Manusia tidak memiliki sejarah lengkap. Karena sudah berjuta juta tahun perubahan terjadi, dan hilangnya kaitan antara peradaban manusia purba dan modern.

Sisa peninggalan mereka selama ini sangat minim, bahkan terputus..

Peneliti masih mencari asal mula manusia purba yang menjadi manusia modern. Untuk menghubungkan seperti apa perkembangan manusia purba dahulu, dari mana asal mereka dan penyebaran seperti saat ini.

Tetapi semuanya masih menemukan jalan buntu, hanya sebagian penemuan kecil yang tersisa. Karena sejarah manusia berlangsung sangat lama mencapai ratusan ribu bahkanjutaan tahun lalu. Semua bukti yang ditemukan terputus dan tersebar di beberapa benua.

Lepas dari kepercayaan, penelitian perubahan manusia modern berasal dari manusia purba.

Manusia purba dimulai ketika sosok manusia sudah dapat berjalan di atas kedua kakinya dan mengunakan peralatan / senjata untuk mencari makanan.

Peneliti boleh mengatakan manusia memiliki nenek moyang dari primata, tapi kapan perubahan primata menjadi manusia terjadi. Penelitian manusia purba berlanjut sampai sekarang.

Manusia purba 2 juta tahun lalu.

Dari fosil Australopithecus yang ditemukan di Afrika Selatan di tahun 2008. Peneliti telah menetapkan spesies penghubung manusia purba dan pendahulunya masih berayun diatas pohon pada 2 juta tahun lalu.
Kerangka tersebut sebelumnya tidak diketahui dalam evolusi manusia. Ditemukatn 2008, di sebuah gua yang runtuh, 40km dari kota Johannesburg.
Dari bukti tangan dan kaki, menunjukan fosil tersebut menghabiskan waktu dengan memanjat pohon.
Sedangkan rangka tangan memiliki kemampuan menangkap, lebih maju dari homo habilis.



Beberapa penemuan kerangka manusia purba dibawah ini
Perbedaan manusia modern dan manusia purba ada dibagian otak. Dimana manusia modern memiliki ukuran otak lebih besar.
Austrapithecus memiliki ukuran kecil 500 cc, diperkirakan sudah ada 3,2 juta tahun lalu. Tapi belum termasuk manusia modern
Munculnya manusia modern dimulai perkembangkan otak yang semkain membesar dari Homo Habilis 700cc 750 ribu tahun lalu, Homo Erectus 1000cc 100 ribu - 40 ribu tahun lalu
Homo Sapiens 1000cc dimulai dari 40.000 tahun lalu sampai sekarang.

Manusia

 purba berasal dan ukuran otak selama berevolusi

Tetapi fosil manusia purba dan modern yang ditemukan masih belum lengkap. Belum diketahui antara penyebaran, usia, perkembangan dan darimana asal mula kehadiran mereka. Bila ingin mengetahui nenek moyang kita sebagai manusia modern, untuk sementara hanya beberapa data dari fosil yang ditemukan.

Peneliti mengatakan sumber nenek moyang manusia berasal dari satu sumber, tapi dalam perkembangan penemuan fosil purba ada beberapa jenis manusia purba modern yang ditemukan. Termasuk penemuan fosil Hobbit dari Flores, yang disebutkan mereka mengalami kepunahan.

Berdasarkan bukti yang ditemukan. Satu satunya peninggalan berasal 2 juta tahun lalu di Afrika, dan ada beberapa spesies mirip manusia yang  ditemukan sudah menjelajah ke Eropa. Penemuian terebut  berdasarkan arkelogi tertua dan masih dianggap sebagai asal manusia modern saat ini.

Migrasi manusia purba berasal dari Afrika

Sebagian mirip tapi yang lainnya tidak. Penemuan terbaru tentang spesies lain baru masuk daftar pada bulan September 2015.
Ratusan tulang belulang ditemukan di sebuah gua di Afrika Selatan yang di yakini adalah spesies manusia baru Homo Naledi.

Mungkin jenis Homo Naledi lain masih menunggu untuk ditemukan. Spesies manusia sendiri muncul sekitar 200 ribu tahun lalu. Menjadi primata paling pintar dan bertahan di muka bumi. Walau dahulunya belum ada wujud manusia pintar. Khususnya di jaman dinosaurus, dimana mereka yang mengusai seluruh isi bumi.
Pengujian dilakukan di 10 lab berbeda dengan 6 teknik berbeda. Melibatkan pengujian ganda kata Profesor Eric Roberts dari universitas James Cook. Fosil Homo Naledi yang ditemukan diperkirakan berusia 335.000 - 236 ribu tahun lalu. Penemuan ini mencolok, dan merubah asumsi bahwa hanya Homo Sapiens yang ada di Afrika dan dikenal dengan Pleistosen Tengah.
Sementara diperkirakan keturunan Homo Naledi berasal antara 1-2 juta tahun, diperkirakan manusia purba ini belum memegang alat. Tapi dari kerangka yang ditemukan, pada jari tangan terlihat melengkung. Artinya manusia purba Homo Naledi memiliki tangan yang cocok untuk memahat. Keraguan bahwa Homo Sapiens dapat berkembang dengan memegang alat di jaman itu.
Homo Naledi memiliki otak sangat kecil, hanya seukuran buah jeruk dan tinggi badan 1,5 meter. Sedangkan gigi dan tengkorak menunjukan hubungan yang lebih mirip manusia primitif, dengan kaki ramping mirip manusia modern. Diperkirakan generasi Homo Naledi sudah dapat berjalan dengan nyaman untuk jarak jauh.

Dibawah ini arsip kerangka Wits University/John Hawks
Kiri adalah kerangka Lucy. Ditemukan tahun 1974 di Afrika. Diperkirakan fosil tersebut sudah berusia 3,2 juta tahun. Dengan tengkorak mirip kera kecil, tapi dapat berjalan tegak. Diperkirakan fosil tersebut adalah mahluk yang masih tinggal diatas pohon, dan dia terjatuh dari pohon. Tapi tim lain tidak setuju dengan perkiraan tersebut.
Kanan adalah kerangka Neo. Kerangka jenis manusia purba Homo Naledi paling lengkap yang pernah ditemukan. Ditemukan peneliti Lee Berger dari universitas Witwatersrant Johannesburg Afrika Selatan. Ditemukan banyak tulang manusia purba. Tim yang meneliti tidak menyadari penemuan ini sampai disimpulkan memiliki tangan dan kaki seperti manusia modern. Tapi otak kecil seperti manusia purba, dan pinggul serta bahu seperti kera Australopthecus. Pada tahun 2015 kerangkat Neo disebut sebagai keturunan Homo Naledi. Kerangka kedua memiliki 1,4 meter dengan berat tubuh 40kg kata William Jungkers dari universitas Stoney Brook New York. Dari penelitian isotop, diperkirakan fosil Neo berumur 230-425 ribu tahun lalu, dan penelitian pada bagian gigi diperkirakan berusia 236-335.000 tahun lalu.
Angka penelitian Neo memang berubah, karena sulitnya menentukan usia fosil.

Kerangka



Disini dipertanyakan, bila Homo Naledi ada di Afrika, tidak lama setelah spesies manusia modern (nenek moyang manusia sekarang) juga muncul ditempat lain. Lalu keturunan Homo Naledi lenyap, tetapi manusia modern seperti Neoanderthal dan spesies lain dapat bertahan dan hidup berdampingan.

Mengapa manusia berhasil bertahan dan berhasil menguasai dunia, sementara kerabat lainnya ( jenis manusia purba lain) menghilang. Evolusi manusia tidak sendirian seperti keturunan manusia sekarang Kelompok manusia purba terbagi dan terpisah berdasarkan penemuan tulang manusia purba yang berbeda di beberapa negara.

Kepunahan adalah bagian dari sebuah evolusi. Kerabat paling dekat dengan manusia adalah kera besar, dan 6 lain yang hidup sampai sekarang yaitu simpanse, bonbo, 2/3 spesies gorila dan 2 spesies orang utan. Mereka tidak berubah atau tidak berhasil berevolusi.

Gua Jebel Irhoud Juni 2017 280.000 - 350.00 tahun lalu
Berada 100km barat Marrakesh Maroko, sebuah gua Jebel Irhoud ditemukan oleh tim peneliti internasional. Diperkirakan tipe manusia Homo Sapien, dimana kera yang menjadi manusia modern sekarang.  Ditemukan alat bantu bersama 5 kerangka yang usianya diperkirakan 280.000 - 350.00 tahun. Lebih tua dari kerangka yang ditemukan di Ethiopia dengan rentang 160.000 - 195.000 tahun.

Philipp Gunz dari institusi the Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology menyebut, penyebaran manusia modern kemungkinan lebih tua dan lebih komplek dari apa yang kita pikirkan. Manusia telah bermigrasi melintas alam Afrika dan berkembang ke seluruh benua.

Gua Jebel Irhoud muncul di tahun 1961, menjadi situs tambang batuan Barit. Tapi yang mengejutkan disana ditemukan fosil tengkorak, termasuk tulang pigul, rahang dan tulang lengan. Sejaka penemuan kontroversi tersebut lokasi sebenarnya tidak dicatat. Sehingga menyulitkan peneliti mengungkap usia fosil tersebut.

Awalnya diperkirakan tulang disana berusia 40 ribu tahun dari peninggalan manusia modern Neanderthal. Ternyata jauh lebih tua dari perkiraan sebelumnya dan peneliti melihat tulang tersebut adalah Homo Sapien.

Peninggalan Jebel Irhoud terbengkalai, sampai 2004 Jean Jqcques Hublin memimpin untuk kembali kesana.

Manusia purba gua Jebel Irhoud Afrika

Ciri fosil di Jebel Irhoud memiliki tulang tengorak yang sama seperti manusia sekarang, tulang tengkorak lebih besar dengan sudut lebih memanjang dibagian atas. Sekilas manusia ini lebih mirip ke manusia sekarang, tapi kebalikannya akan terlihat seperti tulang tengkorak Homonid yang punah seperti Homo Erectus. Sampai hari ini tidak aada orang yang memiliki tulang tengkorak seperti fosil di Jebel Irhoud. Ukuran otak mereka lebih besar, tampaknya otak manusia sudah berhenti berevolusi 300 ribu tahun lalu.

Disini dipertanyakan, batuan di Afrika yang ditemukan memiliki usia 300 ribu tahun,
Pisau purba dari batu yang ditemukan terlihat sudah dipanaskan atau terkena sinar matahari dan peneliti dapat mengukur berapa usia benda tersebut. Diperkirakan benda tersebut sudah digunakan untuk memasak api pada 300.000 tahun lalu. Jadi menyiratkan tulang yang ditemukan memiliki usia yang sama seperti benda yang ditemukan disekitar mereka. Dan meraka sudah mampu memasak daging seperti kijang atau zebra.

Disini penemuan Jebel Irhoud dapat mengisi kekosongan bukti sejarah keberadaan manusia
Bukti tersebut menunjukan, Afrika dahulunya masih hutan dan sahara. Memungkinkan manusia modern dapat berpindah tempat dan menuju daerah utara Maroko sekarang.

Homo Erectus
Sejauh ini Homo Erectus yang terakhir adalah salah satu leluhur manusia paling sukses dan pertama berjalan tegak lurus walau dikategorikan sebagai manusia purba.
Tentu saja fosil tersebut ada di Jawa Tengah Indonesia, tepatnya di sekitar sungai Solo. Ditemukan tahun 1930an, tapi tidak pernah diketahui tanggal pastinya. Bisa saja mereka hidup pada 108 ribu - 117 ribu tahun.
Bukti Homo Erectus di Jawa Tengah sebagai patokan dimana nenek moyang manusia bertahan paling lama sejauh ini.

Asal Homo Erectus dapat berasal dari Afrika 2 juta tahun, dan keluar meninggalkan benua Afrika lalu menyebar ke Asia dan turun ke Indonesia.
Tim dari ITB telah melakukan penelitian selama 16 tahun di situs bersejarah tersebut. Dan menerbitkan jurnal dengan peta dan jurnal serta menunjukan lokasi aslinya.
Daerah yang disebut teras Ngandong, berada di gua dan stalagmit dekat gunung.

Ada beberapa petunjuk mengapa leluhur manusia bisa bertahan dan berhasil dibanding mahluk lain.
Ada bukti kuat bila manusia purba dahulunya tidak makan daging, dan lebih banyak mengkonsumsi tumbuhan kata John Shea dari universitas Stony Brook NY.



Tapi kondisi berubah, mahluk hominin pindah dari hutan dan pohon ke savana kering terbuka. Membuat mereka menjadi karnivora dan mulai memakan daging.

Masalahnya, hewan yang mereka buru juga kekurangan makanan atau berkurangnya tumbuhan dan berdampak terhadap jumlah hewan. Sehingga secara keseluruhan sumber makanan semakin sedikit, dan sebagian spesies manusia purba yang pernah ada akhirnya punah.

Ada 9 spesies yang dapat berjalan dengan kaki 300 ribu tahun lalu. Tapi hanya satu yang bertahan Neanderthal.

Sedikit mundur sebelum munculnya manusia modern. Sekitar 30 ribu tahun lalu, terdapat beberapa kelompok manusia Homonin lain yang seharusnya bisa bertahan tapi lebih dahulu punah.
  • Manusia purba Neanderthal berasal dari Eropa dan Asia Barat
  • Manusia purba Homo Naledi di Afrika Selatan
  • Manusia purba Denisovan habitasi di Asia
  • Manusia purba Homo Erectus hidup di Indonesia (bukti di Solo, mungkin manusia modern saat ini)
  • Manusia purba Homo Rhodeesiensis di Afrika Tengah.
  • Manusia purba Homo Luzonensis dari Filipina
  • Manusia purba Denisovans di Asia
  • Manusia purba Homo Floresiensis Hobbit dari pulau Flores Indonesia
  • Manusia purba di gua Red Deer China, masih menunggu penelitian.
Kelompok Hobbit bertahan sampai 15.000-18.000 tahun lalu. Kemungkinan kelompok Hobbit hidup di Indonesia (tepatnya di daerah pulau Flores). Mereka dihapus oleh bencana besar seperti gunung api purba besar. Setelah ditemukan bukti data geologi dan sisa kerangka manusia yang ditemukan tahun 2003.

Karena mereka hidup di satu pulau terkecil yang rentan terhadap bencana. Diperkirakan manusia purba di Flores memiliki tinggi 1,2 meter dari penemuan 2003 di pulau di Flores. Kelompok Hobbit ini berbeda spesies dari perkembangan Homo Sapiens yang masih hidup saat ini. Pencarian kerangka purba tersebut dari kerja sama antara Indonesia dengan Australia, untuk mencari sejarah manusia yang bermigrasi dari Asia ke Australia. Kemungkinan manusia Hobbit hilang dari peradaban, dan bukan menjadi manusia Indonesia saat ini.

Berdasarkan studi terbaru, Hobbit berbeda dengan Homo Sapien. Penelitian menunjukan tengkorak dipastikan keturunan Hobbit memiliki ukuran tengkorak berbeda dan masuk dalam generasi Homo Erectus

Kelompok manusia purba lain adalah Denisovans juga punah. Berdasarkan data yang ada, manusia purba ini memiliki tulang jari berukuran kecil dan 2 gigi besar. Temuan manusia purba Denisovans ditemukan tahun 2000, 2008, disusul 2010 dari kerangka berusia 41.000 tahun di sebuah gua di gunung Altai Siberia Asia

Kelompok Neanderthal mungkin sebagai asal manusia yang bertahan sampai sekarang.
Jenis manusia purba ini satu satunya mahluk manusia yang memiliki bukti, karena ditemukan banyak fosil dari keberadaan mereka. Penelitian jenis Neanderthal masih belum terungkap, apakah mereka yang menjadi nenek moyang manusia modern. Atau mereka sebenarnya menghilang dan gagal bertahan oleh kondisi alam.

Kelompok ini sudah lebih maju sebelum evolusi manusia modern muncul. Jean Jacques Hublin dari institusi Max Planck mengatakan kelompok Neanderthal mengungsi ketika manusia puirba modern lain mengerogoti habitat mereka. Berdasarkan peninggalan yang ada, kelompok manusia purba Neanderthal sudah ada di benua Eropa sejak 200.000 tahun.
Sedangkan manusia modern baru muncul sekitar 40.000 tahun lalu.

Hilangnya kelompok Neanderthal terjadi ketika terganggu dengan perubahan cuaca atau terjadi campuran dengan jenis manusia lain.
Dalam perjalanan, buruan mereka menjadi lebih kecil, seperti kelinci untuk dimakan. Bukti yang ditemukan dari sejarah peralatan berburu ternyata tidak banyak berubah dan lebih cocok untuk berburu binatang kecil. Kelompok ini mampu bertahan di cuaca dingin tapi gagal mempertahankan kepandaian mereka dalam berburu. Diperkirakan sebagian dari mereka terus melakukan migrasi ke daratan Eropa dan Asia.

Berbeda dengan manusia modern yang lebih cerdas, ketika menghadapi tekanan membuat mereka mampu berinovasi dan beradaptasi dengan lingkungan seperti sekarang

Kelompok Neanderthal seharusnya mampu bertahan menjadi nenek moyang manusia sekarang ini secara utuh. Karena mereka sudah ditemukan lebih dahulu, dan seharusnya mereka mampu membuat peralatan lebih inovasi. Membuat peralatan yang lebih mematikan untuk bertahan hidup. Tetapi penemuan alat bagi manusia bukan satu satunya untuk bertahan hidup. Mereka juga membuat barang seni, tapi tidak secanggih kelompok lain yang bertahan sampai sekarang. Istilahnya seni adalah kecerdasan dari manusia dibanding mahluk lain.

Ketika kelompok manusia lain ditemukan mampu membuat barang seni berdasarkan penemuan benda purba yang ada. Setelah manusia modern mulai meninggalkan Afrika, dan masuk ke Eropa lalu berkembang lebih cepat kata Nicholas Conard dari universitas Tubingen Jerman. Mereka terus tumbuh, membentuk unit sosial dan cara lebih baik dalam berkomunikasi.

Penemuan manusia purba seperti Homo Erectus bertahan cukup lama. Merupakan kelompok Hominin pertama yang memperluas populasi ke luar dari benua Afrika bahkan sebelum penyebaran kelompok Neanderthal. Tapi kelompok Homo Erectus memiliki otak lebih kecil.

Apa benar otak besar mempengaruhi hidup sebuah mahluk hidup. DNA manusia modern mulai berubah di beberapa titik setelah mereka berpisah dari nenek moyang kita sendiri dan berbagi dengan kelompok Neanderthal.

Lalu kita ada di spesies yang mana, apakah satu rumpun dengan Neanderthal seperti bukti penemuan yang ada. Sepertinya belum bisa dijawab. Karena masih banyak mising link atau putusnya hubungan dari sejarah manusia purba yang tidak lengkap

Selanjutnya sisa fosil dari manusia purba yang ditemukan