Ketika anda melihat smartphone di luar negeri. Mungkin harganya menarik, termasuk spesifikasi yang wah. Jangan lupa disana biisa saja produk palsu. Di konferensi MalCon 2015, John dari tim Microsoft mengatakn produk smartphone palsu mungkin berbahaya, tidak hanya terinfeksi malware tapi hardware yang berbahaya.

Kasus pemalsuan smartphone pernah tercatat oleh produsen dari China sendiri. Xiaomi memberikan data layanan untuk memeriksa produk mereka berdasarkan nomor seri. Dan produk yang dipalsu termasuk merek Samsung yang cukup populer.

Seperti apa bahaya smartphone palsu.
Tahun 2013, sekitar 150 juta smartphone palsu ada di pasar global. Dari produk Nokia yang sekarang dimiliki Microsoft, dari 21 unit perangkat palsu, 6 unit adalah merek Nokia dan lainnya dari berbagai merek. Dibawah ini bahaya mengunakan smartphone palsu, dimana pembeli belum banyak mengetahui masalah dari smartphone yang mereka pakai.
  • Harga yang ditawarkan, sedikit lebih murah 15% dan yang lainnya hampir 40% dari produk asli.
  • Smartphone Windows hanya tampilannya adalah OS Windows Phone tapi di dalamnya adalah OS Android.
  • Disain sama, tapi lihat dibagian camera yang menyebut memiliki resolusi 41Mpix, ternyata hanya 4.1 Mpix.
  • Dari 21 smartphone yang diambil sebagai sampel, ada 11 mengunakan pra-install malaware. Bukan terinfeksi tapi ada di dalam sistem OS, sehingga tidak bisa dihapus kecuali dengan Root smartphone.
  • Menyebut dengan bodi metal. Beberapa produsen smartphone di China menawarkan smartphone murah. tapi bahan metal yang dipakai adalah timbal yang tidak sehat, kadmium dan logam berat. Bahan tersebut beracun bagi manusia. Seperti dibagian port USB, pelindung socket SIM card sampai sekrup. Bila anda memiliki masalah alergi, hindari produk seperti ini.
  • Baterai, kualitasnya sangat berbaahaya.
  • Daya tahan smartphone biasanya diuji di laboratorium untuk memastikan menimal kerusakan komponen ketika smartphone jatuh. Yang palsu, 60% gagal uji test. Kerusakan dari tombol berhenti bekerja, komponen longgar, layar pecah dan kaca yang disebut mengunakan pelindung kaca Gorilla Glass malah pecah sebagai kaca biasa.
  • Ketika menelpon kadang sambungan terputus dan bisa berkali kali karena kualitas smartphone yang buruk.
Produsen pemegang merek dipastikan rugi, karena pembeli malah membeli produk palsu yang lebih murah. Dimana memeriksa smartphone asli atau palsu. Dapat diperiksa dengan nomor IMEI. Bila tidak terdaftar, besar kemungkinan smartphone yang dipakai adalah smartphone palsu