CMB Cosmic Microwave Background ditemukan teleskop radio yang tidak sengaja ditemukan 2 ilmuwan


Kategori : Technology | Date : 20 July 2018
Tahun 1965 ketika dua ilmuwan Arno Penzias dan Robert Wilson sedang mencari jawaban, adanya sinyal yang diterima oleh antena radio milik Bell Labs.

Awalnya mereka mengira ada burung yang kembali ke sarang di ruang lab dan menganggu di ruang antena mereka. Kedua orang tersebut sebenarnya baru menemukan atau mendengar suara kosmik, serta menjadi penemuan kosmologi paling penting setelah Newton.

Karena suara tersebut adalah sinyal microwave dari sinyal Big Bang atau disebut CMB / Cosmic Microwave Backround. Awalnya keduanya ingin melakukan test untuk menditeksi gas hidrogen, dan tidak sadar serta mencari mengapa ada sinyal yang tertangkap di peralatan mereka.

Mereka malah mencari burung yang menganggu, memeriksa semua kabel serta peralatan. Anehnya suara tersebut tetap muncul, dan suara yang ditangkap adalah detak jantung dari alam semesta.

Akhirnya mereka mengetahui dan mempublikasikan temuannya untuk dibaca oleh ilmuwan lain di seluruh dunia. Tim lain yang benar benar mencari sinyal CMB sebenarnya sudah ada. Namun dikalahkan oleh penemuan Penzias dan Wilson yang secara tidak sengaja malah mendapatkan apa yang dicari ilmuwan lain. Keduanya dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1978.

Penemuan sinyal CMB yang tidak disengaja

CMB pada dasarnya adalah sinyal yang bisa ditangkap di alam semesta ini. Berasal dari sisa energi setelah terjadinya Big Bang. Ketika alam semesta masih muda, dimana alam semesta ketika itu masih di selimuti oleh plasma hidrogen yang panas dan radiasi elektromagnetik. Setelah terjadi ledakan besar, perlahan alam semesta mendingin dan terbentuk molekul dan radiasi elektromagnetik misalnya cahaya yang terus menyebar.

Perluasan alam semesta membuat bentangan panjang gelombang radiasi seperti terlihat di gelombang microwave. Penemuan kedua ilmuwan tersebut telah digunakan oleh ilmuwan di jaman modern sekarang, untuk pengamatan alam semesta saat ini.

Salah satunya dai teleskop Planck milik ESA, mampu memberi gambaran seperti apa bentuk alam semesta dahulu, berdasarkan sinyal yang diterima pada teleskop. Teleskop Planck bekerja sejak tahun 2009 dan pemetaan berakhir di tahun 2013 setelah teleskop tersebut dimatikan.

Teleskop Planck mengunakan penermaan sinyal  frekuensi rendah dan tinggi dalam gelombang Microwave. Antara 30Ghz, 44Ghz dan 70 Ghz dari sensor LFI dan sinyal frekuensi tinggi 100 sampai 857 Ghz untuk sensor HFI. Posisi teleskop Planck harus ditempatkan sangat jauh, mencapai 1,5 juta km dari bumi. Dari sinyal yang diterima akhirnya terbentuk sebuah gambar peta.



Sebelum satelit teleskop Plank.
1. Satelit yang mencatat radiasi kosmik adalah Cobe. Tapi hanya mengukur sampai skala 7.
2. Disusul Wmap dengan sensor 0,3" dengan 4 band frekuensi berbeda.
3. Plank mengukur semuanya dari 4 arcminutes / 0,07" di 9 band frekuensi berbeda. Perubahan sensitif dari sensor teleskop ruang angkasa tersebut juga merubah apa yang diamati oleh peneliti dan astronom. Seperti gambar dibawah ini

Gambar alam semesta berdasarkan sinyal CMB yang ditangkap teleskop Planck
Selain gambar alam semesta, teleskop Planck juga mengambil bentuk galaksi Bima Sakti.

Teleskop terbesar dunia pada 10 tahun mendatang akan dinamai European Extremely Large Telescope (E-ELT). Dibangun di Chile, dan membutuhkan waktu pembangunan selama 10 tahun. Konstruksi E-ELT sudah dikonfirmasi pada Juni 2012, dimulai 2017 selesai 2024. Sebesar apa ukurannya ketika jadi nanti

Pertama kali manusia membuat roket pada tahun 1926. Hampir satu abad tidak berubah. Masih mengunakan bahan bakar padat atau cair. Biaya pengiriman ke ruang angkasa membutuhan biaya 10.000 dollar / kg. Beberapa konsep dan disain mulai muncul. Walau biayanya masih sangat mahal

Cerita menarik dengan industri monitor. Kabarnya beberapa monitor dengan panel 1440p mengunakan panel dengan resolusi lebih tajam 4K. Ada kabar bahwa panel monitor 1440p sebenarnya mengunakan panel 4K yang lebih tinggi. Mengapa spesifikasi monitor 4K malah dipasang ke monitor dengan resolusi lebih rendah.



Teleskop DragonFly dibuat murah. Mengandalkan telezoom lensa komersil dan dipasang Array 10 unit sekarang 24 lensa telezoom. Teleskop Dragonfly dibuat oleh tim universitas Toronto, lebih murah dibanding membangun ruang observasi teleskop tapi biayanya sudah seharga satu mobil

Perbedaan notebook dan laptop hanya sebatas kata. Bila melihat laptop bisnis sangat mudah dikenali, dari banyak port, garansi, tambahan alat docking. Tapi bukan perangkat itu saja yang membedakan notebook kelas kantor dan rumah. Notebook kantor diuji termasuk tut keyboard sampai bagian engsel. Dan lebih mudah diperbaiki.

Cerita menarik tentang burung elang yang tinggal di observasi Cebrebros Spanyol. Disana terdapat antena badan antariksa Eropa. Seekor burung elang betina dinamai Nella mampu terbang dengan kecepatan 300km perjam untuk berburu. Mengapa burung tersebut tinggal disana.

Apple boleh saja mengatakan mereka telah menjual 13 juta iPhone ketika pertama dipasarkan. Tapi tidak ada yang mengatakan Nokia 1100 sebagai ponsel paling banyak dijual. Sejak tahun 2003, posisi Nokia 1100 belum tergantikan sampai sekarang setelah memasarkan 2 tahun ponsel tersebut.



Pabrik Japan Display menampilkan sebuah teknologi monitor dengan ketajaman sangat tinggi. Mencapai 8K dan lebar monitor hanya 17 inci.  Menunjukan batas teknologi kerapatan panel LCD sampai 510 pixel per inci.

Intel ikut dalam pengembangan chip cable modem. Intel Puma 7 menjadi chip pertama dari teknologi cable modem Docsis 3.1. Teknologi cable modem baru Docsis 3.1 akan digelar mulai tahun depan. Chip Puma 7 dibuat dari teknologi 14nm seperti kerapatan procesor Skylake.

Jangan tanya dengan camera dengan sensor terbesar yang satu ini. Dimiliki oleh teleskop SLAC National Accelerator Laboratory dan sedang dibangun di Chile

Astronomi, foto yang dibuat tidak lepas dari cermin teleskop. Dimana pabrik pembuat cermin teleskop untuk ruang observasi bahkan teleskop ruang angkasa Hubble. Dan bagaimana sebuah pabrik membuat cermin sangat besar dan presisi


No popular articles found.