Tahun 2015
Amerika akan memproduksi Plutonium-238 walau dalam jumlah kecil. Fasilitas nuklir Federal yang diperbaharui di Idaho dan Tennessee akan membuat

Plutonium-238. Ketika beroperasi penuh, fasilitas tersebut dapat memproduksi 1,5 kg Plutonium-238 setiap tahun.

Untuk apa bahan Plutonium-238, pastinya bukan untuk pembangkit nuklir atau bom. Plutonium-238 sudah digunakan sebagai bahan bakar pesawat ruang angkasa sejak puluhan tahun lalu

Untuk memproduksi 1,5kg Plutonium-238 dibutuhkan waktu setahun, ukurannya hanya sebesar kaleng minuman.

Plutonium-238 adalah bahan radioaktif khusus, dapat memancarkan panas konstan selama beberapa puluh tahun. Ini adalah bahan bakar untuk misi ruang angkasa. Digunakan oleh beberapa beberapa satelit ruang angkasa sebagai sumber bahan bakar utama. Termasuk probe yang terbang di atas planet dimana power atau daya dorong pesawat tidak cukup dibangkitkan dari cahaya matahari.

Plutonium-238 tidak cocok sebagai bahan senjata nuklir. Pada awalnya bahan Plutonium-238 adalah produk sampingan dari senjata nuklir. Ketika Amerika dan Rusia menutup program senjata nuklir mereka di era 80an.

Untuk membuat Plutonium-238 sangat mahal, sekitar satu pon saja dibutuhkan dana 4 juta dollar. Biaya tersebut diluar investasi di depan seperti mesin dan para ahli. Diperkirakan persiapan sampai fasilitas pabrik pembuatan Plutonium-238 menghabiskan biaya $150 juta.

Plutonium-238 dengan nilai sangat mahal, tidak dapat dihitung dalam angka nilai ekonomis lagi. Pesawat ruang angkasa New Horizons yang baru mampir ke planet Pluto, mengunakan bahan tersebut. Pesawat memang tergantung dengan bahan nuklir Plutonium-238, karena posisinya sangat jauh dari matahari

Plutonium-238 akan diproduksi dalam 2-3 tahun mendatang

Belum ada alternatif dari bahan bakar lain selain Plutonium-238 yang mampu membawa pesawat ruang angkasa sampai ke tepian tata surya.



Di masa lalu Amerika memiliki pasokan cukup untuk 238Pu yang dibuat untuk mendukung persenjataan nuklir. Tetapi fasilitas pemurnian plutonium telah ditutup tahun 1980an, Amerika tidak memiliki fasilitas produksi Plutonium-238. Badan antariksa Nasa meminta bantuan Rusia untuk penyediaan Plutonium-238. Itupun cadangan terakhir , karena fasilitas di Rusia untuk memproduksi 238Pu juga ditutup beberapa tahun lalu.

Sebuah pesawat ruang angkasa hanya membutuhkan power 110W dari thermo-electric power nuklir.

Plutonium-238 bahan bakar pesawat ruang angkasa

Tahun 2017
Bahan radioisotop adalah sumber bahan bakar all in one yang hemat. Ketika bahan tersebut bereaksi dan berubah menjadi elemen baru, dapat melepaskan sejumlah energi. Panas dapat menghangatkan sirkuit robot yang rapuh, dan memberikan power dengan tenaga yang kompak dan ringan sampai menjadi sumber energi dalam beberapa puluh tahun.

Sekitar 2.900 jenis radioisotop yang diketahui manusia, hanya 22 yang mampu menyalakan pesawat ruang angkasa.

21 dari jenis isotop dapat membuat tantangan untuk digunakan secara praktis, selain produksi yang sangat mahal, dan terlalu banyak memancarkan radiasi berbahaya ketika digunakan atau kekuarangan daya panas yang cukup.

Hanya satu sejauh ini yang terbaik, plutonium-238 dan tidak memiliki sifat meledak seperti PU-239.

Plutonium-238 atau PU-238 seperti isotop ajaib kata Jim Adams, kepala teknologi Nasa.

Bahan ini baru benar benar hancur atau habis dala waktu 87,7 tahun. Artinya hampir setara satu abad. Bahan tersebut juga dipasang di pesawat Voyager, dan telah 40 tahun masih tetap mengirim data ke Bumi.

Pesawat ruang angkasa tidak dapat mengandalkan panel surya. Karena kondisi ekstrem di ruang angkasa. Probe yang dikirim ke Jupiter misalnya, harus menghadapi kondisi ekstrem, dan pesawat harus terlindung dengan perisai tebal.
Bila bahan plutonium diganti dengan panel surya untuk sumber daya pesawat ruang angkasa. Katanya bisa, tapi ukurannya harus sangat besar, terlebih pesawat yang terbang menjauh matahari.

Produksi Plutonium 238
Amerika telah menghentikan produksi PU-238 di tahun 1988
Rusia menjual beberapa ke Nasa tahun 1990an-sampai 2000an. Tapi total dihentikan sejak 2009. Kemungkinan stok Rusia juga habis dari persediaan di era perang dingin.
Stok Nasa hanya 35kg, walau departemen energi masih memiliki persediaan lain. PU-238 hanya separuh dari persediaan yang dibutuhkan Nasa.
Juli 2011 Kongres Amerika menyetujui dana baru 10 juta dollar untuk memproduksi PU-238.
DOE / departemen energi sampai Desember 2015, telah memproduksi 50 gram untuk dikirim ke Nasa, disusul 100g lain dalam beberapa bulan mendatang.
DOE akan meningkatkan produksi sampai 300-450g pertahun mulai 2019.
Nasa membutuhkan pasokan 1,6kg setiap tahun ke DOE agar misi mereka tepat waktu.

Nasa hanya memiliki satu misi dengan pesawat energi nuklir sampai 2025. Setelah misi tersebut besar kemungkinan bahan PU-238 habis dan menunggu persediaan yang cukup

Proses Plutonium 238
Mengunakan bahan sampingan dari Neptunium-238 atau bahan awal PU-238. Dikirim dari laboratorium nasional Idaho ke Nasional Oak Ridge di Tennessee.
Di Oak Ridge proses di-iradiasi dilakukan berbulan bulan, dan di biarkan mendingin secara radiokatif selama 1 tahun. Dan bahan dimurnikan menjadi PU-238.
Sisa atu sampah neptunium kembali dikirim ke Idaho untuk di proses kembali.
Sedangkan bahan PU-238 dikirim kembali ke divisi Los Alamos untuk disimpan dalam perangkat pengaman.
Dari fasilitas Los Alamos dinama PU-238 baru dapat diberikan ke Nasa.

Plutonium-238 tahap pengolahan dari 2 laboratorium dan penyimpanan

Satu program nasa mencapai 77 juta dollar dengan pembangkit PU-238 yang memiliki bobot 4,8kg saja. Seperti robot Curiosity di Mars mengunakan satu unit.
Tapi di masa mendatang, sebuah misi membutuhkan sampai 3 unit pembamgkit kecil.
Bila kondisi berlanjut dan tidak ada peningkatkan pembuat PU-238. Kemungkinan besar misi ruang angkasa tidak akan banyak lagi, atau hanya 1-2 misi dalam 10 tahun kedepan.