2015 November
Oneill menghapus semua konten dari foto dan postingan dirinya dari media.
Sederhananya dia keluar dari seluruh media sosial.
Instagram, Youtube, Tumblr dan Snapchat tidak ada lagi namanya.
Essena Oneill memiliki 60.000 Follower di Snapchat, 200.000 Follower di Youtube dan hampir 1 juta Follower / pengikut di Instagram.
Jumlah Follower sangat besar bagi remaja berusia 18 tahun, terlebih gaya hidup tampil glamor

Mengapa dia keluar dari media sosial dengan memaki tentang aktivitasnya.

Saya keluar dari Instagram, Youtube dan Tumblr, menghapus ribuan foto.
Tanpa sadar saya telah menghabiskan sebagian besar waktu hidup saya selama remaja karena kecanduan media sosial dan memperebaiki penampilan fisik saya "untuk lebih sempurna".
Oneill bercerita bagaimana dia tidak bahagia lagi dengan media sosial. Aku menghabiskan waktu berjam jam menonton gadis yang sempurna di online. Dan berharap bisa seperti mereka.
Akhirnya aku menjadi salah satu dari mereka. Tapi aku tidak merasa bahagia dan merasa damai dengan dirinya. Itu yang diucapkan oleh Oneill, ternyata setelah nge-Top sampai dia tidak merasakan kehidupan seperti orang biasa lagi
Dia membuat website baru untuk dirinya sendiri dengan kata Let's Be Game Changer.
Dia berharap dapat mendidik orang lain dan sadar tidak terobsesi dengan jaringan media sosial
Oneill mengaku semua kehidupannya sudah di rekayasa. Dengan banyak pengikut, dirinya mulai diminta menjadi sponsor.

Kesan diri seperti sangat kaya, dan tampil cantik. Selama usia 12 -16 tahun, dia ingin menjadi orang yang tampil sempurna di media sosial. Pada akhirnya dia berhasil mendapat pujian dan begitu banyak pengikut di media sosial
Oneill mengaku salah satu foto yang dibuat di media sosial seperti di pantai adalah foto rekayasa.



Untuk sesi foto itu, tidak hanya asal jepret. Dia harus duduk menunggu sampai matahari yang tepat agar fotonya terlihat baik.
Ketika dia minum teh, mengunakan poci, untuk mempromosikan produk teh di Instagram dan semuanya dibayar untuk itu.
Untuk membuat foto selfie sempurna, dia harus mengambil sebanyak 50 kali foto.
Lalu di edit agar sosial media dapat menerima dirinya.

Bahkan paling menyiksa, sebuah foto dengan bagian perut yang terlihat harus diambil 100x  gaya. Agar tubuhnya terlihat sempurna, tapi katanya saya hampir tidak makan hari itu.

Superstar media sosial keluar mengungkap kehidupan palsu

Mereka yang ngeTop di media sosial belum tentu seindah cerita di depan layar.
Seperti Oneill akhirnya menyerah, setelah populer karena merekayasa kehidupannya dari media sosial.

Dan dia mengingatkan kita kembali, jadilah diri kita sendiri.
2018 Maret Instagram Calveiro
Seorang wanita akhirnya gagal ngetop sebagai selebritis di Instagram.

Harian NYC melaporkan awalnya Calveiro pindah ke kota New York 2013 untuk magang kerja, sekarang usianya 28 tahun.
Dia mulai terobsesi ingin tampil seperti kehidupan layak (mapan dan berkelas) di Instagram.

Perlahan tapi pasti, setiap bulan dia menghabiskan 200 dollar membeli pakaian.

Membeli beberapa produk cukup mahal, seperti sering membeli tas setiap bulan untuk di pamerkan di media sosial. Dan harganya tidak murah, kadang mencapai $1.000 untuk sebuah tas.

Dia tidak pernah mengenakan pakaian yang sama selama memposting foto di media sosial.Itu baru biaya penampilan. Belum termasuk hal lain seperti layanan dokter gigi, aksesoris, medikur, salon kecantikan dan sebagainya.
Kelihatannya luar biasa. Tapi perlahan biaya dari usaha menjadi selebritias menjadi fantastis, bila di hitung rata rata dia menghabiskan $2.600 perbulannya.

Tampil bergaya di Instagram, layaknya seorang Jetset. Calveiro harus membayar cerita liburan palsunya sendiri. Rata rata dia pergi ke lokasi baru setiap bulan selama 1 tahun. Seperti dia jalan jalan di kota Vegas atau kepulauan Bahama.

Sampai di akhir tahun 2016, aktivits Calveiro mulai surut.



Dia mulai berhemat, dan berakhir meninggalkan hutang yang harus dicicil 14 bulan senilai $10.000.

Tapi ada hasilnyaSetidaknya ada 18.000 Follower di Instagram. Tapi baru 5 digit, dan masih jauh dari 6 digit follower bahkan 7 digit sebagai selebriti di Instagram. Dan dia menyerah.

Superstar media sosial menyerah dan meninggalkan hutang

Mengapa anda harus keluar dari Instagram kata Eric
Penulis yang mengajar di UCLA dengan Sosiologi Facebook dan jaringan sosial tahun 2010 menyatakan pendapat yang sederhana.

Teknologi internet dan media sosial seperti Facebook, Instagram, Snapchat dan aplikasi lain. Membuat kita lebih mudah terhubung dengan manusia lain.

Tahun 2018 pendapatnya berubah.
Instagram membuat seniman fotografer menjadi negatif.
Instagram dibuat untuk memudahkan orang berbagi foto. Bagi sebagian karir fotografer, dapat  menarik perusahaan untuk memperkerjakan.

Sekarang seniman atau fotografer dinilai sangat dangkal oleh orang lain. Dengan kata suka atau tidak ada pendapat.
Nilai yang salah ketika seseorang memposting sebuah foto dan mendapatkan banyak Like. Lalu si fotografer akan beranggapan fotonya bagus. Bila kurang Like artinya fotonya tidak bagus. Apakah demikian, foto baik hanya diberikan pendapat Like.

Foto yang disukai juga merubah cara pengambilan gambar.  Seorang fotografer profesional membagi antara foto yang harus dibagi dan tidak di media Instagram. Tentu ada kepentingan, semoga foto yang dibagikan memang tepat untuk mendapat Like.
Lalu perilaku akhirnya merubah karir seorang fotografer. Dan berusaha membuat foto yang disukai saja.

Penulis mengatakan hal menarik
Untuk membuat anda lebih kreatif sebaiknya hapus akun Instagram.
Tahun 2017 dia menghapus semua akun Instagram. Jujur rasa khawatir kehilangan publik, tapi berjalan dengan waktu ternyata hatinya lebih bahagia.
Dan keputusan tersebut merupakan hal terbaik yang diambil demi pekerjaannya sebagai seniman.

Dari sisi pribadi, hatinya akan lebih di dengar dibanding melihat pendapat orang lain yang belum tentu profesional di media sosial.
Sekarang dia lebih menarik untuk membuat foto yang berbeda. Dibanding dahulu ketika di Instagram harus mengikuti gaya, estetika atau subjek tertentu yang disukai member di Instagram.

Si fotografer mulai kembali membuat foto tentang pemandangan kota, teksture, warna dan makanan, serta orang orang yang dicintai serta barang acak lain yang dia temukan untuk di foto.



Saran. "Jangan membuat kerajaan di pasir apung". Lebih baik mempromosikan melalui website pribadi atau  media sosial lain yang tidak akan menganggu pikiran anda dan pengunjungnya lebih menghargai karya orang lain. Bila anda seorang seniman lebih baik cetak menjadi buku atau buku digital agar orang lain yang serius dengan bidangnya dapat melihat karya anda.

Pesan dari Eric "Jangan biarkan suara batin anda tenggelam oleh pendapat orang lain"

Lupakan kecanduan smartphone.
Peneliti memperingatkan ada bahaya lain yang lebih nyata.
Facebook dan Twitter kalah menarik dibanding Instagram dan Snapchat. Menarik, dan mengundang penguna.. sampai kecanduan. Alasannya.

Ada sebuah keinginan berlebihan agar mendapat umpan balik tentang diri kita sendiri. Ketika seseorang sudah kecanduan media sosial, dengan melihat apakah ada yang berkomentar. Hal tersebut membuat orang kecanduan.
Peneliti mengatakan media sosial adalah satu obat yang membuat orang kecanduan.

Lihat di restoran, tempat makan. Perhatikan beberapa orang mungkin sibuk dengan ponsel. Apakah kita pernah bertanya, apakah hanya memeriksa email, chatting.
Mungkin hanya melihat video kucing yang bisa menarik, atau mencari berita di ponsel.
Atau jangan jangan sedang melihat akun Facebook dan Instagram mereka. Sampai menginginkan pengakuan dari orang lain, kata sederhannya ngeTop di media sosial.

Manusia memiliki sifat ingin diperhatikan. Bila tidak di dapat di dunia nyata, akhirnya jatuh di media sosial. Lalu mata mulai mencari berapa Like hari ini, dan berapa Bintang Hati yang di dapat dari postingan tadi pagi.
Ketika mendapatkan Like, otak akan melepas setetes kecil dopamin, dan terjadi dalam beberapa detik saja.

Jadi yang membuat kecanduan adalah hal yang senang bagi diri kita, karena efek di otak kita sendiri.
Tapi apakah ada orang lain yang mengatakan langsung bila foto yang anda posting atau komentar anda kurang baik. Disini masalahnya, seseorang akan merasa terganggu bila mendapatkan ucapan tersebut. Sebagian besar tidak akan berkomentar.

Masalah media sosial hanya sebagian kecil akibat gaya hidup dan lingkungan di sekitar kita. Ketika mengantri naik bis, menunggu kendaraan umum, atau antri di tempat makan. Disanalah otak manusia akan diperintah untuk mengambil smartphone.

Teknologi smartphone sangat berguna dan bermanfaat. Tetapi jangan fokus digunakan untuk umpan balik Micro dari Like orang lain. Karena smartphone lem begitu kuat melekat ditangan sebagian orang. Hindari diri kita terjebak dari kebiasaan kurang baik khususnya dari media sosial