Pesawat ulang alik Nasa tanki bahan bakar terakhir masuk museum


Kategori : Technology | Date : 23 May 2016
Nasa memiliki 3 pesawat angkut yang tersisa. Masing masing sudah terbang sebanyak 25, 33 dan 39 kali. Walau dirancang untuk terbang sebanyak 100 kali sebelum pesawat pensiun. Terakhir tersisa satu pesawat, setelah pesawat pertama Columbia meledak ketika take-off dan Challenger yang gagal kembali ke Bumi.

Peluncuran pesawat ruang angkasa selalu menghadapi resiko. Tetapi resiko kegagalan terbang dan kembali memiliki tingkat yang sama disemua pesawat ulang laik. Setiap kegagalan terjadi, pihak Nasa akan mengevaluasi ulang untuk meningkatkan keamanan.
Hal ini menjawab mengapa program pesawat ulang alik akhirnya tidak dilanjutkan lagi oleh Nasa. Masalah utama adalah biaya.

Pesawat ulang alik tidak pernah menjanjikan penerbangan murah walau pesawat dapat kembali ke bumi dan diterbangkan lagi. Urusan pesawat ulang alik mendominasi biaya anggaran Nasa, sayangnya pendanaan badan antariksa tersebut terlihat tidak maju alias terus dipangkas.

Akhirnya Nasa menghentikan prograrm pesawat ulang alik mereka dibanding mengorbankan bidang lain. Dalam perkembangan antariksa sudah ada modul untuk mengirim manusia ke ruang angkasa. Seperti ke stasiun ISS.

Tapi dana yang didapat untuk Nasa tidak cukup besar. Bila ada program baru seperti mengirim manusia ke Bulan bahkan planet Mars. Program tersebut baru tahap rencana dan persiapan. Serta membutuhkan waktu 40-50 tahun nanti.
Bahkan stasiun ruang angkasa sudah dijadwalkan untuk pensiun, khususnya untuk Nasa tidak akan mampir lagi ke ISS.

Pesawat ulang alik Nasa mengapa dihentikan


Mei 2016
Tanki bahan bakar pesawat ulang alik atau space shuttle dibawa pulang ke museum. Tanki raksasa seberat 33 ton seperti ini , dahulunya digunakan sebagai tangki bahan bakar utama. Tabung tersebut dipasang di pesawat ruang angkasa, dan terakhir dilepas setelah mencapai ruang angkasa.

Tanki dibawa dengan trailer besar sejauh 26km menuju gedung California Science Center. Tanki bahan bakar ini tidak pernah terbang dan menjadi tangki bahan bakar yang tersisa, dan akan dipasang di pesawat Endeavor.



Dengan berat 33 ton, atau sama tingginya dengan gedung 15 lantai. Dibawah oleh kendaraan trailer dengan kecepatan 7km perjam. UNtuk menempuh jarak tersebut, tanki peawat ulang alik tersebut baru sampai 13 atau 18 jam.


Tanki Space Shuttle

Berita terkait
Amerika memproduksi Plutonium-238 dalam jumlah lebih banyak. Fasilitas nuklir Federal yang diperbaharui di Idaho dan Tennessee membuat Plutonium-238. Untuk apa bahan Plutonium-238, pastinya untuk misi ruang angkasa. Mengapa bahan ini penting untuk ilmu pengetahuan.

Mengunakan roket biasa untuk perjalanan ruang angkasa, sepertinya sukar dilakukan. Tabung besar untuk tangki bahan bakar, belum tentu cukup untuk perjalanan yang cukup lama. Nasa baru saja mengkonfirmasi teknologi roket dengan daya dorong microwave emDrive bisa dilakukan. Mei 2018 kemungkinan proyek emDrive tidak bekerja.



China sedang membangun roket Long March 5, walau masih prototipe dan akan diluncurkan tahun depan. Tahun depan Roket LM-5B akan diluncurkan, mampu membawa beban 25 ton ke orbit LEO atau 14 ton sampai ke orbit GTO

Roket Long March LM-7 dirakit di Wenchang pusat peluncuran satelit setara Cape Canaveral. Roket LM-7 bukan roket biasa, tapi roket kelas berat pertama buatan China. LM adalah nama Long March dan 7 sebagai model. Long March 5 membawa satelit komunikasi bulan September 2017 gagal membawa satelit ke orbit.

Awal Desember 2014 roket Orion siap di uji coba pertama, membawa modul pendarat untuk diuji sampai suhu 2000 derajat. Bukan simulasi tapi benar benar di uji. Roket Orion diuji hari Jumat pagi sebagai langkah awal menuju planet Mars.

Melihat reaktor nuklir sepertinya menyeramkan. Melihat video ini terlihat warna air menjadi biru. Mungkin setelah reaktor mendapatkan kekuatan yang disebabkan partikel bermuatan seperti elektron

Mengunakan teknologi supercepat dengan fusi nuklir, sebelumnya hanya sebatas film fiksi. Ada kemungkinan ilmuan menemukan cara dengan teknologi ini. Fisika dibelakang ilmu roket fusi sudah dibuktikan di laboratorium. Satu lagi teknologi roket pendorong Hall Thurster




No popular articles found.