Instagram superstar keluar ungkap kehidupan palsu mengapa kita seharusnya keluar


News | 18 April 2018

Korban media sosial salah satu dari Instagram



Oneill 2015 November

Oneill menghapus semua konten dari foto dan postingan dirinya dari media.

Sederhananya dia keluar dari seluruh media sosial. Instagram, Youtube, Tumblr dan Snapchat tidak ada lagi namanya.

Essena Oneill memiliki 60.000 Follower di Snapchat, 200.000 Follower di Youtube dan hampir 1 juta Follower / pengikut di Instagram.
Jumlah Follower sangat besar bagi remaja berusia 18 tahun, terlebih gaya hidup tampil glamor

Mengapa dia keluar dari media sosial dengan memaki tentang aktivitasnya.

Saya keluar dari Instagram, Youtube dan Tumblr, menghapus ribuan foto.

Tanpa sadar saya telah menghabiskan sebagian besar waktu hidup saya selama remaja karena kecanduan media sosial dan memperebaiki penampilan fisik saya "untuk lebih sempurna".

Oneill bercerita bagaimana dia tidak bahagia lagi dengan media sosial. Aku menghabiskan waktu berjam jam menonton gadis yang sempurna di online. Dan berharap bisa seperti mereka.

Akhirnya aku menjadi salah satu dari mereka. Tapi aku tidak merasa bahagia dan merasa damai dengan dirinya. Itu yang diucapkan oleh Oneill, ternyata setelah nge-Top sampai dia tidak merasakan kehidupan seperti orang biasa lagi

Dia membuat website baru untuk dirinya sendiri dengan kata Let's Be Game Changer.
Dia berharap dapat mendidik orang lain dan sadar tidak terobsesi dengan jaringan media sosial



Oneill mengaku semua kehidupannya sudah di rekayasa. Dengan banyak pengikut, dirinya mulai diminta menjadi sponsor.

Dia membuat kesan diri seperti sangat kaya, dan selalu tampil cantik serta glamor.

Di usia 12 -16 tahun, dia ingin menjadi orang yang tampil sempurna di media sosial.
Pada akhirnya dia berhasil mendapat pujian dan begitu banyak pengikut di media sosial

Oneill mengaku salah satu foto yang dibuat di media sosial seperti di pantai adalah foto rekayasa. Bukan foto biasa saja tapi dipersiapkan.

Untuk sesi foto itu, tidak hanya asal jepret. Dia harus duduk menunggu sampai cahaya matahari yang tepat agar fotonya terlihat baik.

Ketika dia minum teh, mengunakan poci, dia berada dalam posisi mempromosikan produk teh di Instagram dan semuanya dibayar.

Untuk membuat foto selfie sempurna, dia harus mengambil sebanyak 50 kali foto.
Lalu di edit agar sosial media dapat menerima dirinya.

Bahkan paling menyiksa, sebuah foto dengan bagian perut yang terlihat harus diambil 100x gaya.
Agar tubuhnya terlihat sempurna, tapi katanya saya hampir tidak makan hari itu.

Superstar media sosial keluar mengungkap kehidupan palsu

Mereka yang ngeTop di media sosial belum tentu kehidupannya seindah cerita di depan layar walau mendapatkan pendapatan tersendiri.

Seperti Oneill akhirnya menyerah, setelah populer karena merekayasa kehidupannya dari media sosial.

Dan dia mengingatkan kita kembali, jadilah diri kita sendiri.

Calveiro 2018 Maret Instagram

Seorang wanita akhirnya gagal ngetop sebagai selebritis di Instagram.



Harian NYC melaporkan awalnya Calveiro pindah ke kota New York 2013 untuk magang kerja, ketika berita tentang dirinya dia sudah berusia 28 tahun.
Calveiro mulai terobsesi ingin tampil seperti kehidupan layak (mapan dan berkelas) alias hanya di media sosial Instagram.

Perlahan tapi pasti, setiap bulan dia menghabiskan 200 dollar membeli pakaian.

Membeli beberapa produk cukup mahal, seperti sering membeli tas setiap bulan untuk di pamerkan di media sosial.
Dan sebagian barang yang dibeli untuk gaya tidak murah, kadang mencapai $1.000 untuk tas agar tampil menarik.

Dia tidak pernah mengenakan pakaian yang sama selama memposting foto di media sosial.
Itu baru biaya penampilan. Belum termasuk hal lain seperti layanan dokter gigi, aksesoris, medikur, salon kecantikan dan sebagainya agar wajahnya dapat tampil sempurna.

Kelihatannya luar biasa. Tapi perlahan tapi pasti, biaya dari usahanya menjadi selebritias menjadi fantastis, bila di hitung rata rata dia menghabiskan $2.600 perbulannya.

Tampil bergaya di Instagram, layaknya seorang Jetset. Calveiro harus membayar cerita liburan palsunya sendiri.
Rata rata dia pergi ke lokasi baru setiap bulan selama 1 tahun. Seperti dia jalan jalan di kota Vegas atau kepulauan Bahama.

Sampai di akhir tahun 2016, aktivits Calveiro mulai surut.

Dia mulai berhemat, dan berakhir meninggalkan hutang yang harus dicicil 14 bulan senilai $10.000 akibat terlalu banyak... kita tentu sudah tahu..

Tapi ada hasilnya
Setidaknya ada 18.000 Follower di Instagram.
Baru 5 digit, dan masih jauh dari 6 digit follower bahkan 7 digit sebagai selebriti kelas premium di Instagram.
Dia belum sampai disana lalu menyerah.

Superstar media sosial menyerah dan meninggalkan hutang

Mengapa anda harus keluar dari Instagram kata Eric

Penulis yang mengajar di UCLA dengan Sosiologi Facebook dan jaringan sosial tahun 2010 menyatakan pendapat yang sederhana.

Teknologi internet dan media sosial seperti Facebook, Instagram, Snapchat dan aplikasi lain. Membuat kita lebih mudah terhubung dengan manusia lain.

Tahun 2018 pendapatnya berubah.
Instagram membuat seniman fotografer menjadi negatif.
Instagram dibuat untuk memudahkan orang berbagi foto.
Bagi sebagian karir fotografer, dapat menarik perusahaan untuk memperkerjakan keahlian mereka.

Setelah muncul media sosial, sekarang seniman atau profesi fotografer dinilai sangat dangkal oleh orang lain yang belum tentu mengerti.
Disana hanya terkait kata suka atau tidak ada pendapat.

Nilai yang salah ketika seseorang memposting sebuah foto dan mendapatkan banyak Like. Lalu si fotografer akan beranggapan fotonya bagus.


Bila kurang Like artinya fotonya tidak bagus.

Apakah demikian, foto baik hanya diberikan pendapat Like.

Foto yang disukai juga merubah cara pengambilan gambar.  Seorang fotografer profesional memilah antara foto yang harus dibagi dan tidak di media Instagram.
Tentu ada kepentingan, semoga foto yang dibagikan memang tepat untuk mendapat Like.
Lalu perilaku akhirnya merubah karir seorang fotografer. Dan berusaha membuat foto yang disukai saja, dan bukan sebuah karya seni lagi.

Penulis mengatakan hal menarik
Untuk membuat anda lebih kreatif sebaiknya hapus akun Instagram.

Tahun 2017 Eric menghapus semua akun Instagram.
Jujur rasa khawatir kehilangan publik bila cukup banyak pengikut, tapi berjalan dengan waktu ternyata hati lebih bahagia.
Dan keputusan tersebut merupakan hal terbaik yang diambil demi pekerjaannya sebagai seniman.

Dari sisi pribadi, hatinya akan lebih di dengar dibanding melihat pendapat orang lain yang belum tentu profesional di media sosial.
Sekarang dia lebih menarik untuk membuat foto yang berbeda. Dibanding dahulu ketika di Instagram harus mengikuti gaya, estetika atau subjek tertentu yang disukai member di Instagram.

Si fotografer mulai kembali membuat foto tentang pemandangan kota, tekstur, warna dan makanan, serta orang orang yang dicintai serta barang acak lain yang dia temukan untuk di foto.

Saran. "Jangan membuat kerajaan di pasir apung". Lebih baik mempromosikan melalui website pribadi atau  media sosial lain yang tidak akan menganggu pikiran anda dan pengunjungnya lebih menghargai karya orang lain. Bila anda seorang seniman lebih baik cetak menjadi buku atau buku digital agar orang lain yang serius dengan bidangnya dapat melihat karya anda.

Pesan dari Eric "Jangan biarkan suara batin anda tenggelam oleh pendapat orang lain"

Lupakan kecanduan smartphone.

Peneliti memperingatkan ada bahaya lain yang lebih nyata.
Facebook dan Twitter kalah menarik dibanding Instagram dan Snapchat. Menarik, dan mengundang penguna.. sampai kecanduan. Alasannya.

Ada sebuah keinginan berlebihan agar mendapat umpan balik tentang diri kita sendiri. Ketika seseorang sudah kecanduan media sosial, dengan melihat apakah ada yang berkomentar. Hal tersebut membuat orang kecanduan.
Peneliti mengatakan media sosial adalah satu obat yang membuat orang kecanduan.

Lihat di restoran, tempat makan. Perhatikan beberapa orang mungkin sibuk dengan ponsel. Apakah kita pernah bertanya, apakah hanya memeriksa email, chatting.
Mungkin hanya melihat video kucing yang bisa menarik, atau mencari berita di ponsel.
Atau jangan jangan sedang melihat akun Facebook dan Instagram mereka. Sampai menginginkan pengakuan dari orang lain, kata sederhannya ngeTop di media sosial.

Manusia memiliki sifat ingin diperhatikan. Bila tidak di dapat di dunia nyata, akhirnya jatuh di media sosial. Lalu mata mulai mencari berapa Like hari ini, dan berapa Bintang Hati yang di dapat dari postingan tadi pagi.
Ketika mendapatkan Like, otak akan melepas setetes kecil dopamin, dan terjadi dalam beberapa detik saja.

Jadi yang membuat kecanduan adalah hal yang senang bagi diri kita, karena efek di otak kita sendiri.
Tapi apakah ada orang lain yang mengatakan langsung bila foto yang anda posting atau komentar anda kurang baik. Disini masalahnya, seseorang akan merasa terganggu bila mendapatkan ucapan tersebut. Sebagian besar tidak akan berkomentar.

Masalah media sosial hanya sebagian kecil akibat gaya hidup dan lingkungan di sekitar kita. Ketika mengantri naik bis, menunggu kendaraan umum, atau antri di tempat makan. Disanalah otak manusia akan diperintah untuk mengambil smartphone.

Teknologi smartphone sangat berguna dan bermanfaat. Tetapi jangan fokus digunakan untuk umpan balik Micro dari Like orang lain. Karena smartphone lem begitu kuat melekat ditangan sebagian orang. Hindari diri kita terjebak dari kebiasaan kurang baik khususnya dari media sosial

Berita terkait
Libra mata uang digital dari Facebook. Akan menjadi transaksi uang dengan nilai lebih stabil. Berlaku ke seluruh dunia yang mengunakan Libra. Tidak terbatas di negara maju, Libra dapat digunakan untuk tranfer uang di negara berkembang. Walau di miliki Facebook, mata uang Libra berdiri dan di kelola terpisah dengan perusahaan laian.

Banyak remaja tergerak ke Facebook karena layanan Instagram dan SnapChat. Facebook bagi sebagian orang, merasakan perlu Like dan Jempol. Walau sifatnya untuk jangka pendek. Yang lain mengatakan coba tidak login selama 1 minggu dan apa yang terjadi. Mei 2018, Amerika untuk Facebook hanya separuh saja.



Ingin bergaya seperti orang kaya, berpergian dengan jet pribadi GulfStream. Ada tempanya, bahkan biasa dibantu oleh fotografer profesional untuk dibuatkan foto di Instagram

Master photoshop mungkin memberi peringatan, mengapa anda tidak harus percaya dengan foto di media sosial. Karena ketrampilan mereka luar biasa membuat foto lebih cantik. Foto palsu di Instagram juga mampu menutup kehidupan orang lain.

Jack Morris dan Lauren Bullen di Instagram memiliki pengikut 2 juta member. Keduanya adalah fotografer perjalanan dan wisata.Tapi cerita keduanya tidak seindah yang dibayangkan. Gaya mereka di copy oleh pengikutnya sendiri.

Seorang fotografer, mendadak akun ditutup karena melanggar aturan Instagram. Apakah ada persaingan, melihat hasil foto seperti karya fotografer lain.Atau ada persaingan usaha dimana seseorang dengan mudah mengirim laporan palsu ke media sosial

50 Cent mengatakan kepada hakim bahwa uang di foto media sosial adalah palsu. Foto di Instagram memang dikenal sebagai tempat orang menunjukan foto dengan memamerkan gaya hidup merek, baik yang asli atau yang palsu. Mengajukan bangkrut tapi di kulkas masih ada gepokan uang dollar.



Amalia Ulman memiliki 90 ribu pengikut di Instagram. Siapa yang tidak tertarik dengan gaya hidup hedonis, yang semuanya terlihat super mewah. Foto kegiatannya di posting ke Instagram, dan mencapai 90 ribu follower. Berhasil, tentu saja. Apa benar Amalia adalah seorang artis.




No popular articles found.