Desember 2015
Ini pendapat dari luar negeri.

Beberapa tahun lalu merek smartphone China berkesan murah, kualitas rendah, OS selalu tertinggal, perangkat untuk kelas pemula.

Sekarang dapat dilihat banyak merek China tetap murah, tapi tidak terlalu murah seperti dahulu.

Bila ditelaah lebih lanjut, kualitas produk smartphone merek terkenal asal China, sudah tidak kalah dengan produsen dari luar China.

Seperti HTC Taiwan, atau Samsung Korea. Hanya harga tetap lebih murah dari merek China.

Ingin memiliki smartphone merek terkenal, sekelas Samsung dan LG. Alternatif dengan merek China seperti Lenovo, Xiaomi atau Oppo.

Bila kita mengatakan, jangan percaya dengan merek Made In China. Sekarang, pikirkan kembali.

Harga murah dari smartphone, dapat menghemat kantong anda dan devisa negara

iPhone dibuat di negara China, smartphone Motorola Moto E yang murah juga dibuat disana dan nama Moto sudah menjadi milik Lenovo. Bahkan nama Lenovo dahulu adalah merek IBM yang dikenal dengan Thinkpad notebook, tapi sudah diambil oleh perusahaan China.

Sekarang hanya persepsi sebuah merek dan produk. Di kelas high end mungkin agak berbeda, misalnya smartphone di kelas 7 juta keatas untuk pasar Indonesia. Tapi di kelas menengah, coba bandingkan kembali.

Contoh menarik dari smartphone merek Oneplus model One, Two atau X. Yang sudah mengunakan mengatakan smartphone mereka sangat baik. Bahkan beberapa user antusias merekomendasikan merek OnePlus.

Smartphone anda sebaiknya merek China

Teknologi camera rotasi dari Oppo N1. Satu camera dapat diputar, artinya biaya smartphone dapat dipangkas dengan 1 camera, dan pembeli mendapatkan 1 camera untuk depan dan belakang. Tentu pencinta Selfie sangat tertarik dengan teknologi ini.

Atau generasi pertama Gionee Marathon M5, dimana smartphone diberikan kapasitas baterai sangat besar. Ukuran smartphone mungkin bertambah gemuk. Bisa dipertimbangkan sebuah smartphone dengan kapasitas baterai lebih besar, maka penguna dapat mengunakan smartphone lebih lama, lebih jarang mengisi baterai smartphone maka membuat baterai smartphone lebih awet.


Masalah data pribadi.
Banyak smartphone dari China mengirim sinyal atau data ke server di China.

Apaka mereka mencuri data penguna, jangan terlalu dikhawatirkan karena berita itu belum sepenuhnya benar. Di negara barat, pihak NSA terbongkar malah diam diam menyadap data penguna smartphone. Bahkan dapat menyadap semua ponsel di sebuah negara di Eropa.

Sayangnya tidak semua orang percaya bila produsen smartphone asal China tidak menyadap smartphone buatan mereka. Menyadap atau tidak, semua smartphone sebenarnya mengirim data. Tujuannya berbeda beda, sekedar melihat kebiaaan penguna ponsel, data pengunaan ponsel dan lainnya.

Kenali setiap produsen
Setiap merek tidak sama, Samsung berbeda dengan LG,  dan ZTE berbeda dengan Meizu.

Yang penting pelajari :
Lihat dukungan purna jua di Indonesia, dan berapa lama smartphone akan dipakai
Lihat kebiasaan dari masing masing merek, apakah rutin mengupgrade perubahan OS.
Seberapa populer sebuah smartphone, kemungkinan di masa mendatang dapat di root atau dirubah sistem OS oleh anda sendiri.
Apakah smartphone China lebih baik, tidak juga. Tapi harganya relatif lebih murah.

Harga tidak masuk akal
iPhone pertama ketika dijual, anda dapat membeli hanya $200. Itupun dimana saja anda berada.
iPhone 8 edisi 2017 diperkirakan menembus $1000. Satu produsen smartphone tercanggih dari pabrikan Korea juga mematok harga $900.
Dapat dibayangkan sebuah produk seharga notebook kelas atas.

Bila kita sedang mencicil, motor, mobil tentu saja barang tersebut menjadi hipotik kita nanti. Sekarang smartphone, apakah kita harus mencicil juga. Sepertinya demikian, karena harganya sangat mahal.
Sebenarnya banyak produk alternatif yang tidak kalah canggih dan lebih murah. Ditahun 2017 akan tampil smartphone Essential $700, MiMix 2 $500 bahkan Mix Doogee yang jauh lebih murah $170 dengan tampilan layar penuh atau bezelless. Semua yang anda bayar tersebutlah yang akan anda dapat.

Bila anda mengeluarkan smartphone, lalu orang lain melihat duh Hpnya murahan amat. Siapa yang peduli.
Bila anda membeli smartphone dari 3 model tersebut dan lebih murah. Terlihat sama keren, layar tanpa tombol.

Beberapa smartphone model canggih memiliki fitur seperti camera terbaik, procesor tercepat, atau fitur pengenal wajah untuk membuka kunci smartphone. Menjadi pertanyaan, apakah anda memerlukan itu dengan biaya yang selangit.


Agustus 2017
Samsung dan iPhone masih di posisi teratas dari sisi penjualan.

Tapi ada 3 merek yang mengejar posisi keduanya, Huawei, Oppo dan Xiaomi berusaha menutup jelah di antara pabrikan China Korea dan merek Apple Amerika.

Samsung tercatat mengirim 79 juta unit smartphone untuk kuartal 2 2017. Tetapi pertumbuhan kedua merek tersebut terlihat flat, tidak banyak berbeda dibanding kuartal 1 dan kuartal 2 tahun 2017

Jangan alergi dengan kata Huawei, karena perusahaan ini banyak sekali membuat produk elektronik.

Huawei mulai mengigit kaki Apple di kelas smartphone high-end. Kuartal kedua tahun 2017 Huawei mengirim 38 juta unit naik 20%, Apple 41 juta unit naik 2%.

Oppo dan Xiaomi diposisi ke 4 dan ke 5.
Pengiriman produk ke dua merek tersebut naik 44% dan 52%. Kuartal 2 2017, Huawei mulai mengigit kaki Apple di kelas smartphone high-end.
Kuartal pertama tahun ini Huawei mengirim 38 juta unit naik 20%, Apple 41 juta unit naik 2%.Xiaomi menjual 15 juta smartphone untuk negara China sendiri.

Tapi belum mengeser posisi Huawei di posisi pertama di China dengan 23 juta unit.
Pengiriman produk Samsung dan iPhone sebenarnya mendatar alias tidak banyak berubah antar kuartal 1 dan 2 tahun 2017. Sementara 3 merek Huawei, Oppo, dan Xiaomi terus meningkat.

Alasan sebaiknya mengunakan smartphone Stock Android

Smartphone tidak bedanya dengan computer kecil.
Memiliki procesor, grafik, memory, storage. Hanya bentuknya jauh lebih kecil dan praktis. Masing masing produsen ingin tampil berbeda dengan smartphone.

Setiap smartphone dari pabrikan, mengunakan modifikasi OS Android dan tampilan / UI rancangan produsen.
Ditambahkan beberapa aplikasi yang kita sebut sebagai aplikasi Bloatware. Aplikasi internal di smartphone kadang tidak dapat dihapus, dan memenuhi RAM serta storage.

Ukurannya relatif , aplikasi yang di jejealkan di storage bisa besar, kecil atau jumlahnya cukup banyak dan memakan storage terlalu banyak.

Berguna atau tidak, aplikasi bloatware ada di dalam smartphone.
Smartphone dengan OS yang dimodifikasi juga menambah tampilan smartphone lebih menarik.
Tidak ada yang salah dengan OS Smartphone yang dibuat oleh produsen sendiri.

Bila anda harus memilih smartphone, ke depan baiknya membeli smartphone dengan OS asli dari Google Android. Sejak tahun 2017, Nokia dan Lenovo ingin kembali mengunakan OS Android asli, dana memberikan kebebasan user untuk mengunakan tampilan mereka dari fitur Launcher aplikasi.

Beberapa alasan dibawah ini.

Sistem keamanan dan update lebih cepat.
Update OS Android asli lebih cepat dirilis dibanding update dari produsen merek smartphone. Keterlambatan update membuat smartphone lebih rentan terserang malware baru. Kadang baru menunggu diberikan update hampir setahun, atau tidak di rilis lagi. Intinya produsen tidak lagi memberi update bahkan pembaharuan OS, karena dianggap smartphone sudah ketinggalan jaman.

Berbeda dengan Nokia. Smartphone Nokia divisi Afrika mengatkan mereka memiliki OS Android asli untuk smartphone terbaru Nokia 8.
OS Android dari Google atau Stock Android akan mendapat update tanpa peduli model high end atau model paling murah. Dengan catatan smartphone masih memiliki kemampuan menerima OS Android lebih baru.

Memory storage lebih besar.
Karena Stock OS Android asli tidak menjejalkan banyak aplikasi yang tidak penting, serta hanya aplikasi dasar dari Google.

 Memory internal tidak banyak digunakan untuk aplikasi yang tidak perlu.

Dapat dilihat smartphone bermerek, kadang hanya menyisakan 3/4 kapasitas internal memory. Sebagai contoh Samsung Galaxy S4 ketika dirilis, tersisa 8,5GB storage internal memory dari kapasitas 16GB. Sedangkan Google Nexus menyisakan 12GB dari 16GB internal memory.

Aplikasi dapat di Off dengan Stock ROM Android asli
Konsumen menginginkan banyak pilihan ketika aplikasi bekerja background.

Intinya aplikasi resident akan memenuhi RAM, dan mengunakan koneksi internet. Mau dipakai atau tidak, aplikasi tersebut tetap ada dan berjalan.
Beberapa aplikasi dapat di Off atau tidak di load ketika smartphone diaktifkan, sebagian lagi tidak bisa dan tetap berjalan.

Samsung Galaxy S6 dengan aplikasi Samsung Internet Browser, aplikasi tersebut tidak ada pilihan untuk dikeluarkan
Digunakan atau tidak, aplikasi browser Samsung tetap ada di dalam storage.
Kecuali smartphone anda di Root dan dibuang manual sendiri oleh pemiliknya.

Stock Android smartphone memang kehilangan momentum selama beberapa tahun ini. Karena banyak produsen memilih membuat OS modifikasi Android dan tampilan sendiri. Tapi fitur tersebut mungkin akan kembali lagi.

Nokia 8 memilih pengunaan OS Android asli. Lenovo awal bulan ini mengumumkan kembali mengunakan OS Android asli untuk beberapa model smartphone mereka.