digital | Date : 9 January 2016
Video Timelapse Exhale dibuat fotografer Jesse Attanasio. Bikinnya aja 2 tahun. Tekniknya sudah direncanakan, dari waktu perjalanan, perencanaan, dan fokus akhir untuk post-production. Bila pernah belajar video Timelapse, melihat video yang ini bukan saja indah dengan musik yang tepat. Sekaligus membayangkan berapa lama harus membuat satu clip dalam hitungan detik.

Cerita awalnya dari perjalanan melintas ke Nebraska, Wyoming, Colorado, South Dakota, Montana, California, Washington, dan naik ke daerah Alberta, Canada, Attanasio. Kebayangkan, artinya Jesse membuat video ini di dua negara dari 1 orang ini saja. Total 30 tempat yang dikunjungi untuk mengabadikan pemandangan alam di Amerika dan Kanada

Dia membawa peralatan camera untuk pembuatan video - Canon 6D (x2), Tamron 15-30, Canon 200mm, Rokinon 12mm,24mm,35mm, Induro CF Tripod, Manfrotto CF tripod, Dynamic Perception Dpod, Benro Ball Head, Dynamic Perception StageR, Chronos lite, Chronos Lens apparatus, MOCO with Chronotimers, Bulb ramping by Ramper Pro, Anker Astro Pro2.

Pembuatan video awal di Nebraska pada musim panas 2014, Wyoming Agustus 2014, Colorado, Badlands Selatan Dakota mulai 2015, Washington, California dan terakir di Montana dan Banff
Dan beberapa badai yang diambil antara tahun 2014-2015. Sebagian foto tidak tampil di video, jadi Jesse hanya memasukan sebagian saja.

Jesse mengatakan perjalanan paling berkesan di taman nasional Banff untuk melihat glacier. Di clip video timelapse Exhale ada beberapa bagian, seperti terjadi badai dan kebakaran

Dibawah ini kegiatan Jesse ikut di dokumentasikan

Timelapse Exhale video dari foto dibuat selama 2 tahun

Jesse bekerja di sebuah perusahaan yang luar biasa. Karena dia bisa mengambil cuti untuk waktu panjang dan mendukung gairahnya membuat video ini ketika dia mengambil libur di musim panas. Setiap tahun saya mencoba mengambil waktu penuh dan melakukan perjalanan sebanyak mungkin.

Sejak tahun 2014 (katanya), dia memiliki satu tujuan membuat video Timelapse yang dapat dinikmati semua orang. Selama 2 tahun terahir, dia menghabiskan waktu liburnya di beberapa tempat yang sudah disebutkan diatas.

Exhale diartikan membuang napas. Bila saja kementrian pariwisata kita bisa membantu fotografer Indonesia untuk mendanai pembuatan video seperti pemandangan dibawah ini. Tidak terbayang berapa banyak tempat bisa dibuat dan dikumpulkan menjadi video Timelapse Landscape Indonesia sebagai media promosi pariwisata. Sayang sampai hari ini cuma mimpi



Timelapse Exhale di Vimeo dibuat oleh Jesse Attanasio

Link web Timelapse Exhale

Dinikmati saja video Exhale dari Jesse di Youtube dengan resolusi 4K


Fotographer Mike Obinski kali ini melakukan perjalanan yang sama, puluhan ribu km untuk mengejar badai. Mengabadikan pemandangan, hujan, petir dan debu. Video Monsoon 4 semakin menarik melihat petualangan si fotografer pengejar badai ini.

Chad Cowan fotografer dari Kansas melakukan perjalanan sepanjang 156 ribu km. Melintas di Amerika Serikat dan dia mengejar badai dasyat ketika munculnya supercell. Rekaman dibuat dengan resolusi tinggi sampai 4K.

Janne memposting sebuah video timelapse untuk mengabadikan foto malam. Dia mengambil gambar dan tampak satu titik cahaya tidak bergerak, cahaya tersebut adalah satelit geostasioner.



Constantine Konovalov dan Irina Neustroeva membuat video cantik dengan durasi 5 detik. Memberikan detil dari kota Paris Perancis. Yang ini, videonya bikin sakit gigi. Begitu panjang dengan gambar sangat baik. 40 hari pengambilan gambar dan 3 bulan untuk mengumpulkan foto. Hasilnya sangat detil tentang kota Paris

Florian Nick dan Marcus Sies adalah mahasiswa jurusan film universitas Stuttgart Media. Mereka melakukan perjalanan selama 2 minggu ke Iceland. Antara bulan Mei dan Juni 2015 kemarin. Membawa Canon 5D Mark III, dan mengambil gambar resolusi tinggi dengan Apel ProRes 444.

Menurut Matthew, Australia adalah negara yang gelap. Ketika matahari terbenam, muncul cahaya langit berubah menjadi kuning selama 40 menit. Ditempat lain katanya hanya terjadi beberapa menit saja. Selama di Australia, Mat membuat video timelapse setidaknya satu tahun

Beno Saradzic membuat Time Lapse di kota Dubai dan Abu Dhabi. Ceritanya video dengan kemegahan bangunan dan diliput dari tahun 2011 sampai 2012. Melihat video ini seakan sedang melihat video tour di negara paling kaya di dunia.



Kwon asal korea sudah mengumpulkan beberapa foto terbaiknya untuk video timelapse. Dari tahun 2009 sampai 2013, dari Korea, gunung Kalimanjaro, gunung Baekdu, Tanzania, Uluru Australia dan Yellowknife Canada. Memang niat

Video ini sih enga ada seru serunya, bukan menampilkan keindahaan alam, bukan menampilkan galaksi atau keindahan warna nebula. Video ini mengabadikan satu foto setiap 10 detik, selama satu tahun.


No popular articles found.