Penyakit katarak mungkin dapat disembuhkan dengan obat tetes mata khusus


Kategori : Green | Date : 15 February 2019
Pengobatan katarak mungkin tidak lagi dengan operasi
Februari 2019
Obat tetes untuk katarak selangkah lebih dekat dengan senyawa yang baru di identifikasi.
Peneliti telah berhasil mengetahui bahan kimia yang bisa mengembalikan transparansi lensa. Menjadi teknik dengan bahan lain dari bahan lanosterol.

Jason Gestwicki, PhD, asisten profesor kimia farmasi di University of California-San Francisco (UCSF) baru baru ini menerbikan temuan mereka di Science.

Dalam studi yang diumumkan Jason, obat tetes mata dapat melarutkan kristal protein yang mengumpal dan mengaburkan pandangan pada mata dengan cairan kimia khusus.
Peneliti UCSF menambahkan kristal-kristal yang berkelompok atau disebut Amiloid memiliki sifat lebih sulit dicairkan.
Tim Jason mengunakan proses fluorimetri untuk memindai yang disebut HT-DSF. Sebuah metode dimana protein dapat mencair pada titik lebur protein.
Dengan mencoba 2.450 senyawa, dan dipersempit menjadi 12 senyawa untuk membantu mengurangi titik lebur amiloid sampai di kisaran normal.
Bagian cairan kimia tersebut seperti di kelas Sterol.

obat tetes katarak, dari UCSF Compound 29

Peneliti melakukan pengujian dari 32 jenis sterol dan mengidentifikasi satu sebagai senyawa ke 29. Bila senyawa tersebut ditambahkan ke obat tetes mata, maka dapat melarutkan amiloid. Sehingga mata dapat melihat kembali.

Kabar baik tersebut berhasil di uji pada tikus, dimana obat tetes mata dapat mengembalikan sebagian gangguan katarak pada mata tikus.
Bila dapat memperbaiki katarak pada manusia. Nantinya dapat membantu penyakit Alzheimer yang juga terkait dengan protein amiloid.

Desember 2018


Selamat tinggal operasi? Ilmuwan Hanya Membuat Tetes Mata yang Melarutkan Katarak. Tetapi teknologi tersebut baru ditemukan pada tahun 2018 lalu.

Sebagian besar dari kita menerima begitu saja perubahan penglihatan kita.
Bagi mereka yang sehat, memiliki kemampuan mata yang baik seperti untuk membaca, sampai mengemudi
Memang, bagi kebanyakan orang, sedangkan sebagian lain melihat adalah perjuangan.

285 juta orang di seluruh dunia memiliki masalah penglihatan. Menurut Fred Hollows Foundation, sekitar 32,4 juta orang di dunia mengalami kebutaan.
90% dari orang-orang ini tinggal di negara-negara berkembang, dan lebih dari setengah dari kasus kebutaan ini disebabkan oleh katarak.
Katarak adalah penyebab utama kebutaan / masalah penglihatan di dunia.

Untungnya, ada pengobatan; Namun, hanya satu pilihan operasi, dan harganya mahal.

Menurut American Academy of Ophthalmology, hampir 22 juta orang Amerika yang berusia di atas 40 tahun dimulai masalah dengan penglihatan akibat katarak.
Pada saat mereka mencapai 80 tahun, lebih dari setengah dari semua orang Amerika akan memiliki katarak, dan harus menjalani operasi dan mahal atau mereka akan menderita masalah penglihatan yang parah.

Namun, ada opsi perawatan lain. Para peneliti yang berbasis di AS telah menciptakan obat tetes ke mata melalui pipet saja. Dan obat itu bisa melarutkan katarak.

Meskipun memiliki kemampuan yang luar biasa, sayangnya di tahun 2018 untuk perawatan ini belum diuji pada manusia.
Obat ini dijadwalkan untuk memasuki uji klinis, karena peraturan ketat diberlakukan agar memastikan tidak ada efek samping dari obat baru, perlu beberapa saat sebelum tetes ini diproduksi dan  dipasarkan sampai digunakan sebagai obat yang layak dari alternatif operasi mata.

Bagaimanapun, ini adalah langkah maju yang bagus. Lalu bagaimana obat tetes tersebut bekerja

Katarak dihasilkan dari struktur protein yang mengkristal di depan bola mata atau tepatnya pada bagian lensa mata kita.
Secara khusus, mereka terbentuk ketika struktur lensa memburuk, diakibatkan protein menggumpal, lalu membentuk lapisan susu / kabut di atas mata yang menghalangi penglihatan.

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan protein melakukan ini (dengan kata lain, mereka tidak sepenuhnya yakin mengapa katarak mulai terbentuk).

Perawatan dibuat berdasarkan steroid yang terjadi secara alami, yang dikenal sebagai "lanosterol."
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan dua saudara kandung yang menderita katarak walau orang tua mereka tidak.
Saudara kandung ini berbagi mutasi yang menghentikan produksi lanosterol. Khususnya, orang tua mereka tidak memiliki mutasi ini.

Para ilmuwan kemudian berpikir, jika orang tua menghasilkan lanosterol lalu tidak memiliki katarak, mungkin anak-anak mereka memiliki katarak karena mereka tubuh mereka tidak memproduksi lanosterol. Jadi, menambahkan lanosterol ke mata (atau sesuatu yang mirip dengannya) dapat menghentikan terbentuknya protein kristal yang mengumpal bersama sampai terbentuk katarak pada mata.

Jadi Lanosterol akan membalik protein agregasi / pengumpulan protein pada katarak mata.
Penelitian Lanosterol telah dilakukan sejak tahun 2015.

Percobaan 2018 masih jauh.
Para ilmuwan menguji hipotesis ini pada kelinci, dan hasilnya sangat menjanjikan.
Setelah hanya satu minggu percobaan, semua kelinci kecuali dua dari 13 subyek yang diuji berubah dari katarak parah menjadi katarak ringan (atau hilang sama sekali)
Obat ini juga diuji coba pada anjing, dan hasilnya sama.



Jika percobaan pada manusia berhasil, dan penemuan ini  mungkin dapat dipasarkan
Bentuknya hanya seperti obat tetes mata dapat digunakan untuk mengubah kehidupan jutaan orang di seluruh dunia.
Secara harfiah bisa berarti perbedaan antara kebutaan dan penglihatan.

Ruben Abagyan, yang ikut menulis makalah, "berharap" bahwa obat tetes lanosterol akan memiliki dampak yang sama pada katarak pada manusia. Dalam siaran persnya, dia menyatakan, “Saya pikir langkah selanjutnya adalah melakukan percobaan untuk manusia. Tidak ada yang lebih menarik dari itu katanya.


2015 November.
Pengobatan katarak untuk masyarakat miskin masih mengunakan teknologi medis konvesional.
Dr Sanduk Ruit mungkin juara di dunia kesehatan dalam melawan kebutaan karena mata katarak. Mampu mengoperasi katarak dalam 15 menit, biaya $25 satu mata. Sekitar 246 juta orang mengalami gangguan penglihatan, diperkirakan 39 buta karena gangguan mata katarak.

Operasi Dr Sanduk Ruit bukan teknologi yang rumit, bahkan lebih mirip teknik sederhana tapi tetap seperti teknik kedokteran barat. Kabar baru teknik Dr Sanduk Ruit akan dibawa ke pendidikan barat untuk melawan penyakit katarak.

Seorang mahasiswa kedokteran dari Stanford Austin datang ke Hetauda Nepal Selatan. Dia melihatDr Sanduk Ruit mengobati 102 pasienya dalam sehari.
Pasien di suntik anestesi lokal, Dr Sanduk Ruit mulai memeriksa bagian mata dengan mikroskop lalu mengunakan sayatan kecil dan menarik keluar bagian katarak yang menutup mata.

Dr Sanduk Ruit lalu memasukan lensa kecil ke dalam mata dan operasi selesai untuk satu mata. Satu mata hanya dikerjakan dalam 5 menit, dan waktu operasi hanya 15 menit satu pasien. Lalu kedua mata pasien ditutup perban.

Cerita Dr Sanduk Ruit sempat tidak dilirik oleh medis modern, karena dokter di negara barat mengunakan mesin yang rumit untuk operasi mata. Bagi negara miskin dan berkembang, tidak mungkin rumah sakit membeli mesin yang mahal.

Dr Sanduk Ruit bekerja bersama dengan yayasan kesehatan lain seperti Aravind Eye Care System India. Salah satu lembaga luar biasa yang mengoperasi 280 ribu pasien katarak tahun lalu. Dan menyempurnakan sayatan mikro untuk operasi katarak tanpa jahitan.

Berita Dr Sanduk Ruit ini sudah masuk American Journal of Ophthalmology. Disebut tekniknya sama seperti ilmu kedokteran barat, dan keberhasilan 98% (hanya dalam waktu 6 bulan). Perbedaannya teknik Sanduk sangat cepat dan jauh lebih murah.

Dr Geoffrey Tabin spesialis mata dari univertas Utah Moran Eye Center mengatakan hasilnya fantastis. Dr Tabin belajar dengan Dr Ruit untuk menghilangkan katarak samping. Teknik seperti ini di Salt Lake City, peralatan rumah sakit harus dibeli hampir 1 juta dollar.

Mesin operasi katarak di Amerika tidak dapat digunakan sepenuhnya di Amerika. Misalnya katarak terlalu besar, bahkan standar operasi katarak manual kalah dengan teknik Dr Ruit.

Dr Tabin adalah seorang pendaki gunung yang kebetulan, dan bekerja di badan amal. Dia mendukung kerja Dr Ruit agar tekniknya dapat digunakan di negara miskin lain. Dengan kerjasama keduanya akhirnya mereka membuat situs Cureblindness.org untuk membantu orang lain. Dan membuka donasi untuk membantu memerangi katarak

Kembali ke Dr Ruit, bukan saja mengembangkan teknik operasi. Sekaligus teknik perawatan mata keseluruhan.  Dia mendirikan yayasan Tilganga yang membantu 30 ribu pasien setiap tahun. Setengah pasien diberikan biaya, setengahnya gratis untuk masyarakat tidak mampu.
Tilganga juga membuat lensa kecil, setahun dibuat 450 ribu lensa untuk pengobatan katarak. Satu lensa mata hanya $3, dibanding di barat $200.
Kualitasnya sangat baik, dan sudah di ekspor ke 50 negara bahkan beberapa ke Eropa.

Nama Dr Ruit juga dikenal oleh Dr.David Chang sebagai mantan direktur yayasan American Society of Katarak. Dia mengatakan Dr Ruit adalah salah satu dokter paling penting di Dunia. Memiliki situs dan yayasan sendiri www.tilganga.org

Usia Dr Ruit lahir tahun 1955 sekarang 61 tahun, dia tinggal di daerah terpencil di timur Nepal dan belajar kedokteran dari India. Ketika perban pasien dibuka oleh Dr Ruit, satu pasien yang diliput matanya mulai berkedip. Dan melihat pertama kali setelah mengalami gangguan mata bertahun tahun. Thuli Maya seorang pasien tersenyum, dahulu saya harus merangkak sekarang saya bisa bangun dan berjalan lagi.

Disatu sisi kadang kita sering mendengar adanya yayasan kesehatan yang membutuhkan dana. Mungkin meremehkan bahwa uang yang disumbangkan untuk yayasan internasional belum tentu cukup dana memberikan bantuan ke pada masyarakat. Nyata seperti berita Dr Ruit, biaya bukan kendala karena dia mampu memberikan operasi hanya $25 untuk saatu mata.

Dr Ruit operasi satu mata katarak $25

Article Series

This article is part 1 of a 2 part series. Other articles in this series are shown below:
  1. Penyakit katarak mungkin dapat disembuhkan dengan obat tetes mata khusus
  2. India mengapa pestisida berakibat fatal bagi penduduk desa

Kanker kedua jumlahnya kembali meningkat. Data kesehatan di Amerika menunjukan 1 dari 5 kasus penyakit kanker, adalah pasien yang pernah terkena kanker dan harus kembali pendapatkan perawatan setelah terdiagnosis memiliki kanker kedua. Salah satu penyebab bahan akrilamida pada makanan yang di bakar

Olahraga dan kesehatan, usia 80 tahun memiliki kekebalan tubuh usia 20 tahun. Mampu menghindari penyakit, seperti sebuah pil alami. Aktivitas fisik ternyata meningkatkan kemampuan sel T lebih aktif. Salah satu rahasia dari tubuh manusia



Akibat nyeri otot setelah berolahraga dapat terjadi sampai satu atau dua hari. Kejadian ini dapat terjadi dari atlet profesional sampai mereka yang berjalan di tangga. Bagaimana menghindari nyeri otot yang disebut DOMS

Pasien yang sekarat membutuhkan peralatan ECMO, tapi mesin tersebut jaraknya 450km di rumah sakit terdekat. Tanpa mesin pendukung tersebut dipastikan pasien akan meninggal. Bagaimana tim medis mengirim peralatan medis dengan jet tempur, hanya 25 menit sampai

Tulang belakang perlahan akan membungkuk, karena kebiasaan orang duduk di depan computer dengan posisi tidak benar. Perlahan tulang belakang akan membengkok, dan postur tubuh berubah seperti tertekan turun. Ada cara sederhana dengan 3 menit untuk memperbaiki posisi tulang belakang

Saran olahraga selama 30 menit setiap hari tidak cukup. Khususnya mereka yang bermasalah pada kesehatan seperti darah tinggi dan jantung. Butuh 2 sampai 4 kali dari rekomendasi dokter. Seperti data penelitian terbaru.

Desa Gama di Guanxi memiliki rahasia umur panjang. Terakhir ada 17 orang berusia 100 lebih disana. Walau saat ini hanya tersisa 2. Banyak turis datang dan mencari jawaban mengapa penduduk disana sehat. Rahasianya lebih sederhana.

Ini cerita dari India, ketika orang sakit jantung biasanya terlambat di tolong. Terlebih kota Mumbai yang macet, sama saja  bencana bagi penderita jantung. Dokter di rumah sakit KEM beralih dengan sistem lain dengan teknologi internet.



No popular articles found.