Bagian ini untuk melihat efek dalam proses pengambilan gambar video dengan camera DSLR
  • Setting Video Frame Rate
  • Memilih warna natural dalam merekam video untuk di koreksi kembali nantinya
  • Menambahkan efek mood atau suasana dalam film
  • Lebar layar antara video normal dan video cinema. Teknik yang sama tapi tampil beda

Setting Frame rate video dan shutter speed
Ini bagian penting ketika melakukan setting camera untuk video Cinema.
Bila setting Shutter ketika merekam video terlalu tinggi menghasilkan video (film akhir) yang berbeda, seakan gambar menjadi "motion blur / flicker".
Bila setting shutter dibuat terlalu rendah seperti shutter 1/5s, ketika mengambil gerakan tangan atau tepuk tangan. Hasil rekaman pada bagian tangan akan terlihat berbayang.

Setting yang tepat adalah 2x atau lebih dari frame rate video. misalnya mengunakan 25 fps untuk video, setting di shutter speed ke 1/50s, atau 1/100s atau 1/200s.
Bila angka kelipatan tidak ada di menu speed shutter, gunakan angka lebih tinggi yang terdekat atau mengunakan angka lebih besar dari frame rate video.
Intinya ambil angka lebih besar dari frame rate video, tetapi tidak berlebihan misal mengunakan setting 1/1000s

setting shutter speed dikalikan 2x dari frame rate video untuk
camera dslr

Dapat dilihat dari contoh video kiri gambar terlihat lebih gelap dan bergetar, dengan 1/50s
Gambar kanan terlihat lebih terang dan benda bergerak akan lebih nyata dengan frame rate yang tepat. Teknik ini disebut aturan 180 derajat shutter

Efek video bila terlalu tinggi setting di Shutter Speed

Bagian paling penting untuk setting camera DSLR ambil angka diatas kecepatan frame rate

  • Lihat objek yang akan dibuat apakah objek diam atau bergerak. Bila objek bergerak lebih cepat, gunakan shutter lebih tinggi. Misalnya untuk video 25 fps, boleh mengunakan shutter speed 1/200s
  • Apakah camera yang anda bawa ikut bergerak. Bila yah gunakan shutter speed lebih tinggi misalnya 2x menjadi 1/50s atau lebih tinggi.
  • Bila objek diam tapi sambil berbicara, shutter rendah tidak masalah. Contoh video untuk 25 fps, bisa mengunakan 1/30s atau lebih tinggi. Tapi tidak mengunakan 1/10s
  • Bila camera memiliki kecepatan frame rate 120fps dapat digunakan untuk efek slow motion. Misalnya camera mampu merekam 120fps, setting shutter speed 1/200s atau lebih tinggi. Nantinya video di perlambat ketika di proses di aplikasi video editing.
  • Proses video diambil oleh sensor, dan di proses menjadi video. Video akhir akan dibuat menjadi video final mengunakan frame rate 24fps (cinema), 25fps (Pal/Asia), 30fps (Amerika). Jangan mencampur video yang berbeda frame rate. Karena dalam proses editing akan terlihat berbeda.
  • Mengapa bagian ini penting. Agar video yang dibuat dan di edit tidak terlihat keterlambatan garis. Hal ini terjadi bila kita lupa mengatur shutter speed yang ternyata lebih rendah dari frame rate video yang dibuat.

Setting dari software editing video

Apa yang dapat dilakukan oleh editing software untuk video. Dengan software dapat mengunakan teknik gradasi warna, memberi warna serta output video seperti Cinema dengan ukuran lebar 2:35:1

Setting video dengan neutral atau warna netral
Video yang direkam sebaiknya mengunakan warna netral. Sehingga lebih mudah dirubah di software editing video. Sama seperti video dari profesional, mereka baru merubah warna di dalam proses editing. Sedangkan video aslinya tetap dibiarkan dengan warna aslinya.
  • Seperti gambar kiri adalah video asli yang direkam oleh camera digital. Terlihat warna sesuai warna asli ketika mengambil gambar
  • Dan gambar kanan setelah dirubah sepeti kontras dan warna. Membuat video lebih menarik setelah meningkatkan warna dalam sebuah video



Mengapa gambar dibuat seperti aslinya tanpa di proses oleh camera. Bila anda mengunakan software video editing dan memiliki koreksi warna. Maka video yang terlihat standar dapat disetting kembali dari software video editing. Kita dapat merubah warna dengan mood atau suasana film sesuai tema yang kita inginkan.
Misalnya memberikan efek cahaya biru, coklat, merah atau hijau. Fungsi video dengan efek warna dapat memberikan efek emosi bagi yang melihat.
Disebut teknik Planck Color / emosi dalam warna video



Post-Production
Pembuat video amatir akan menghadapi gambar goyang. Sementara peralatan camera dari perusahaan film lebih canggih. Tentu hasilnya akan berbeda, dimana video yang dibuat kalangan amatir akan terlihat sering terguncang dan gambar tidak stabil. Bila video yang dibuat hanya  sedikit mengalami gerakan, dapat dibantu dengan fitur Stabilizer dari software editing video.

Color Grading
Dalam sebuah film memiliki warna berbeda. Misalnya film Maxtrix dibuat dengan warna lebih gelap. Untuk film Tranformer lebih di dominasi warna agak kuning.

Ada efek dalam film seperti kuning, biru atau gelap menunjukan suasana atau mood / emosi. Biru atau gelap menunjukan cerita serius, tegang atau genting. Semakin terang menunjukan suasana kegembiraan. Kuning mendominasi warna film aksi. Film dengan warna biru umumnya masuk kategori thriller.

Setting dapat diatur dari software editing. Mengunakan efek color correction atau RGB Curves. Atau mengunakan setting di camera biasanya ditandai dengan angka Kelvin.

Memilih warna atau color mood dalam video atau film

Aspek Ratio atau ukuran lebar gambar video
Secara umum ukuran video modern mengunakan 16:9 seperti Full HD atau HD video
Untuk cinema dapat mengunakan rasio 2,35 : 1 seperti ukuran layar lebar bioskop dan disebut format ultra wide screen

Sisi atas dan bawah video dihilangkan atau hanya mengambil 60%-70% bidang gambar video. Proses pemotongan atau Crop dilakukan dari software video editing, sedangkan camera akan mengambil gambar secara normal dengan perbandingan 16:9
Bila ingin menampilkan gambar dengan efek cinema. Cobalah membuat video sedikit agak mundur dari bidang gambar yang dibuat. Kita dapat memastikan video yang di tampilkan pada panel LCD view di camera sesuai bidang gambar yang akan dibuat nanti. Karena di camera DSLR lebih umum mengunakan ukuran 16:9. Untuk efek cinema, kita mengambil tidak memfokus mengambil gambar sampai layar penuh, tapi melihat apakah objek yang diambil tidak terpotong ketika di proses di dalam software video editing. Dengan memastikan bidang yang diambil akan dikosongkan pada bagian atas dan bawah.

Ukuran lebar video Cinema mengunakan 2,35:1

Beberapa ukuran video seperti film dapat mengikuti ukuran dibawah ini
Fox Movietone 1,2 : 1
Imax 1,43  : 1
Paramount 1,66 : 1
Standar Widescreen Cinema 1,85 : 1
Standar Widescreen Cinema yang digunakn sekarang 2,39 :1
Ultra Panavision 2,76 : 1


Demikian teknik membuat video seperti Cinema atau film Bioskop. Disadur dari Jake Coppinger 2014



Bisa dijadikan contoh membuat warna video seperti dibawah ini



Atau membuat video Timelapse dengan suasana gedung di Jakarta seperti dibawah ini.



Bisa mengunakan Sony Vegas, dapat mengikuti tip dengan memberi kesan dengan layar lebar 21:9 seperti layar Cinema



Tertarik belajar video editing, dapat dimulai dengan tutorial Sony Vegas Video Editing