Timelapse Monsoon 5 badai masih dikejar seperti nonton video Imax Timelapse gambarnya menakjubkan.


Kategori : Digital | Date : 8 November 2018
Oktober 2015
Fotographer Mike Obinski menghabiskan waktu selama 48 hari di jalan.

Mike Olbinski  Facebook dan Instagram

Dia mengejar badai selama musim yang muncul di musim hujan di daerah asalnya Arizona.

Video Timelapse Monsoon II ini memang tidak dibuat dalam tahunan, tapi gambarnya tetap saja kacau.

Menurut data dari Mike, dia jalan jalan sejauh 27 ribu km lebih selama 48 hari. Ngapain, yah buat ngejar badai dan membuat foto. Buat foto pemandangan alam, tentang petir, seperti apa arus angin ketika hujan dan lainnya. Tapi itulah gaya video Timelapse, kadang gambarnya bikin geleng kepala.

Memang sudah niat, dia mendapatkan 105 ribu foto untuk video timelapse. Tapi Mike hanya mengunakan 55 ribu frame foto untuk video di Monsoon II.  Artinya Mike hanya mengunakan separuh dari setiap sesi foto yang dilakukan.

Videonya keren, musiknya pas, memang niat dan video selama 10 menit ini pantas untuk dinikmati.

Timelapse Monsoon II musik pas gambar edan tentang pemandangan badai

Ada lagi yang unik dengan pembuatan video Timelapse ini. Informasi dari Blog Mike menyebutkan seperti ini.

17,000 miles driven, which was about 3,000 more than last year. Perhaps the biggest difference this year was shooting nearly 60,000 more time-lapse frames than I did in 2014. Tahun lalu Mike sudah kabur sejauh 4500km, sedangkan tahun ini paling jauuuh.



Dia jalan jalan dengan berkendara selama 48 hari sepanjang 27 ribu km. Tujuannya mencari badai dimana badai muncul dan dapat dibuat foto. Tentu tidak heran melakukan perjalanan dengan kendaraan di Karena jalan bebas hambatan yang mulus dan ada dimana-mana.

Tapi dihitung-hitung. Lingkaran diameter bumi saja 40 ribu km. Artinya bila si Mike naik mobil lurus saja selama 48 hari sudah keliling hampir 2/3 diameter Bumi. Pantas di akhir video dia mengucapkan terima kasih kepada Istrinya di rumah, 48 hari hanya untuk membuat sebuah video yang mengesankan.

Dibawah ini video buatan Mike dengan timelapse 4K, kalau mau beli versi Blu-ray bisa dipesan



Oktober 2016
Masih berlanjut cerita fotographer Mike yang membuat video timelapse terbaru. Monsoon III dikumpulkan selama 36 hari dengan 85 ribu foto lebih. Mengunakan Canon dan 5 lensa selama perjalanan. Video ada di layanan Vimeo dengan resolusi 4K. Video tertanggal awal Oktober 2016, mendapat Staff Pick

Gambar dan pemandangan yang didapat sangat unik. Seperti debu yang terbang masuk ke kota, dan air hujan turun seperti air terjun. Mirip seperti menonton film Imax



Oktober 2017
Masih berlanjut, Mike Olbinski terus saja mengejar badai untuk foto Timelapse.

Kali ini menabadikan di daerah Amerika Selatan selama musim panas dengan badai 2017.

Dia mengejar badai sejauh 20 ribu km dari gurun California, wilayah NM, 2 badai paling baik yang diabadikan di Organ Pipe sekitar 16km dari Mexico.

Timelapse Monsoon 4 Mike masih membuat foto Timelapse 2017

Dibawah ini video Time Lapse mengejar badai Monsoon 4



Monson V November 2018
November dirilis, dibuat dari 85 ribu foto dan si fotografer melakukan perjalanan sejauh 23000km.

Foto yang dibuat rencananya akan dikumpulkan selama 2 tahun, dan diperlihakan ke penguna internet di tahun 2019.

Tetapi rencananya berubah, dan foto yang dibuat ternyata terkumpul cukup. Sampai dia merilis video Monson V tahun 2018.

Alasannya, Mike mengatakan tahun 2018 penuh dengan badai epik, menjadi pengalaman mengejar bada terbaik kali ini.

Mengunakan beberapa perangkat dari Canon 5D, dan camera baru Sony A7R III.



Video dengan durasi 8 menit ini bukan sekejap jadi. butuh kerja keras berbulan bulan dan pulang pergi ke beberapa tempat untuk mengabadikan badai. Total 15.000mil perjalan melintas Arizona.
85 ribu foto untuk video 8 menit, belum termasuk foto yang dihapus atau tidak dimasukan. 32 hari untuk pengambilan gambar, dalam periode 3 bulan untuk mengejar badai.

Katanya jalan jalan, kurang tidur, kehabisan uang membeli bensin, makanan tidak enak. Tapi terbayar ketika melihat objek badai di depan mata.


Fotografer Tristan merekam 2 pendaki yang menaklukan El Capitan. Tebing setinggi hampir 1000 meter, rata rata pendaki membutuhkan waktu 3-4 hari. Tapi kedua pendaki ini memecahkan rekor kurang dari 3 jam. Bagaimana mereka mendaki, teknik yang unik terlihat dalam video Timelapse. Kedua pendaki terlihat terpisah tapi saling bekerja sama.

Fotografer dan pembuat film Dustin Farrell mengejar badai di musim panas. Perangkat yang dibawa tidak kepalang-tanggung karena camera model Phantom Flex4K camera model profesional kecepatan tinggi. Bikin mulut ternganga melihat rekaman video yang dibuat, percayalah

Awan Undulatus Asperatus dibuat video timelapse. Penampakan awan ini berubah dari abu abu menjadi kemerahan dan ungu. Kejadian langka, bahkan 6 fotografer lain membuat hasil gambar yang sama



Fotografer Murali kembali memberikan pelajaran, bagaimana melihat nebula Orion. Melihat garis galaksi pada prinsipnya sama, menjauhi polusi lampu di kota. Cahaya lampu yang menerangi atmofer akan menutup cahaya bintang termasuk cahaya dari orion nebula.

Satu lagi karya fotografer Mike Olbinski dengan hobi membuat video timelapse. Kali ini membuat video badai dari tornado dan petir, tapi dibuat dengan warna hitam putih. Lebih menyeramkan dibanding videobadai dengan warna.

Seorang wanita melihat awan dengan bentuk bulat sempurna. Dia mengambil gambar dari  kendaraannya di dekat rumahnya di Fujisawa, Kanagawa. Katanya, ketika saya melihat keluar jendela. Terlihat awan dengan bentuk bola. Setelah melihat beberapa waktu, dia bergegas untuk mengabadikannya.

Tim Uncaged mencoba mengabadikan galaksi Bima Sakti dengan teknik video Timelapse. Hasilnya sangat menarik, dan diambil pada bulan Agustus 2016 lalu. Dimana beberapa anak sekolah dan sekitar 600 astronom berkumpul untuk mengabadikan hujan meteor Perseids.



Fotografer edan ini bernama Mike Olbinski, dia membuat video time lapse dimana badai sedang berlangsung. Awal videonya sih cuma awan saja, tapi lama kelamaan makin mengila. sampai di menit ke 79 detik mulai terlihat apa isi video yang dibuatnya. Yaitu Super Cell atau sumber dimana badai mulai terbentuk.

Dari judul Patience atau kesabaran, dengan efek video menarik. Video Timelapse ini hasil kompilasi fotografer Paul RIchardson. Dia membuat film pendek selama melakukan perjalanan di Eropa dan beberapa lokasi lain. Hasilnya 300.000 foto untuk membuat video singkat dikumpulkan selama 2 tahun

Christoph Galep membuat video Timelapse dengan teknik lengkap. Dari Hyperlapse, Slow motion, zoom serta video biasa. Semua dikombinasikan dalam video Hello Tokyo. Galep mengatakan teknik membuat video tersebut dengan motion blur, keyframe teknik in dan out.

Dawidi dari Widicam membuat foto setiap hari selama satu tahun. Posisinya tepat di balkon rumah, dan mengambil gambar dari 21 Maret 2016 sampai 20 Maret 2016. Dia mengunakan lensa wide angle disambung dengan camera Rasperry Pi. Hasilnya pergeseran munculnya matahari setiap hari selama 1 tahun.

Video timelapse ini dibuat oleh filmmaker Austria Thomas Pocksteiner dan Peter Jablonowski. Mengunakan teknik timelapse zoom di tempat mereka. Perencanaan 1 minggu untuk satu clip, pengerjaan 1 tahun dengan hasil foto 2TB di negara Austria.

Video Timelapse Exhale dibuat fotografer Jesse Attanasio. Bikinnya aja 2 tahun. Tekniknya sudah direncanakan, dari waktu perjalanan, perencanaan, dan fokus akhir untuk post-production. Bila pernah belajar video Timelapse, melihat video yang ini bukan saja indah dengan musik yang tepat. Sekaligus membayangkan berapa lama harus membuat video dalam durasi kurang dari 3 menit



Franso membuat video timelapse dengan pemandangan alam di Hong Kong. Dibuat dari ribuan foto, pemandangan dari bukit menghadap ke kota Hong Kong. Keunikan video yang dibuat sudah mendapatkan beberapa penghargaan, dan salah satunya juara satu Mountain Toursim.

Constantine Konovalov dan Irina Neustroeva membuat video cantik dengan durasi 5 detik. Memberikan detil dari kota Paris Perancis. Yang ini, videonya bikin sakit gigi. Begitu panjang dengan gambar sangat baik. 40 hari pengambilan gambar dan 3 bulan untuk mengumpulkan foto. Hasilnya sangat detil tentang kota Paris

Noe mengumpulkan foto untuk video timelapse selama 3 tahun. Di Seoul ibukota Korea Selatan dengan menampilkan gedung dengan apartemen, kesibukan lalulintas disertai efek transisi cahaya sore ke malam hari. Video ini menarik untuk dilihat

Florian Nick dan Marcus Sies adalah mahasiswa jurusan film universitas Stuttgart Media. Mereka melakukan perjalanan selama 2 minggu ke Iceland. Antara bulan Mei dan Juni 2015 kemarin. Membawa Canon 5D Mark III, dan mengambil gambar resolusi tinggi dengan Apel ProRes 444.

Beno Saradzic membuat Time Lapse di kota Dubai dan Abu Dhabi. Ceritanya video dengan kemegahan bangunan dan diliput dari tahun 2011 sampai 2012. Melihat video ini seakan sedang melihat video tour di negara paling kaya di dunia.

Kwon asal korea sudah mengumpulkan beberapa foto terbaiknya untuk video timelapse. Dari tahun 2009 sampai 2013, dari Korea, gunung Kalimanjaro, gunung Baekdu, Tanzania, Uluru Australia dan Yellowknife Canada. Memang niat

Daniel Stoupin membuat 150.000 foto dengan camera 22Mpix format RAW. Lalu dibuat video dengan resolusi 4K. Judul videonya saja sudah asik, kehidupan lambat. Fotonya mirip Alien, camera Canon 7D akhirnya blep

Video dari National Geographic hanya 1 menit. Melihat pemandangan alamm di daerah Atacama Large Milimeter Array, atau teleskop radio yang dipasang paralel.


No popular articles found.