Kanker kedua jumlahnya kembali meningkat. Data kesehatan di Amerika menunjukan 1 dari 5 kasus penyakit kanker, adalah pasien yang pernah terkena kanker dan harus kembali pendapatkan perawatan setelah terdiagnosis memiliki kanker kedua.

Berarti tempatnya berbeda, jaringan berbeda dan tipe yang berbeda atau menyebar dari bekas tumor sebelumnya. Judith Bernstein yang tinggal di pinggiran kota Philadephia adalah satu contoh ekstrim. Dia memiliki 8 jenis selama 20 tahun terakhir, walau seluruhnya berhasil ditangani oleh tim medis.

Judith menceritakan bahwa pertama dia di diagnosis memiliki satu kanker setelah kanker pertama ditemukan. Dan penyebaran dari payudara, paru-paru, kerongkongan, dan terbaru ditemukan tumor langka di kelopak mata. Bahkan Judith pernah terpikir kalau suatu hari dia memiliki kanker di jari tangan.

Penyakit Kanker kedua meningkat 1 dari 5 kasus penerita di Amerika terulang

Sekitar 19% penderita kanker mengalami kasus kedua bahkan lebih. Pada tahun 1970an terindikasi 1 dari 9 kasus dari penderita kanker berulang.
Keunikan dengan penyakit kanker di Amerika sebagian sukses ditangani. Lebih banyak orang yang masih hidup, dan mendapatkan usia lebih lama.

Kanker kedua disebabkan dari timbulnya mutasi gen yang sama atau faktor gaya hidup seperti merokok yang memicu munculnya kanker kedua.
Dan beberapa perawatan membantu penderita bertahan hidup dari kanker pertama mereka, seperti teknologi radiasi. Tetapi dapat kembali muncul kanker baru di kemudian hari. Menurut tim medis di Amerika, kanker kedua yang membuat pasien mengalami trauma. Satu selesai kembali muncul satu lagi. Yang harus dikatakan adalah jangan menyerah.

Bernstein 72 tahun. Menderita di banyak tempat, dari kulit, limfoma, payudara, dua jenis di paru paru, kerongkongan, tiroid dan terakhir di kelopak mata dalam bentuk limfoma.
Dia tidak menyerah, seperti melakukan perawatan medis dibanding harus berduka seperti menghadapi tantangan seperti ini.

Seorang praktisi di Fox Chase Cancer Center, Barbara Rogers mengatakan dia begitu optimis penyakitnya bisa disembuhkan. Bahkan Bernstein telah dirawat selama lebih dari 10 tahun.  Bagi sebagian pasien mengalami kanker kedua dan seterusnya mungkin sulit menerima.

Secara medis, kanker kedua menimbulkan tantangankhusus. Pengobatan mungkin terbatas. Seperti radiasi biasanya tidak diberikan ke area yang sama pada tubuh pasien lebih dari sekali. Beberapa obat juga diberikan dosis secara terbatas agar menghindari kerusakan saraf dan jantung.



Bila pasien mengalami kanker kedua, pihak medis harus menilai resiko genetik yang dibawa pasien dan mungkin dialami oleh anggota keluarga lain. Tim medis akan mengatakan gagal jika kanker memiliki mutasi BRCA1 dan memiliki kanker payudara yang berkembang ke usus besar. Terjadinya mutasi gen berarti seorang pasien harus dipantau serta Screening cukup sering untuk mendiagnosis.
Siapapun yang terlah menghadapi kanker pertama perlu memahami jenis dan gejala untuk di waspadai sampai mengetahui jenis penangan medis lebih lanjut yang diperlukan. ( Elizabeth Ward, an American Cancer Society
Jangan mengabaikan  kanker lain setelah satu terdiagosis. Pastikan mendapatkan pemeriksaan lain yang dianjurkan seperti kolonskopi, mammogram atau HPV dan tes Pap.
Bila mendapatkan kanker kedua, tarik napas dalam dalam kata Julia Rowland, Director Office of Cancer Survivorship. Teknologi dan perawatan terus meningkat, dan lebih banyak sumber daya dalam penanganan. Termasuk dukungan, media sosial, keluarga dan dokter.
Terakhir Tidak Ada Kata Menyerah.

Tulisan ini mengingatkan bahwa kanker adalah penyakit yang harus disembuhkan. Tidak menyerah dalam pengobatan walau mendapatkan penyakit yang sama kedua kalinya.
Artikel ini ditulis untuk menghormati seorang penderita kanker. Sudah melakukan pengobatan kanker payudara, secara rutin melakukan pemeriksaan 6 bulan sekali. Tapi kanker muncul kembali setelah 5 tahun dan masuk ke stadium 4 dan telah menyebar otak, dan kerongkongan.

Artikel lengkap dapat dibaca via
APwww.asco.org/practice-research/cancer-survivorship

Penemuan lain untuk memerangi kanker dengan virus.
Obat Alimogene Laherparepvec (T-VEC, dengan merek Imlygic) sudah disahkan oleh FDA.Memerangi kanker dengan virus sudah lama diwacanakan, tapi baru sekarang disahkan. Virus yang sudah di modifikasi dapat menyeraang sel kanker dan membiarkan sel tubuh yang sehat. Menjadi langkah besar di dunia medis pada tahun 2015 ini.

Lmlygic adalah modifikasi virus Herpes Oncolytic dan telah dimodifikasi. Virus mengambil melanoma kanker di kelenjar getah bening dan kulit, mengambil alih mesin sel serta membuat sel pecah. Virus tersebut juga dirubah agar menghasilkan protein GM-CSF. Walau tidak dijelaskan berapa banyak kemampuan obat ini.

Obat jenis Lmlygic sudah di coba di 435 pasien, mampu memperpanjang usia pasien kanker sampai 4,4 bulan. Dokter percaya pengobatan ini dapat dibantu dengan kombinasi pengobatan lain. Sayangnya saat ini obat tersebut mencapai $65.000.
Disatu sisi, pengobatan mengunakan teknik bioteknologi sangat efektif. Dimana virus mengerjakan pekerjaan kotor para dokter untuk membutuh sel yang merusak tubuh manusia.

FDA approves first-of-its-kind product for the treatment of melanoma

Satu saran sudah diperingatkan oleh WHO.
Bahan makanan yang dibakar sampai garing akan menghasilkan zat Akrilamida. Biasanya ditemukan pada makanan yang dibakar dari kentang panggang, roti bakar dan lainnya. Tapi yang dimaksud adalah roti yang dipanggang sampai hitam dan kentang yang di panggang dengan warna lebih gelap. Menurut FSA (badan kesehatan Amerika), dampaknya lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

FSA mengatakan memanggang makanan sampai sedikit berwarna emas terang dapat meminimalkan resiko bahan Akrilamida.

Cerita bahan Akrilamida bukan hal baru. Karena Akrilamida telah masuk skala resiko kanker bertahun-tahun. Di Amerika sendiri banyak juru masak melakukan cara tersendiri untuk mengolah makanan. FSA hanya memberi saran agar makanan tidak dibuat sangat garing sampai menghitam. Ketika kentang di panggan sampai menghitam, tingkat Akrilamida meningkat sampai 80x lebih banyak.

Jauhi Bacon dan alkohol mengurangi resiko kanker (Mei 2018)
World Cancer Research Fund (WCRF) mungkin membawa kabar buruk. Katanya, daging olahan, dan alkohol harus dihilangkan dari daftar konsumsi anda.
Laporan dari proyek WCRF memberikan informasi untuk meminimalkan resiko terkena kanker.
Kurangi konsumsi daging bacon, salami, hot dog dan sosis. Terkait kanker kolorektal. Daging merah yang tidak di olah, seperti daging sapi, babi dan domba. memiliki resiko lebih tinggi seseorang terkena kanker. Walau informasi tentang daging ini tidak terlalu kuat. Disarankan hanya mengkonsumsi 3 porsi mingguan daging merah.
Alkohol terkait dengan kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, payudara, perut dan usus besar. Walau dalam penelitian lain dapat membantu melindungi penyakit kanker ginjal. Minum alkohol secukupnya bagi masyarakat barat.
Individu harus menjaga berat badan yang sehat, tetap aktif secara fisik. Makan biji bijian dan menghindari makanan olahan. Informasi lengkap dapat dilihat via WCRF.ORG

+ FDA