Mengapa Fotografer era digital perlu mengerti editing foto digital

Kita ambil contoh

Seperti gambar dibawah ini
  • Gambar pertama adalah hasil foto camera DSLR. Semua gambar terlihat dengan warna normal, dan belum di edit. Membuat warna foto tidak menarik, istilahnya foto kurang berwarna. Ketika kita mengambil foto dari camera, hasillnya seperti itu. Warna biru tidak terlihat biru, awan biasa saja bila camera di setting dengan mode Warna Natural
  • Gambar kedua adalah hasil foto yang sama, tapi sudah di edit dengan software Lightroom
Sederhana saja : di antara kedua foto, menurut anda foto atas atau bawah yang lebih menarik ?

Click gambar untuk detil zoom
Hasil foto sebelum di edit dan sesudah di edit

Camera tidak memberikan gambar terbaik dan menghasilkan foto di atas dengan setting natural mode.

Tapi hasil kreasi pembuatnya yang memberikan keindahan dan warna dari sebuah foto akan tampil pada gambar kedua dan melalui proses dengan software editing.


Bagaimana merubah foto seperti gambar diatas. Dapat dilihat teknik editing foto pada gambar dibawah ini.

Foto dari camera umumnya hanya menampilkan gambar standar. Dengan proses editing foto, dapat dirubah ketajaman foto, warna foto, efek gradasi, bahkan sebuah foto dengan long exposure yang terlihat foto putih dapat di edit untuk menampilkan gambar aslinya.

Video dibawah ini menampilkan cara dari proses editing foto. Dapat dibandingkan hasil foto dari camera, dengan proses foto setelah di edit dengan software. Hasilnya jauh berbeda dibanding dengan foto asli yang diambil dari sensor camera.



Dari proses seperti video diatas tersebut, kita dapat mengetahui rahasia dari seorang fotografer.

Mengapa foto yang tampil di website, media sosial dari kalangan profesional tampil sangat menarik dan foto terlihat begitu indah.

Arndt seorang profesional fotografi menyebut seperti ini. Memiliki peralatan camera tidak selaras dengan kualitas.

Dalam kenyataan, camera seperti alat musik. Jika seseorang tidak mengetahui cara memainkan piano, dan duduk di depan piano merek Steinaway yang terkenal. Maka dia tidak membuat suara musik yang baik.

Camera hanya membutuhkan satu tombol, tetapi sebelum menekan bagian tersebut seseorang harus tahu bagaimana mengkontrol beberapa aspek.

Dari pencahayaan, framing, editing, mengambil gambar dengan Raw dan selanjutnya membuat gambar lebih indah dengan proses editing.


Akhir kata dari tim Fstopper - Sebuah foto tidak mendadak menjadi kelas dunia.

Dengan camera dan sensor super megapixel tidak menjamin mendapatkan foto terbaik. Jangan berharap orang antri meminta jasa foto anda atau mengagumi foto anda, karena anda sudah memiliki camera super canggih 200Mpix.
 
Foto terbaik di dapat dari suasana hati, kreativitas dan gaya fotographer itu sendiri. Camera hanya alat, tapi hasil foto terbaik ditentukan siapa yang ada di belakang camera.


Salah satu kesalahan dari pencinta fotografi ketika dia membuat foto dan terlihat biasa saja. Mungkin seseorang akan mengambil dompet lagi. Dan kembali melihat hasil fotonya masih kurang baik. Menjual camera lama dan membeli camera lebih canggih. Menganti lensa yang lebih baik dan lebih mahal, dan tidak puas dengan hasil foto. Lalu membeli lagi lensa yang lebih canggih dan seterusnya.

Bila ada yang merasa seperti dibawah ini, hati hati

  1. Membeli peralatan camera baru karena merasa foto kurang Wow. Akhirnya hanya dompet yang berbicara.
  2. Mereka hanya mencintai fotografi karena peralatan, belum tentu mampu membuat foto yang baik.
  3. Bila seseorang membeli banyak peralatan foto, tapi sangat jarang membawa camera. Artinya dia adalah kolektor peralatan camera.
  4. Bila seseorang hatinya selalu diliputi kurang yakin dengan perangkat. Dia tidak dapat membuat foto yang baik.
  5. Bila seseorang mengatakan merek camera A atau B mampu memberikan foto terbaik. Artinya dia sudah "selesai"
Jadi bukan merek camera membuat foto anda di kagumi. Tapi hati kita, teknik mengedit gambar kita, seni kita dalam membuat foto, dan persiapan sebelum menekan tombol camera.

Apa yang perlu kita ketahui dengan camera

Mengunakan camera tipe DSLR berbeda dengan camera pocket. Setting camera harus di pelajari

Bagaimana setting aperture, speed shutter, fokus lensa, ISO, filter yang ada di camera.

Bila kita mengunakan camera DSLR dan di setting manual. Sama saja memiliki camera pocket.

Settidaknya kita dapat mengetahui, apa itu kecepatan shutter camera. Setting kecepatan shutter harus diatur berbeda bila mengabadikan orang berlari, foto close-up, atau foto pesawat udara.

ISO perlu kita ketahui, ketika objek gambar terlalu gelap maka salah satu manfaat setting ISO dapat membantu.

Aperture, atau lubang lensa. Memberikan efek bokeh, atau ketajaman gambar. Setting akan berbeda ketika mengatur aperture untuk objek terang seperti wajah orang, atau mengambil foto pemandangan.

Foto gelap mungkin kesalahan setting, tetapi tidak membuat sebuah foto menjadi buruk. Dan dapat diperbaiki oleh software editing
Foto terlalu terang jelas kesalahan, karena dalam software editing tidak dapat memperbaiki gambar yang terlalu terang.

Setting camera hanya ada di camera, menghasilkan foto yang baik, kurang baik, blur, tidak fokus, tajam. Bila mengabadikan foto dengan camera smartphone, dipastikan foto selalu baik karena smartphone.

Di camera DSLR kita harus mengetahui setting yang tepat agar foto tampil baik,

Mengapa harus menganti camera baru - penulis Eric Kim

Tidak pernah puas adalah sifat dan kelemahan manusia. Bagaimana dengan produsen camera, tentu semakin banyak yang dijual semakin menguntungkan.

Produsen camera dapat menawarkan fitur baru, kadang hanya berubah sedikit. Dan setiap tahun ada saja model yang di rilis dan di upgrade. Tambah point fokus, tambah megapixel, tambah WIFI, tambah layar sentuh. Bagi konsumen, ketika rusak, pecah, macet biaya perbaikannya selangit.

Yang lain. Iklan di bombardir sebelum produk dirilis. Apakah anda tahu produsen camera mempekerjakan profesional fotografer dan hal lain. Diberikan perangkat baru, tiket perjalanan, uang kerja dan hotel selama mereka membuat foto plus diminta mencoba camera baru.

Disebut marketing Gimmick. Karena produsen tahu, karyawan mereka tidak akan mampu membuat foto terbaik yang dipasang di website mereka.

Mereka adalah produsen camera, dan ahli membuat camera. Bukan fotografi

Pilihannya mencari profesional fotografi, mereka dipekerjakanm dikontrak, diberikan unit camera terbaru untuk mereka pakai.

Apakah fotografer profesional salah mendapatkan pekerjaan tersebut untuk mempromosikan sebuah produk. Tentu tidak, mereka sama saja seperti bintang film, hanya yang ditampilkan adalah hasil fotonya.

Agar anda bisa melihat ini foto dari produk baru kami yang diambil oleh fotografer si Cecep (profesional).

Sementara fotografer membawa tripod, kedingingan di tengah hutan untuk tuntutan pekerjaannya agar foto yang dibuat sangat bagus sesuai bidang mereka masing masing.

Mungkin kita sadar semuanya iklan, tapi mempengaruhi persepsi dan perlaku kita secara halus. Percaya atau tidak coba saja anda rasakan ketika semua model camera muncul di pasaran. Pasti anda akan berpikir, hemm camera 12 juta ini keren juga, mungkin foto saya akan lebih baik, dan bersiap menabung serta menjual yang lama ;-)

Memiliki camera terbaru tentu lebih baik. Tapi bukan berarti harus membeli yang baru setiap produk dipasarkan. Percaya atau tidak, bila anda memiliki camera lama lalu muncul model baru. Hati kita akan menjadi galau untuk menganti.

Jadi jangan membeli camera karena anda tidak puas dengan camera lama. Membeli camera harus menjadi pengalaman yang Rasional (masuk akal),

Perhitungan dan tanpa Emosi, dan lihat pengunaan ke depan sambil bertanya kepada orang lain. Bro kalau camera yang canggih 30 juta ini rusak, servisnya mahal ngak.

Foto indah di era Digital yang dilihat di website berbeda dibanding foto pada jaman analog film.

Karena camera analog hanya mengambil foto apa adanya dan di cetak dari proses foto dengan pencucian. Sangat sulit membuat foto analog, karena harus di ulang bila terjadi kesalahan. Dan mengisi film baru.

Sementara foto digital saat yang dibuat kalangan profesional yang sudah malang melintang di dunia foto puluhan tahun dari jaman camera analog sampai digital.

Sekarang camera digital  mengunakan storage dan fotonya disebut foto digital. Proses gambar dilakukan di computer atau smartphone kita. Dan dengan software kita dapat membuat warna lebih menarik pada foto, menampilkan gradasi lebih terlihat, bahkan mengkoreksi kulit yang kurang halus, sampai menghilangkan bagian yang tidak harus tampil.

Jadi proses camera digital memerlukan editing tersendiri, sedangkan foto analog jauh lebih sulit karena mengandalkan komposisi, foto dan proses cetak.

Demikian teknik penilaian merek camera.

Ini era digital belajar edit foto (link Lightroom) baru foto tampil Wow