Bintang pulsar  adalah bintang mati. Walau tidak bersinar lagi, bintang tersebut berputar sangat cepat.

Bintang bersinar selama memiliki kandungan gas sebagai bahan bakar, dimana menjadi sumber pembakaran di inti bintang dengan fusi thermal. Ketika bintang sudah kehabisan bahan gas, bentuk bintang yang awalnya berbentuk gas kecil akan semakin membesar.
Lalu kembali menciut dan Boom meledak.

Setelah bintang meledak apa yang terjadi. Tergantung ukuran dari bintang.
  • Seperti matahari kita termasuk bintang ukuran G, bila suatu hari meledak akan mencuit menjadi bintang ukuran putih atau White Dwarf.
  • Bila ukuran bintang 3x dari besar bintang ukurang G, maka bintang tersebut berpotensi menjadi bintang Pulsar atau Bintang Neutron
  • Tapi bila ukuran bintang yang jauh lebih besar, lalu mati. Sangat berpotensi menjadi sebuah Black Hole atau lubang hitam.
Dari ke 3 perubahan bentuk bintang mati. Inti bintang mati menjadi sangat padat, jauh melebihi apa yang kita bayangkan seperti gravitasi di planet Bumi. Daya gravitasi meningkat drastis, disebabkan kepadatan materi pada di bintang padat sangat tinggi. Dibedakan dengan kepadatan sebuah planet berukuran besar, dapat mencapai puluhan gravitasi daya tarik Bumi. Kepadatan sebuah bintang mencapai ribuan  lebih kuat.

Di Bumi, kita hanya mengenal Matahari sebagai sebuah bintang di tata surya kita. Di beberapa tempat di ruang angkasa, bisa ditemukan sebuah bintang mengitari bintang lain. Ada yang 2, tapi terakhir ditemukan sampai 5 bintang di satu tata surya.

Teleskop Chandra memiliki sensor sinar X-Ray, dan menangkap sebuah bintang Pulsar sedang menarik isi gas dari sebuah bintang di sebelahnya. Gas dari bintang yang diamati sejak tahun 2011 terlihat semakin dekat.

Bintang Biner atau bintang kembar dimana satu bintang masih aktif dan satu lagi sebagai bintang Pulsar dibawah ini terletak 7500 tahun cahaya dari Bumi. Berada di konstelasi Crux, bintang Pulsar disana seperti magnet raksasa.

Kedua bintang tersebut dinamakan PSR B1259-63 / LS 2883 - atau B1259. Satu bintang pulsar berputar dengan kecepatan 20 kali perdetik. Bintang dengan nomor 2883 tersebut dahulunya bintang raksasa seukuran 30 kali dari masa Matahari. Bintang pulsar 2883 mengitari bintang disebelahnya dengan orbit esentrik atau unik, mengitari bintang lain setiap 40 hari. Bintang pulsar meimliki putaran sangat cepat dan melepaskan radiasi sinar gamma.

Foto dari teleskop Chandra diambil pada Desember 2011, sampai Februari 2014 dan terakhir ditahun 2015. Setiap kali bintang Pulsar melewati bintang disebelahnya, membuat tekanan kuat sampai bagian dari disk dari bintang yang aktif terlempar.

Hal ini masih terus terjadi. Apakah yang terjadi disana seperti bentuk gambar dibawah ini. Baris pertama adalah foto dari teleskop Chandra pada tahun 2011, 2013 dan 2014. Gambar kedua sebagai ilustrasi apa yang terjadi di kedua bintang tersebut.

Bintang Pulsar B1259 melempar materi gas bintang kembarannya