Bintang Hypervelocity berpindah tempat di galaksi Bima Sakti


Kategori : Science | Date : 1 October 2018
Ketika bintang bergerak sangat cepat jangan jangan bukan bintang dari galaksi kita tapi dari galaksi
Tata surya kita sangat stabil, demikian juga isi galaksi kita.

Seluruh benda mengorbit mengikuti gerakan dari tengah galaksi, dan cahaya bintang yang terlihat relatif sama dari ratusan ribu bahkan jutaan tahun ke depan.

Apakah semuanya memang seperti perkiraan kita. Informasi dari pusat observasi Sloan mengatakan hal berbeda.

Mereka meneliti komposisi setiap bintang dalam spektrum atau jangkauan dan intensitas panjang gelombang cahaya.

Disebut Spektrum Stellar menunjukan susunan kimiawi / materi di galaksi kita terus berubah. Hal ini diungkap oleh Profesor Jon Holtzman dari universitas New Mexico.

Bintang menciptakan elemen berat di inti mereka. Dapat dilihat pada tabel periodik, asal materi yang ada di alam semesta

Ketika bintang bintang mati maka unsur yang lebih berat akan terlempar, dan sebagian gas menjadi bahan dimana bintang generasi berikutnya terbentuk.
Di alam semesta seperti terjadi daur ulang, bintang generasi pertama menyala, lalu meledak karena kehabisan bahan bakar. Dan muncul bintang lain generasi kedua dan seterusnya.

Mengunakan spektrum dari observasi SDSS Apache Point Galactic Evolution selama 4 tahun dari 100 ribu bintang. Hal menarik menunjukan 30% bintang yang diteliti ternyata bergerak atau bergeser dari tempat asal mereka lahir.

Juli 2015
Beruntung ilmuwan menjelaskan dimana model bintang bintang yang diteliti bergerak berbeda beda.



Beberapa bintang ada yang mendekat ke tengah galaksi dan sebagian menjauh karena usia mereka semakin bertambah. Hal ini menyebabkan penyimpangan dalam bentuk disk galaksi kita. Sampai akhirnya membentuk pola galaksi Spiral seperti sekarang. Jadi tidak semua bintang memiliki orbit ke arah tengah galaksi. Karena beberapa bintang menyimpang dari orbit biasanya..

Penemuan ini hanya awal, masih perlu dilanjuti lebih lanjut tentang pergerakan bintang dimana terdapat planet lainnya. Mungkin matahari  beruntung, karena ukurannya cukup besar atau sekelas bintang ukuran menengah. Dan posisinya berada  agak mendekati ke tengah galaksi Bima Sakti.

Apakah posisi matahari dahulunya lebih dekat ke tengah galaksi, atau posisi dahulunya malah menjauhi atau memang tetap seperti dahulu kala sampai sekarang.

Dari gambaran dibawah ini adalah analisa pergerakan bintang yang bergeser dari titik awal mereka lahir.
Bintang yang digambarkan dibawah ini hanya sebagian sana, sejauh ini baru beberapa bintang dibanding miliaran bintang di galaksi kita sendiri.

Bintang berpindah tempat di galaksi Bima Sakti

Juli 2017
Peneliti dari univeresitas Cambridge mengunakan data Sloan Digital Sky Survey.

Awalnya 3 alasan dibawah ini awal dari penyebab sebuah bintang bergerak sendiri keluar dari orbit Bima Sakti
  • Bintang yang bergerak sangat cepat tersebut dikenal dengan bintang Hipervelocity, artinya bintang bergerak sendiri dan bergeser jauh lebih cepat dari bintang normal. Peneliti awalnya memperkirakan dahulunya bintang tersebut adalah bintang biner. Dimana salah satu bintang yang mengorbit meledak, dan melemparkan bintang kedua. Sampai bintang kedua bergerak sangat cepat dari tempat asalnya, dan terbawa di sekitar pinggiran galaksi dan bergerak masuk ke orbit Bima Sakti.
  • Perkiraan lain, bila bintang Hipervelocity berada di dekat di tengah galaksi. Berarti bintang tersebut dekat dengan lubang hitam supermasive. Lalu bintang tertarik dan terlempar sampai bergerak sedemikian cepat. Dan melesat ke orbit berbeda.
  • Asumsi terakhir disebutkan adanya galaksi kerdil yang terpecah. Atau adanya kelompok bintang (Globular Cluster) yang kacau dan membuat beberapa bintang terlempar. Dan bintang berpindah ke arah galaksi kita yang lebih besar.
Mereka melakukan simulasi dengan pelarian bintang. Dan menunjukan gerakan bintang berasal mungkin berasal galaksi kerdil di samping galaksi Bima Sakti yang disebut LMC - Large Magellanic Cloud.

Sampai saat ini ada 20 bintang Hipervelocity bergerak di galaksi Bima Sakti. Sekali lagi ini baru sebagian yang diketahui.

Kebanyakan yang terpantau, terlihat bergerak di wilayah bumi utara, dan mungkin masih banyak lagi bila dilihat di bumi bagian selatan.

Penjelasannya yang menarik sepertini. Douglas Boubert mahasiswa PhD Cambridge Institute of Astronomy menyebut, kebanyakan bintang yang diamati berada di rasi bintang Leo dan Sextans. Kami bertanya mengapa begitu.
Bila ada 2 bintang biner dan saling mengorbit, keduanya akan saling mendekat dan orbitnya semakin cepat. Bila satu bintang meledak akan mendorong bintang kembarnya. Kecepatan gerakan bintang Hipervelocity tidak akan tercapai.

Alasan yang kuat dari peneliti mengapa bintang tersebut bisa berpindah.

Mereka melakukan simulasi model computer untuk membuat perkiraan dari simulasi selama 2 miliar tahun kebelakang. Di ikuti dengan simulasi kedua dari bintang yang keluar dari area LMC

Beberapa bintang Hipervelocity sangat mungkin berasal dari LMC atau satelit galaksi Bima Sakti. Karena bagian kelompok bintang di LMC ini bergerak dengan kecepatan 400km perdetik mengelilingi Bima sakti. Karena posisi mereka berada di tepi galaksi kita yang lebih besar. Membuat orbitnya lebih cepat dibanding bintang di dalam galaksi kita.

Seperti peluru yang ditembakan di kereta super cepat. Maka bintang pelarian tersebut dapat mencapai kecepatan Hipervelocity.
Yang membuktikan alasan tersebut, karena sebagian besar bintang yang bergerak tersebut lebih banyak bergerak menuju rasi bintang Leo dan Sextans.

Boubert mengatakan, kami memperkirakan ada 10 ribu bintang pelarian yang tersebar dilangit. Dari data simulasi computer, separuh dari bintang sangat berpotensi keluar dari wilayahnya dan menjadi bintang Hypervelocity.

Apakah bintang tersebut berbahaya bagi bintang lain yang mengorbit tetap. Sebagian bintang yang terbang tersebut akhirnya mati, masalahnya ketika bintang yang kebanyakan berukuran raksasa biru mati, akan menjadi bintang neutron dan black hole. Dan terus berlanjut melakukan perjalanan mereka.

Penelitian masih berlanjut, menunggu laporan teleskop Gaia milik ESO yang memetakan galaksi Bima Sakti selesai melakukan pengambilan data. Setidaknya dapat ditemukan jejak dari gerakan bintang Hipervelocity, nantinya.



Dibawah ini gerakan bintang yang diteliti dari ESA dan perkiraan posisi sejak 1 juta tahun lalu.
1 dari 6 bintang bergerak sangat cepat mencapai 500km perdetik. Bahkan lebih cepat dari gerakan bintang di galaksi. dan 5 bintang lain bergerak dengan kecepatan 360 - 400 km perjam.



2 Oktober 2018.
Tim astronom mengunakan data terbaru misi Geia ESA untuk melihat kembali bintang berkecepatan tinggi, tapi perkiraan baru bintang tersebut bukan keluar dan kebalikannya.

Tahun 2017. Di Bima Sakti, bintang lebih banyak terkumpul dibagian tengah. Seperti membentuk bulatan lebih besar di tangah galaksi. Dan ditengahnya tentu lubang hitam supermasif sebagai inti galaksi kita. Ditemukan beberapa bintang yang keluar terlempar dari Bima Sakti

Penelitian tahun 2018 menunjukan ada beberapa bintang yang melintas ke dalam galaksi Bima Sakti dengan kecepatan tinggi. Disebut berkecepatan tinggi karena tidak berputar seperti 1 miliar bintang lain yang mengitari inti galaksi.

Dari 1,3 miliar bintang, teleskop Gaia dapat mengukur posisi, paralak dan indikator jarak mereka. Dari 7 juta bintang diukur seberapa cepat mereka bergerak, apakah menjauh atau malah mendekat ke kita.

Ada 20 bintang melintas jauh lebih cepat dari bintang lain. Dan terlihat keluar dari orbit Bima Sakti kata Elena Maria Rossi salah satu penulis studi ini.

Tahun lalu tim Elena telah menemukan beberapa bintang Hypervelocity. Dan beberapa bintang terbang masuk ke dalam Bima Sakti.
Dari perkiraan pergerakan bintang yang unik, diperkirakan asal bintang tersebut bukan dari galaksi Bima Sakti.

Data teleskop Gaia belum selesai mengumpulkan data. Dan direncanakan akan merilis data ke 2 di tahun 2020an mendatang. Mungkin data kedua tersebut dapat ditemukan ratusan atau ribuan bintang Hypervelocity lain lebih detil.


Bintang berpindah tempat bukan berasal dari galaksi Bima Sakti

Tata surya di bintang Ci Tau ini bikin geleng geleng kepala para ahli. Letaknya 518 tahun cahaya dari Bumi Sekarang yang terlihat aneh sebenarnya tidak aneh, yang aneh adalah bintang induknya sendiri diperkirakan planet yang muncul disana dari usia bintang yang hanya 2 juta tahun. Tata surya Ci Tau telah diperkirakan ada 4 planet gas raksasa

Westerlund 2 adalah kelompok bintang yang kompak, saling berdekatan dan jumlahnya mencapai 3000 bintang. Rata rata bintang disana memiliki usia sangat muda, antara 1-2 juta tahun. Sebagian besar adalah bintang dengan cahaya sangat panas, paling terang. sampai paling ukurannya paling masif. WR20a menjadi bintang biner terbesar yang diketahui sampai 2007.

Matahari adalah sebuah bola gas raksasa. Masuk sebagai bintang ukuran G2, sedikit lebih besar dari bintang terbanyak di galaksi Bima sakti. Usianya 4,5 miliar tahun, disebut usia remaja. Tornado matahari bukan berputar tapi naik ke atas.



Bila anda ditanya untuk memilih pindah ke planet lain, apakah anda ingin tinggal di matahari dengan ukuran besar atau ukuran lebih kecil. Pendapat sebuah planet memiliki air dan berada di zona yang tepat, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan bintang. Bukan berarti planet tersebut sudah tepat. Tapi ada faktor utama lain yaitu lempeng tektonik serta gunung apa yang menghangatkan planet.

Ukuran bintang Pi1 Gruis sekitar 700x lebih besar dari matahari kita. Dan mendapatkan tipe bintang sekelas Red Giant atau raksasa merah. Cahaya bintang ini begitu terang, mencapai ribuan kali dari kekuatan cahaya matahari.

2 bintang biner, sebenarnya bukan hanya biner. Tapi 2 bintang ini akan saling bertabrakan. Jarak kedua bintang dari Bumi sekitar 1800 tahun  cahaya dari Bumi. Bila perkiraan astronom benar, kedua cahaya tabrakan bintang dapat dilihat dari Bumi secara visual.

Sebuah bintang di tata surya akan berdampak dengan planet yang mengorbit. Tapi peneliti menemukan sebuah bintang Hat-P-2 disana terdapat exoplanet. Bintang kategori baru disebut BLAP yang kecerahannya berubah-ubah



Supernova disebabkan dari ledakan bintang, antara ledakan dari bintang mati. Kedua dari gaya tarik bintang mati ke bintang yang masih menyala. Terjadinya supernova SN2017cbv disebabkan dengan teori kedua, tapi ledakan bintang lebih kecil yang menganggu bintang ukuran lebih besar

Astronom menditeksi sinyal di konstalasi rasi bintang Hercules, mungkin sinyal kuat tersebut berasal dari alien pintar. Sinyal dari 100 tahun cahaya tersebut dapat menjadi kontak dari dunia luar alien. 39 kali percobaan hanya 1 sinyal terditeksi, kemungkinan sinyal berasal dari Bumi sendiri.

StarChip dan Starshot, pesawat berukuran sangat kecil tersebut memiliki instrumen lengkap. Bila pesawat berangkat 20 tahun nanti, berita tata surya disana baru sampai ke Bumi setelah tahun 2060. Hawking mengatakan, Bumi adalah tempat terindah, tetapi mungkin tidak selamanya ada

Bintang biner ini lari begitu cepat di sekitar galaksi kita. Disebut bintang PB3877, bukan satu bintang tetapi dua bintang kembar, dan lari dengan kecepatan sendiri di sekitar galaksi kita. Disebut sebagai Hyper-velocity star atau bintang hipe

Peneliti sedang melihat sebuah tata surya baru di bintang TW Hydrae. Terlihat sedang membentuk celah dari cincin debu dan gas, dimana nantinya terdapat protoplanet dan menjadi planet baru. Gambar yang diambil oleh teleskop Atacama large Millimeter di Chili tersebut, terlihat pembentukan planet mulai terjadi.

Sebuah tata surya , disana terdapat 2 bintang. Satu bintang dengan nama IRAS 08544-4431 akhirnya meledak dan tamat riwayatnya. Tetapi peneliti menemukan sesuatu yang aneh. Apakah akan muncul generasi planet kedua



Alam semesta ini unik, hal yang tidak biasa dapat terjadi. Tidak selurunya selaras, ada bintang yatim, bintang biner. Satu lagi kelompok bintang M10 atau Globular Cluster NGC 6254. Kelompok bintang ini kadang menyebrang dari bawah ke atas dan kembali turun ditengah tengah galaksi kita.

Tim astronomi dari Jerman universitas Ruhr membuat peta terbesar tentang alam semesta. Terdiri dari 268 foto yang diambil selama observasi 5 tahun. Hasilnya selembar peta bintang dengan resolusi 46 miliar pixel. Tidak perlu teleskop untuk menikmati benda di sekitar Bumi, cukup melihat karya astronom dari Jerman

Bintang US 708 keluar dengan kecepatan hypervolocity, mencapai 12 ribu km perjam dan posisi keluar dari galaksi Bima Sakti. Menjadi bintang dengan pergerakan paling cepat yang pernah ditemukan. Umumnya bintang yang terlempar ada di tengah galaks

Ukuran matahari relatif kecil, seandainya digantikan dengan bintang lebih besar. Seperti apa tampaknya di Bumi. Ini gambaran tentang astronomi , hasilnya akan lucu. Matahari akan tampak kembar, dan sangat besar. Tidak kuning tapi berwarna biru atau putih.


No popular articles found.