DSCOVR berada 1,6 juta km dari Bumi. Satelit tersebut posisinya lebih jauh dari posisi bulan ke Bumi. Jadi bisa mengabadikan posisi Bumi lebih luas. Satu video dari Nasa ini menarik, karena foto bulan yang diambil bukan dari sisi depan tapi di sisi belakang.

Bila kita melihat bulan, setiap hari bentuknya akan sama. Karena orbit bulan ke bumi terkunci, sehingga bentuk yang menghadap ke Bumi akan berada disisi terang. Sedangkan di sisi belakang tidak pernah bisa dilihat langsung oleh manusia di Bumi. Video ini yang menarik, karena satelit DSCOVR mengabadikan bentuk permukaan bulan dari sisi belakang

Satelit cuaca DSCOVR baru diluncurkan 11 Februari 2015. Hanya memiliki bobot 570kg dan beroperasi selama 5 tahun. Posisi tepatnya sekitar 1,5 juta km dari Bumi, memonitor kondisi angin matahari, serta memberi peringatan bila terjadi ledakan matahari dan melakukan observasi kejadian di Bumi seperti kandungan gas ozone, aerosol, debu dan aktivitas gunung berapi penelitian lainnya.

Satelit DSCOVR  mengantikan satelit cuaca lain ACE - Advanced Compsition Explorer. Membawa peralatan PlasMag atau penguru plasma di ruang angkasa, EPIC camera, Nistar untuk mengukur cahaya ultraviolet atau mengukur pantulan radiasi sinar UV

Posisi satelit cuaca DSCOVR bertugas mengamati permukaan Bumi, ditempatkan lebih jauh dari posisi Bulan. Foto yang diabadikan pada 16 Juli 2015 ini diambil dari foto NOAA. Satelit cuaca DSCOVR memiliki camera EPIC dengan ketajaman 4Mpix.

Foto dari camera satelit Earth Polychromatic Imaging Camera (EPIC) tersebut di buat dalam 3 gambar berbeda dengan jedah 30 detik masing masing gambar. Posisi satelit dapat mengambil seperti gambar tegak lurus dibawah ini hanya terjadi setiap 2 tahun sekali.

Satelit cuaca DSCOVR abadikan bumi dan bulan ketika transit