Pencarian peradaban di luar Bumi melewati pasang surut.

Ada yang mengatakan percuma mencari mereka lebih baik membuka mata manusia terlebih dahulu.

Mereka begitu jauh dan belum tentu mendengar pesan dari Bumi. Ada yang mengatakan, sebaiknya tidak menghubungi Alien, karena mereka bisa saja baik atau malah memusnakan manusia.

Karena sifat Alien bisa saja sama seperti manusia, mereka menjadi nomaden dan mengambil sumber daya sebuah planet lalu pergi ke tempat lain.

Astrofisikawan dari Rusia Nikolai Kardashev menyebut ada 3 tingkat peradaban mahluk hidup di alam semesta ini. Tipe satu ketika sebuah kehidupan mampu mengunakan seluruh sumber daya di planet mereka. Peradaban tipe 2 dimana mahluk hidup seperti Alien mampu mengunakan sumber daya langsung dari Bintang dimana mereka tinggal. Dan tipe 3 adalah alien yang mampu nomaden, berpindah pindah dan mengambil sumber daya di seluruh galaksi mereka.

Profesor Michael Garret dari observasi Leiden Belanda tertarik dengan alien tipe 3 berdasarkan skala Kardashev. Dan dia mencoba menditeksi aktivitas alien tingkat tinggi tersebut. Caranya dengan melihat emisi yang dihasilkan di sebuah tempat. Baik debu dan daerah yang kaya dengan bintang.

Sejauh ini belum terlihat peradaban tingkat 3, bagaimana dengan tingkat 2.

Teleskop Kepler adalah teleskop untuk mencari planet. Sekitar 1480 tahun cahaya ditemukan tata surya KIC 8462852 yang terletak di konstelasi Cygnus dan Lyra. Disana terlihat sebuah bintang dengan cahaya kuning keputihan, lebih panas dan lebih terang dari matahari kita.
Tapi bintang disana seakan redup sampai 15%, kadang drop sampai 22%

Ini yang menarik dari komentar para ilmuwan dan astrofisika.
Tabetha Boyajian dari Yale. Saya belum pernah melihat bintang seperti ini. Ini benar benar aneh, mungkin datanya salah, atau jangan jangan ada pergerakan pesawat ruang angkasa di sekitar bintang.

Alien terlihat ada membangun struktur raksasa

Data kecerahan bintang yang di dapat seperti grafik diatas berubah ubah.

Phil Plait dari penulis Slate Bad Astronomy. Disini terlihat bukan berurusan dengan planet. Bahkan planet seukuran Jupiter hanya memblok 1% cahaya bintang.

Boyajian mengatakan, disini terlihat ada beberapa skenario. Melihat gejala bintang disana bisa berubah ubah ketika terlihat dari Bumi.
Mungkin ada planet yang bertabrakan dan cukup besar. Cahayanya memblok bintang disana.
Pertanyaan lain disebutkan cahaya bintang disana tidak menunjukan tanda tanda kelebihan cahaya inframerah.
Paling menarik dari hipotesis peneliti,  ada bintang lain yang lewat di bintang besar.
Atau jangan jangan disana sudah berdiri mega struktur dimana panel surya raksasa sedang menangkap cahaya bintang.

Gambar dibawah ini adalah perkiraan bentuk struktur raksasa yang dibangun oleh alien. cahaya dengan warna hijau, merah dan lainnya adalah bentuk cahaya bintang yang tertutup oleh struktur alien. Mungkin alien disana sangat maju, sampai mampu mengambil energi dari sebuah bintang.

Mega Structure Alien

Menurut harian Atlantic.
Baik Wright, Boyajian dan tim SETI sedang mempertimbangkan bekerja sama untuk mengarahkan kegiatan bintang  KIC 8462852 tersebut dengan teleskop radio. Untuk menditeksi gelombang radio yang berkaitan dengan aktivitas teknologi. Jadi mereka membutuhkan teleskop besar VLA di New Mexico.

November 2015
Astonomi mengunakan teleskop Spitzer untuk analisa lebih lanjut untuk melihat gelombang inframerah. Ketika Kepler melihat bintang tersebut, pengamatan dilakukan tahun 2011 dan 2013.
Teleskop Spitzer melakukan analisa tahun 2015. Kemungkinan gangguan cahaya disebabkan asteroid atau pecahan planet disana.

Kesimpulan akhir, peneliti belum mengetahui penyebab cahaya bintang KIC 8462852 dapat berubah ubah seperti itu. Dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
Tim peneliti mengatakan bintang itu aneh, kadang tidak sama dan dapat saja tampak seperti KIC 8462852
Peneliti telah memeriksa kembali dengan sinyal frekuensi 1 - 10Ghz, besar kemungkinan disana bukan kerajaan Alien atau adanya aktivitas mahluk cerdas.

Bradley Schaefer mengatakan diperkirakan penurunan cahaya bintang mencapai 16% setiap abad (100 tahun). Bila ada 36 komet besar disekitar bintang, paling besar cahaya bintang akan redup 20%. Jadi perlu 648 ribu komet besar untuk meredupkan cahaya seperti bintang ini.
Saya tidak melihat kemungkinan ada ratusan ribu komet di sekitar bintang. Dan membuat orbit teratur di depan bintang itu.

Intinya Manusia di Bumi masih aman, karena sejauh ini belum terlihat adanya Alien. Kecuali UFO yang sering melintas dan hanya melakukan penelitian di Bumi. Bila ada alien yang hidup bisa saja mereka melakukann ekpansi ke Bumi. Dampaknya mugkin akan buruk bagi manusia.

Juni 2016
Dari Apod Nasa menjelaskan mengapa bintang KIC 8462852 berkedip. Bintang tersebut terlihat redup selama sebulan lalu kembali terang. Cahaya bintang tersebut terus berulang, menepis bila disana terlihat seperti gerhana. Pendapat lain disebutkan cahaya bintang tersebut tertutup oleh debu komet atau sebuah planet yang hancur.
Nasa memperkirakan cahaya bintang yang redup disebabkan piring debu yang mengorbit, atau tata surya ini memiliki disk lebih lebar.

Agustus 2016.
Peneliti dari Caltech, Ben Montet dan Joshua Simon dari institut Carnegie memberikan data terakhir dari bintang Tabby ini berdasarkan data teleskop Kepler. Penelitian keanehan bintang ini masih berlanjut sejak diumumkan tahun 2015 lalu.
Selama 1000 hari bintang tersebut semakin redup 0,34%. Secara tiba tiba dalam 200 hari kembali meredup dengan cepat sampai 2%. Diperkirakan dalam 4 tahun selama diteliti semakin redup mencapai 3%. Peneliti membandingkan dari data 500 bintang, dan tidak ada yang terjadi seperti bintang Tabby.
Dibawah ini data dari pengukuran Kepler selama 1000 hari di bintang KIC8462852.

Bintang KIC8462852 semakin redup
Dibawah ini penjelasan dari tim Berkeley



Januari 2017
Dari jurnal Royal Astronomical Society memberikan pendapat lain. Kemungkinan sebuah planet menabrak bintang ini. Brian Metzger astrifisikawan universitas Columbia, kemungkinan planet yang tertarik ke bintang merobek mantel planet dan meninggalkan panas. Sisi pecahan planet akhirnya memblok cahaya bintang, sementara sebagian besar isi planet masuk ke dalam bintang.
Bila planet seukuran Jupiter terdorong ke dalam bintang Tabby Star ini, dapat saja permukaan planet terlepas selama berbulan bulan dan menutup sebagian cahaya dari bintang ke arah Bumi.