Pernah mengajak bicara seseorang ketika dia bermain game. Apakah dia akan menjawab. Atau anda sendiri pernah sibuk mendengar berita dari smartphone, sampai tertinggal kereta. Ilmuwan mengatakan kondisi tersebut sebagai tuli inattentional atau kurangnya perhatian. Akibat kecenderungan alami ketika pesan suara yang didengar diabaikan bila seseorang sedang fokus ke tempat lain.

Uniknya, kejadian tersebut terjadi dalam kehidupan modern saat ini. Hal ini diungkap dari penelitian univeritas College London dan di publikasi dalam jurnal Neuroscience.

Dr Maria Chait seorang profesor Neuroscience membuat percobaan dari 13 orang. Dan menguji apakah seseorang mampu mendengar pesan sementara sedang sibuk ke tempat lain.

Hal ini untuk membuktikan apakah otak manusia lebih hemat dari perkiraan sebelumnya. Atau sebaliknya, kemampuan otak manusia lebih rendah dari apa yang kita pikirkan.

Smartphone menyebabkan tuli perhatian

Lingkungan modern yang dirancang memberikan informasi melalui beberapa indra, disebutkan dapat membantu penelitian memproses informasi lebih efisien. Kenyatannya tidak seperti itu.

Peneliti melakukan test dari 13 peserta yang diuji. Lalu mencoba memberikan pesan suara sementara mereka sedang sibuk dengan sesuatu. Hasilnya mereka tidak menerima pesan yang disampaikan.

Telinga mengirim informasi ke input suara ke otak manusia. Dan dari informasi disana memberikan kesadaran kita sendiri. Tetapi otak kita  belum tentu memproses dalam kesadaran kita ketika seseorang sedang fokus atau sibuk ke bagian lain. Sehingga pesan atau suara tidak akan di olah atau di dengar.

Keunikan lain, suara yang diterima bisa saja di olah bersama sama. Tapi suara bukan dari percakapan seperti pesan yang masih dapat di olah.
  • Pejalan kaki ketika menerima pesan SMS sambl berjalan, sangat besar mengalami masalah tuli inattentional tersebut. Dan membuat mereka dalam kondisi berbahaya. Termasuk suara setingkat lonceng atau mesin mobil relatif tidak terdengar.
  • Sedangkan suara yang dapat diterima oleh otak manusiia dan di oleh penjadi pesan seperti suara sirene dan klakson yang cukup keras.
Teori ini dapat dimanfaatkan, ketika berbicara dengan seseorang tunggu saja sampai dia tidak mengunakan smartphone, atau tidak fokus terhadap sesuatu hal. Karena pembicaraan akan diabaikan dan seseorang harus mengulangi pembicaraan dengan rekan anda kembali, karena pesan suara anda belum tentu di proses menjadi pesan penting.

Demikian juga ketika berjalan. Ketika melihat seseorang sedang membaca smartphone sambil berjalan untuk menyeberang. Sebaiknya tidak memperlambat laju kendaraan, bila memberikan suara klakson keras. Belum tentu orang tersebut secepatnya sadar bahwa ada bahaya yang mendekat.