Fotographer Walter keliling 60 negara selama 3 tahun bikin iri traveler


Digital | 10 August 2015

Fotographer asal New York Amerika mewujudkan impiannya, mungkin membuat semua orang iri.

Dia berpergian selama 3 tahun ke 60 negara. Selama perjalanan dia membuat foto dan proyek untuk film. Satu video yang dibuat dengan judul We Call This Home tampil di Youtube.

Dalam video hanya diberikan jedah 1-2 detik. Dimana saja Walter Chang pergi di setiap tempat wisata dan berbagai negara, tapi sambil membuat foto pemandangan bersama dirinya.

Cerita perjalanan Walter dimulai setelah dia nabung dan berhenti bekerja untuk mewujudkan impiannya. Rencana awal bukan 3 tahun, tapi hanya 1 tahun saja. Sampai waktu terus berjalan dan dia terus memutuskan untuk memperpanjang jalan jalan. Sampai akhirnya semua berlalu, lewat satu tahun sampai akhirnya dia merasa bosan dan pulang. Tapi bosannya baru terjadi setelah hampir 3 tahun setelah keliling ke berbagai negara termasuk jalan jalan ke Indonesia

Apa yang terjadi selama melakukan perjalanan ke 60 negara. Dia pernah di rampok, kecelakaan mobil, dan mengalami masalah selama pejalanan seperti keracunan makanan. Sebagian foto yang dibuat hilang, karena peralatan yang ambil termasuk harddisk backup dan peralatan yang dibawah. Walter mengatakan, penting membawa perangkat WIFI agar data bisa di kirim ke tempat lain selama perjalanan. Dibeberapa tempat hanya modal jembol tangan, alias nebeng mobil penduduk lokal untuk ke tempat tujuan.

Sekilas dalam videonya tidak menarik karena seperti slide begitu cepat. Tapi di setiap gambar yang ditampilkan mewakili apa yang dilihat Walter di berbagai tempat. Dia membawa camera D700,  7D untuk video, lalu ditengah perjalanan dijual dan diganti D800. Walter mengunakan lensa Nikon 24-70mm f2.8 dan Nikon 17-35mm f2.8, serta camera kecil 3 unit Gopro.



Setahun dia menabung dan pindah ke aparatemen teman agar hemat. Lalu tinggal di gedung tempat dia bekerja. Dari tabungannya dia melakukan perjalanan ke Everest, mewujudkan impiannya melihat Cheetah, sampai ke India. Satu tahun menjadi dua tahun, dan menjadi tiga tahun. Perjalananya seperti tidak ada ujungnya. Untuk menghemat uang dia melakukan perjalan dengan kereta di China, dan India, serta tidur di bandara, berkemah dan lainnya.

Walter bercerita dengan pengalaman perjalanan ini, dia dapat melihat bagaimana orang lain hidup, dan bagaimana mereka mereka memandang hidupnya. Saya mungkin lebih beruntung, dengan membawa kamera dan menangkap gambar dan video selama perjalanan.

Bahkan dia sedang mengumpulkan dana untuk proyek membuat bukunya sendiri dengan judul We Call This Home. Memberikan gambaran seperti apa perjalanan yang dilakjuan, termasuk tip melakukan perjalanan dari pengalamannya.



Ban Nahin,Laos
Phonsovan, Laos
Varnasi, India
Yogyakarta, Indonesia
Havana, Cuba
Varanasi, India
Bohol, Phillippines
Agra, India
Fairbanks, Alaska USA
Jaisalmer, India
Wadi Rum, Jordan
Kyaiktiyo, Myanmar
Caboo de la Vela, Colombia
Anchorage, Alaska
Havana, Cuba
Vilankulos, Mozambique
Lalibela, Ethiopia
Pamir Highway, Tajikistan
Ngorongoro Crater, Tanzania
Zanzibar, Tanzania
Danakil Depression, Ethiopia
Ngorongoro Crater, Tanzania
San Pedro de Atacama, Chile
Black Rock City, Nevada USA
Ghent, Belgium
Amazon River, Brazil
Manaus, Brazil
Abidijan, Cote d’Ivoire
Kigali, Rwanda
Cotonou, Benin


Ouagadougou, Burkina Faso

Salkantay Trek, Peru
Amazon Forest, Brazil
Lima, Peru
Moscow, Russia
Wadi Rum, Jordan
Salkantay Trek, Peru
Pamir Highway, Tajikistan
Uyuni, Bolivia
Soussouvlei, Namibia
Roraima, Venezuela

Seoul, South Korea
Minsk, Belarus
Zermatt, Switzerland
Mana Pools NP, Zimbabwe
Cienfuegos, Cuba
Samarkand, Uzbekistan
St. Petersburg, Russia
Seoul, South Korea
Taroko Gorge, Taiwan
Cienfuegos, Cuba
Sossousvlei, Namibia
Camaguey, Cuba
Lalibela, Ethiopia
Bwindi Impenetrable Forest, Uganda
Prague, Czech Republic
Lucerne, Switzerland
Lviv, Ukraine
Brest, Belarus
Jiufen, Taiwan
Minsk, Belarus
Taipei, Taiwan
Berlin, Germany
Taipei, Taiwan

 

Kyoto, Japan – Fushimi Inari Shrine
Tokyo, Japan – Tsukiji Fish Market
Seoul, South Korea
Yangshuo, China – Li River
Chengdu, China – Panda Research Base
Dongchuan, China – Dongchuan Red Soil
Ho Chi Minh City, Vietnam
Siem Reap, Cambodia – Ta Prohm, Angkor Wat Complex
Vang Vieng, Laos


Luang Prabang, Laos
Galapagos Islands, Ecuador – Isabela Island
Chiang Rai, Thailand – White Temple
Ko Lanta, Thailand
Khumbu, Nepal – Everest Base Camp Trek
Amritsar, India – Golden Temple
Istanbul, Turkey – Grand Bazaar
Cappadocia, Turkey
White Desert NP, Egypt
Abu Simbel, Egypt
Santorini, Greece
Petra, Jordan
Jerusalem, Israel – Wailing Wall
Las Vegas, USA – Electric Daisy Carnival 2012
Colorado, USA – Great Sand Dunes NP
Bellingham, Washington – The Roost
Andong, South Korea
Pyongyang, North Korea – Arirang Mass Games
Pyongyang, North Korea
Amarapura, Myanmar – U Bein Bridge
Mabul, Malaysia
Sipidan, Malaysia
Penang, Malaysia
Marina Bay, Singapore
Sagada, Philippines – Hanging Coffins
Bohol, Philippines – Tarsier Sanctuary
Eli Malk Island, Palau – Jellyfish Lake
Flores, Indonesia – Mount Kelimutu
Townsville, Australia – Yongala Ship Wreck
Great Ocean Road, Australia – Twelve Apostles
Sydney, Australia – Sydney Opera House
Fiordland NP, New Zealand – Milford Sound
Fiordland NP, New Zealand – Lake Marion
Fairbanks, Alaska USA
Anchorage, Alaska USA
Uyuni, Bolivia – Uyuni Salt Flats
La Paz, Bolivia – Death Road
Yucatan, Mexico – Cenotes Diving
Havana, Cuba
Las Vegas, USA – Electric Daisy Carnival 2013
Sossusvlei, Namibia
Swakopmund, Namibia
Zambia/Zimbabwe – Victoria Falls Bridge Bungee
Zambia/Zimbabwe – Zambezi River
Mana Pools NP, Zimbabwe
Victoria Falls, Zimbabwe
Tofo, Mozambique
Semonkong, Lesotho – Maletsunyane Falls
Gansbaai, South Africa
Kruger NP, South Africa
Dubai, United Arab Emirates – Burj Khalifa
Issyk Kul, Kyrgyzstan

Nesvizh, Belarus – Nesvizh Castle
Porto Alegre, Brazil – World Cup 2014
Black Rock City, USA – Burning Man 2014
Abidijan, Cote d’ Ivoire
St. Petersburg, Russia – Church of the Saviour on Spilled Blood
Mana Pools NP, Zimbabwe
Zermatt, Switzerland
Cape Town, South Africa – Table Mountain
Simien Mountains NP, Ethiopia
Lviv, Ukraine
Semonkong, Lesotho – Maletsunyane Falls
Warvis Bay, Namibia
Prague, Czech Republic
Indio Valley, California USA – Coachella 2015
Brest, Belarus
Moscow, Russia – St. Basil Cathedral
Taipei, Taiwan

Olinda, Brazil – Carnival
Aguas Caliente, Peru – Salktantay Trek
Mount Roraima, Venezuela
Mount Kilimanjaro, Tanzania
Salvador, Brazil – Carnival
Yucatan, Mexico – Cenotes
Yacht Week, Croatia
Aguas Caliente, Peru – Salkantay Trek
Tofo, Mozambique
Fernando do Noronha, Brazil
Huaraz, Peru – Santa Cruz Trek
Iguazu Falls, Argentina
Kabale, Uganda


Mount Kilimanjaro, Tanzania
Huaraz, Peru – Santa Cruz Trek
Sossusvlei, Namibia
Salento, Colombia – Valle de Cocora
Pamir Highway, Tajikistan
Cape Town, South Africa – Table Mountain

New York City, USA
Fujian, China – Fujian Tulou
Mumbai, India
Guilin, China
Ouagadougou, Burkina Faso
Ho Chi Minh City, Vietnam
Siem Reap, Cambodia – Bayon, Angkor Wat Complex
Jodhpur, India
Yangon, Myanmar – Shwedagon Pagoda
Ulong Channel, Palau
Agra, India – Taj Mahal
Beijing, China
Huaraz, Peru – Santa Cruz Trek
Havana, Cuba

 

Tian Shan Mountains
Pamir Highway, Tajikistan
Bukhara, Uzbekistan
Moshi, Tanzania – Mount Kilimanjaro
Masaii Mara NP, Kenya
Bwindi Impenetrable Forest, Uganda
Tigray, Ethiopia – Debre Damo Monastery
Harar, Ethiopia
Semien Mountains NP, Ethiopia
Danakil Depression, Ethiopia – Erta Ale Volcano
Accra, Ghana – Kane Kwei Carpentry Workshop
Ouagadougou, Burkina Faso
Ouagadougou, Burkina Faso – Festival au Desert
Cotonou, Benin – Dantopka Market
Sao Paolo, Brazil – World Cup 2014
Fernando do Noronha, Brazil
Buenos Aires, Argentina
Machu Picchu, Peru
Galapagos Islands, Ecuador
Dubrovnik, Croatia
Yacht Week, Croatia
Boom Belgium – Tomorrowland 2014
Ghent, Belgium
Black Rock City, USA – Burning Man 2014
Rotterdam, Netherlands
Munich, Germany – Oktoberfest
Berlin, Germany
St. Gallen, Switzerland
Mount Titlis, Switzerland
Lviv, Ukraine
St. Petersburg, Russia – Hermitage Museum
Pingxi, Taiwan – Sky Lantern Festival
Minsk, Belarus


Mungkin dapat menjadi inpirasi pencinta traveler atau tukang jalan jalan. Masyarakat Amerika memang kehilangan kesempatan untuk jalan jalan di usia muda. Hanya 38% penduduk Amerika memiliki kesempatan untuk jalan jalan keluar negeri dan jumlahnya lebih kecil dibanding penduduk negara maju lainnya. Misalnya Kanada yang mencapai 60%. Sedangkan warga negara Inggris paling suka jalan jalan keluar rmencapai 75% dari penduduk yang memilik paspor.

Dia mengatakan tidak benar bila jalan jalan hanya milik orang kaya saja. Dengan berbekal ransel dan merencanakan perjalanan dari website onlinne. Anda dapat merencanakan perjalanan lebih mudah, paket murah dan hemat khususnya kalangan muda. Dalam video penutup Walter juga mengucapkan dari orang yang membantu dirinya selama perjalanan, termasuk bantuan menginap sampai diberikan sarapan.

Salah satu panduan mencari penginapan murah dapat dilihat via couchsurfing.com. Website tersebut seperti Home Stay di 200 ribu kota dan menjadi teman dalam komunitas untuk bertemu dan saling berbagi tempat tinggal. Tahun depan diharapkan buku tentang perjalanannya bisa selesai.



+ Instagram

Berita terkait
www.wecallthishome.com
Kelly dikenal sebagai fotografer Agoraphobia tetapi tidak pernah membawa camera. Mengapa dia menarik sampai Google mengundang dan memberikan kesempatan memamerkan karyanya di kota New York

Dimulai 40 tahun lalu, seorang fotografer muda Chris Porsz mulai membuat foto di jalan. Beberapa orang yang tidak dikenal dibuatkan foto. Dia tinggal di Peterborough Inggris, tapi setelah beberapa puluh tahun berlalu. Dia ingin mencari orang yang pernah di foto. Apa yang terlihat antara foto jadul mereka yang sekarang



Chris Cline membuat suatu yang unik dengan anjing kesayangannya. Cerita fotonya menarik perhatian orang di Instagram. Di awal dia memasukan foto ke Instagram, sekarang sudah ada 2000 foto. Tetapi 2 anjingnya yang sering tampil, diberi nama Cline dan Juji sampai menarik 60.000 pengikut. Yang baru ini dia membuat anjingnya setinggi 3 meter.

Fotograpfer Von Wong membuat cerita baru, bagaimana proses pengambilan gambar untuk Cowspiracy & Climate Change. Topik yang dibuat berhubungan dengan konferensi perubahan iklim. Dia ingin membuat foto dari kegiatan masyarakat normal, dengan latar belakang agak gila ketika badai tiba.

Dana Gruszynski mungkin menjadi penyelamat sebuah acara pernikahan, ketika fotografer yang sudah ditugaskan berhalangan hadir. Dana datang mendapat kabar dari sepupunya datang dan memberikan foto gratis. Cerita pertolongan  Dana akhirnya beredar luas dan sekarang Dana malah mendapat undangan untuk foto pernikahan.

Fotographer Renee Robyn memiliki perjalanan tidak biasa. Dia jatuh dari motor ditabrak kendaraan, 5 hari di rumah sakit dan 6 bulan harus belajar berjalan. Selama masa rehabilitasi dia mengembangkan bakat baru menjadi disain artis untuk foto.

Fotographer Karol Nienartowicz keliling di Eropa dalam kurun waktu 6 tahun. Sementara mereka yang ingin berlibur memerlukan hotel berbintang 5, Karol memilih camping. Dari foto yang dibuat, biasanya ada tenda dimana dia menginap. Dia mengunakan tenda dan tidur di ketinggian 3000 meter.



Sarah Marquis, petualang wanita ini jalan kaki paling jauh. Tepatnya sebagai penjelajah, usianya sekarang 42 tahun tapi ini perjalanan seorang diri. Terakhir sudah menghabiskan waktunya selama 3 berjalan sejauh 16 ribu km. Dari Siberia, gurun Gobi, Tiongkok, sampai ke Laos dan Thailand.

Alex Chacon melakukan perjalanan ke beberapa tempat eksotik. Dia merekam selama 3 tahun 5 bulan. Dan perjalanannya dikemas dalam video 3 menit. Video Around the World 360 derajat tersebut memang dibuat gaya Selfie.

Namanya Jake Gaba, dia jalan jalan di China selama 100 hari. Belajar bahasa Mandarin di sebuah sekolah program luar negeri. Sementara disana, dia mengabadikan beberapa tempat, tapi gaya joget di rekam dengan camera.

Namanya Rob, seorang fotographer, disain dan penulis. Tinggal di Inggris, tapi mulai melakukan petualangan tahun 2011 dengan melakukan ekpedisi dan perjalanan. Untuk mengabadikan pemandangan dan kehidupan masyakarat lain. Dia berjalan sampai ke Himalaya, Hongkong

Namanya Sebastian Dahl seorang pencinga fotographer umur 24 tahun. Dia melakukan perjalanan dari Norwegia sampai ke Beirut. Modal nebeng saja dan baru pulang pada 15 September 2012 kemarin. Perjalanan dilakukan selama 3 bulan




No popular articles found.
< /body>