Belajar membuat video efek film cinema dengan camera DSLR


Kategori : Digital | Date : 9 August 2015
Setting Frame rate video dan software video editing dalam proses Post Production
Bagian ini untuk melihat efek dalam proses pengambilan gambar video dengan camera DSLR
  • Setting Video Frame Rate harus dibuat sama, walau camera berbeda.
  • Memilih warna natural dalam merekam video untuk di koreksi kembali nantinya. Lebih mudah merubah warna asli video untuk proses edit selanjutnya.
  • Menambahkan efek mood atau suasana dalam film. Efek warna seperti cinema dilakukan pada software video editing. Menyangkut cerita video yang dibuat.
  • Lebar layar antara video normal dan video cinema. Teknik yang sama tapi tampil beda. Cinema membuat layar terlihat lebar, kita dapat membiasakan mengambil gambar dengan posisi lebih mundur agar mendapatkan bidang objek gambar lebih luas. Dan proses gambar akan di crop / di potong dari lebar 16:9 ke ukuran tinggi video lebih kecil dengan lebar gambar tetap.

Setting Frame rate video dan shutter speed
Ini bagian penting ketika melakukan setting camera untuk video Cinema.
Bila setting Shutter ketika merekam video terlalu tinggi menghasilkan video (film akhir) yang berbeda, seakan gambar menjadi "motion blur / flicker".
Bila setting shutter dibuat terlalu rendah seperti shutter 1/5s, ketika mengambil gerakan tangan atau tepuk tangan. Hasil rekaman pada bagian tangan akan terlihat berbayang.

Setting yang tepat adalah 2x atau lebih dari frame rate video. misalnya membuat video 25 fps untuk video, setting di shutter speed ke 1/50s atau lebih tinggi.
Bila angka kelipatan tidak ada di menu speed shutter, gunakan angka lebih tinggi yang terdekat atau mengunakan angka lebih besar dari frame rate video.

Intinya ambil angka lebih besar dari frame rate video, tetapi tidak berlebihan misal mengunakan setting 1/1000s

setting shutter speed dikalikan 2x dari frame rate video untuk
camera dslr

Dapat dilihat dari contoh video kiri gambar terlihat lebih gelap dan bergetar, dengan 1/50s
Gambar kanan terlihat lebih terang dan benda bergerak akan lebih nyata dengan frame rate yang tepat. Teknik ini disebut aturan 180 derajat shutter



Efek video bila terlalu tinggi setting di Shutter Speed

Bagian paling penting untuk setting camera DSLR ambil angka diatas kecepatan frame rate

  • Lihat objek yang akan dibuat apakah objek diam atau bergerak. Bila objek bergerak lebih cepat, gunakan shutter lebih tinggi. Misalnya untuk video 25 fps, boleh mengunakan shutter speed 1/200s
  • Apakah camera yang anda bawa ikut bergerak. Bila yah gunakan shutter speed lebih tinggi misalnya 2x menjadi 1/50s, 1/100s atau lebih tinggi.
  • Bila objek diam tapi sambil berbicara, shutter rendah tidak masalah bahkan lebih baik. Contoh video untuk 25 fps, bisa mengunakan 1/30s atau lebih tinggi. Tapi tidak mengunakan 1/10s
  • Bila camera memiliki kecepatan frame rate 120fps dapat digunakan untuk efek slow motion. Misalnya camera mampu merekam 120fps, setting shutter speed 1/200s atau lebih tinggi. Nantinya video di perlambat ketika di proses di aplikasi video editing.
  • Proses video diambil oleh sensor, dan di proses menjadi video. Video akhir akan dibuat menjadi video final mengunakan frame rate 24fps (cinema), 25fps (Pal/Asia), 30fps (Amerika). Jangan mencampur video yang berbeda frame rate. Karena dalam proses editing akan terlihat berbeda.
  • Mengapa bagian ini penting. Agar video yang dibuat dan di edit tidak terlihat keterlambatan garis. Hal ini terjadi bila kita lupa mengatur shutter speed yang ternyata lebih rendah dari frame rate video yang dibuat.

Setting dari software editing video

Apa yang dapat dilakukan oleh editing software untuk video. Dengan software dapat mengunakan teknik gradasi warna, memberi warna serta output video seperti Cinema dengan ukuran lebar 2:35:1
Salah satu efek video dengan warna menjadi bagian video dengan efek cinema

Setting video dengan neutral atau warna netral
Video yang direkam sebaiknya mengunakan warna netral. Sehingga lebih mudah dirubah di software editing video. Sama seperti video dari profesional, mereka baru merubah warna di dalam proses editing. Sedangkan video aslinya tetap dibiarkan dengan warna aslinya.
  • Seperti gambar kiri adalah video asli yang direkam oleh camera digital. Terlihat warna sesuai warna asli ketika mengambil gambar
  • Dan gambar kanan setelah dirubah sepeti kontras dan warna. Membuat video lebih menarik setelah meningkatkan warna dalam sebuah video



Mengapa gambar dibuat seperti aslinya tanpa di proses oleh camera. Bila anda mengunakan software video editing dan memiliki koreksi warna. Maka video yang terlihat standar dapat disetting kembali dari software video editing. Kita dapat merubah warna dengan mood atau suasana film sesuai tema yang kita inginkan.

Misalnya memberikan efek cahaya biru, coklat, merah atau hijau. Fungsi video dengan efek warna dapat memberikan efek emosi bagi yang melihat.
Kita dapat merubah efek warna video sesuai tema. Misal, warna yang cenderung oranye akan menunjukan semangat, warna gelap dan dominasi biru akan terlihat seperti trhiler dan lainnya

Disebut teknik Planck Color / emosi dalam warna video



Post-Production
Pembuat video amatir akan menghadapi gambar goyang. Sementara peralatan camera dari perusahaan film lebih canggih, tentu saja tidak.

Hasil video kalangan profesional akan terlihat sangat baik, karena mereka memiliki keahlian dalam pembuatan film

Kita dapat membiasakan diri dengan mengambil gambar pada objek, komposisi dan setting camera yang tepat. Karena semakin baik mengambil video akan memudahkan proses editing atau Post-Production

Color Grading
Dalam sebuah film memiliki warna berbeda. Misalnya film Maxtrix dibuat dengan warna lebih gelap. Untuk film Tranformer lebih di dominasi warna agak kuning.

Ada efek dalam film seperti kuning, biru atau gelap menunjukan suasana atau mood / emosi. Biru atau gelap menunjukan cerita serius, tegang atau genting. Semakin terang menunjukan suasana kegembiraan. Kuning mendominasi warna film aksi. Film dengan warna biru umumnya masuk kategori thriller.

Setting dapat diatur dari software editing. Mengunakan efek color correction atau RGB Curves. Atau mengunakan setting di camera biasanya ditandai dengan angka Kelvin.

Memilih warna atau color mood dalam video atau film



Aspek Ratio atau ukuran lebar gambar video
Secara umum ukuran video modern mengunakan 16:9 seperti Full HD atau HD video.

Untuk cinema dapat mengunakan rasio 2,35 : 1 seperti ukuran layar lebar bioskop dan disebut format ultra wide screen. Kesan video Cinema dapat dibuat sendiri.

Contoh pada gambar dibawah ini.

Pada gambar kanan, sisi atas dan bawah video dihilangkan atau hanya dikecilkan. Dan mengambil 60%-70% bidang gambar video.
Proses pemotongan atau Crop dilakukan dari software video editing, sedangkan camera akan mengambil gambar secara normal dengan perbandingan 16:9

Bila ingin menampilkan gambar dengan efek cinema. Sekali lagi cobalah membuat video sedikit agak mundur dari bidang gambar yang dibuat.

Kita dapat memastikan video yang di tampilkan pada panel LCD view di camera sesuai bidang gambar yang akan dibuat nanti. Karena di camera DSLR lebih umum mengunakan ukuran 16:9.

Untuk efek cinema, kita mengambil tidak memfokus mengambil gambar sampai layar penuh, tapi melihat apakah objek yang diambil tidak terpotong ketika di proses di dalam software video editing. Dengan memastikan bidang yang diambil akan dikosongkan pada bagian atas dan bawah.

Ukuran lebar video Cinema mengunakan 2,35:1

Beberapa ukuran video seperti film Cinema dapat mengikuti ukuran dibawah ini
Fox Movietone 1,2 : 1
Imax 1,43  : 1
Paramount 1,66 : 1
Standar Widescreen Cinema 1,85 : 1
Standar Widescreen Cinema yang digunakn sekarang 2,39 :1
Ultra Panavision 2,76 : 1


Untuk warna dapat dijadikan contoh membuat warna video seperti dibawah ini



Bisa mengunakan Sony Vegas, dapat mengikuti tip dengan memberi kesan dengan layar lebar 21:9 seperti layar Cinema



Bila tertarik membuat video dengan warna dibawah ini. Video dibawah ini mengunakan teknik video dengan filter LUT atau Look Up Table, dapat dibuat sendiri atau mendownload di internet



Lebih lanjut mendalami pembuatan video efek dengan warna seperti sebuah film. Dapat dilihat artikel dibawah ini.

Tertarik belajar video editing, dapat dimulai dengan tutorial Sony Vegas Video Editing

Membuat dan edit video dengan Lightroom

Memilih warna video efek Cinema, warna dasar dalam tema film

Membuat warna Cinema atau efek warna sebuah film dengan Photoshop

Tip membuat efek video Cinema Film dengan LUt bila anda tertarik mendalami teknik lebih lanjut


LUT Color Look Up Table untuk mewarnai sebuah film seperti Cinema Movie

Belajar editing film dan video dengan Magic Vegas Pro

Panolapse software Timelapse

Digicam control camera dengan smartphone Android

Adobe Lightroom edit foto sampai video dari amatir sampai profesional

Mengecilkan ukuran video MP4 untuk media sosial ukuran file lebih kecil

Photo Mirage membuat
foto diam terlihat bergerak

Sequator image stack untuk foto bintang dan galaksi

Membuat foto Galaksi Bima Sakti di kota
Bagaimana bila kita merubah tampilan smartphone dengan camera Notch agar tampil diatas. Untuk gaya saja, biar ngak keliatan ketinggalan dengan model smartphone terbaru. Bila memiliki smartphone dengan transisi antara Fullview dan Notch, ada tip agar smartphone tampil gaya.

Photoshop dapat dimanfaatkan untuk editing video. Salah satu efek membuat tampilan video Cinema. Dengan menambahkan layer warna, maka warna video asli dapat dirubah seperti video film look. Proses render video Cinema dengan Photoshop lebih cepat dan lebih ringan.

Bagaimana merubah foto lama klise film negatif menjadi file foto digital. Mungkin ada yang tertarik menyimpan foto lama dari film negatif. Dengan mudah dapat dirubah menjadi foto positif mengunakan software. Dengan memanfaatkan camera, memindahkan foto negatif ke software dan dirubah menjadi foto positif yang dapat kita lihat.



Belajar foto Light Painting membuat efek foto cahaya atau latar belakang cahaya. Caranya mengabungkan 2 foto (bila diperlukan), lampu sebagai efek cahaya latar belakang sebuah foto. Kedua foto digabung dengan Photoshop, dan hasilnya mungkin menarik.

Seorang fotografer hanya belajar dalam 2 tahun. Memperlihatkan perbedaan foto amatir dan foto profesional. Philips membandingkan dua gambar ditempat sama dari karyanya sendiri, dan  foto setelah 2 tahun belajar. Tekniknya pencahayaan dan perpektif gambar hal penting dalam fotografi

Foto low angle atau mengambil gambar lebih rendah. Foto akan tampak dengan menambah elemen bagian belakang, tengah lebih dalam. Intinya, fotografer dapat mewakili 3 dimensi dari 2 dimensi gambar.

Membuat video dari camera, kesulitan adalah posisi camera ketika mengambil sudut tertentu. Satu tip membuat stabilizer camera dengan alat sederhana agar camera lebih stabil ketika mengambil video dengan objek bergerak



Bila seorang fotografer sering membuat foto blur, walau mengunakan tripod. Kejadian seperti ini merupakan hal biasa. Penyebabnya karena cermin di camera terbuka tutup ketika pengambilan sebuah foto. Setiap gerakan di dalam camera akan berdampak terjadinya getaran

Edit foto seperti film atau cinematic. Dapat dibuat mengunakan software Lightroom. Foto seperti dalam frame film, lebih biru dan gelap, tapi tetap fokus dibagian objek foto. Belajar edit foto Cinematic dibuat oleh Photos in Color

Apakah hasil foto lensa 24-105mm vs 70-200mm memberikan hasil foto yang sama. Walau objek foto dibuat dengan ukuran yang sama, tapi posisi camera harus lebih mundur dengan lensa telezoom. Bagaimana dengan hasil foto yang dibuat, dengan telezoom latar belakang gambar akan tampak bokeh. Sedangkan lensa yang dimulai dari 24mm lebih jelas

Yang ini lebih murah, sekitar A$85 saja. Modalnya baterai kering dan charger. Mengunakan 80cm Konova K2 dan intervalometer. Yang ini dibuat dengan kepala mata bor untuk penarik camera agar bisa bergerak.

Membuat foto pemandangan dengan bintang, matahari atau bulan ada triknya. Tidak perlu membawa filter, bawa senter, dan ada aplikasi yang dapat menentukan posisi gerakan bulan dan matahari.

Bagaimana membuat Motorized Slider sendiri. Itu loh yang suka dibuat untuk foto dokumenter atau timelapse sehingga camera bergerak. Tidak perlu membeli peralatan mahal, bisa dibuat sendiri dengan plat metal dan lebih sederhana.



Tip dari Fenchel dan Janisch, mengunakan DSLR untuk video film malam hari. Kelemahan camera dan camcorder sama saja, bila keduanya disetting otomatis. Keuntungan dengan DSLR, setting camera dapat diatur manual.

Kemudahan pengunaan DSLR sebagai video camera lebih banyak menguntungkan. Seperti setting aperture, menganti lensa dan mengatur ISO untuk pencahayaan dapat memperbaiki kualitas video.


No popular articles found.