Tata surya kita sangat stabil, demikian juga isi galaksi kita. Seluruh benda mengorbit ke tengah galaksi, dan cahaya bintang yang terlihat relatif sama dari ratusan ribu bahkan jutaan tahun ke depan. Apakah semuanya memang seperti perkiraan kita. Informasi dari pusat observasi Sloan mengatakan hal berbeda.

Mereka meneliti komposisi setiap bintang dalam spektrum atau jangkauan dan intensitas panjang gelombang cahaya. Disebut Spektrum Stellar menunjukan susunan kimiawi galaksi kita terus berubah. Hal ini diungkap oleh Profesor Jon Holtzman dari universitas New Mexico.

Bintang menciptakan elemen berat di inti mereka, ketika bintang bintang mati maka unsur yang lebih berat akan kembali ke gas dimana bintang berikutnya terbentuk. Mengunakan spektrum dari observasi SDSS Apache Point Galactic Evolution selama 4 tahun dari 100 ribu bintang. Hal menarik menunjukan 30% bintang yang diteliti ternyata bergerak atau bergeser dari tempat asal mereka lahir.

Beruntung ilmuwan menjelaskan dimana model bintang bintang yang diteliti bergerak berbeda beda. Ada yang mendekat ke tengah galaksi dan sebagian menjauh karena usia mereka semakin betambah. Hal ini menyebabkan penyimpangan dalam bentuk disk galaksi kita. Sampai akhirnya membentuk galaksi Spiral seperti sekarang.

Tetapi penemuan ini baru awal, masih perlu dilanjuti lebih lanjut tentang pergerakan bintang dimana terdapat planet lainnya. Mungkin matahari  beruntung, karena ukurannya cukup besar atau sekelas bintang ukuran menengah. Dan posisinya berada ditengah galaksi Bima Sakti. Apakah posisi matahari dahulunya lebih dekat ke tengah galaksi, atau posisinya malah menjauhi atau memang tetap seperti dahulu kala.

Dari gambaran dibawah ini adalah analisa pergerakan bintang yang bergeser dari titik awal mereka lahir.

Bintang berpindah tempat di galaksi Bima Sakti