Mungkin kita pernah bertanya, bila planet di tata surya ini masih berada di posisi yang sama seperti seluruhnya mengorbit ke matahari. Dan galaksi kita bentuknya tetap sama, bagaimana di masa mendatang. Apakah galaksi lain yang jumlahnya mencapai jutaan galaksi akan tetap berada ditempatnya.

Menurut para ilmuwan, seluruh isi alam semesta ini bergerak. Tapi kemana, apakah cepat atau lambat atau ternyata sangat cepat. Bila seluruh isi alam semesta ini semuanya terpental, sampai dimana perginya. Pembuktian tentang isi alam semesta yang bergerak sudah diteliti pada tahun 1990an. Dan dijelaskan dalam pertemuan World Science

Lawrrence Krauss, seorang ahli teori fisik menceritakan keadaan alam semesta. Yang digambarkan adalah dasar segitiga di dalam alam semesta. Film dari To Infinity and Beyond: The Accelerating Universe direkam dari acara World Science Festival. Menjadi pertanyaan dari Krauss, bila alam semesta terus meluas atau kembali. Sama pertanyaan seperti melempar apel akan kembali jatuh.

Krauss memperlihatkan satu foto paling favoritnya, dari gambarr Hubble Deep Field. Posisi gambar memperlihatkan bentuk geometri. Langsung dijelaskan bagaimana mengukur geometri alam semesta. Pertanyaan sama seperti manusia jaman dahulu, belum memiliki satelit atau belum pergi mengelilingi dunia. Akan menanyakan apakah bumi itu bulat atau datar.

Segitiga pada bula tidak berbentuk segitiga sempurna, tapi di atas kertas yang datar akan terlihat sempurna

Krauss menjelaskan manusia melihat dari bumi, seperti segitiga. Tapi dari satu titik dan terus menjauh untuk melihat dua titik terjauh lainnya. Semakin jauh bisa melihat, maka semakin jauh benda yang terlihat dari alam semesta. Dengan melihat semakin jauh, seperti melihat masa lalu dari galaksi yang ada. Semakin jauh benda yang terlihat, memiliki tingkat radiasi berbeda.

Seperti bentuk alam semesta diberikan dalam bentuk bulat telur. Tentu gambar dibawah adalah posisi kita yang berada di bumi melihat isi alam semesta. Tapi alam semesta sebenarnya bergerak. Seperti gambar lainnya memperlihat di awal terjadinya Big Bang, lalu terjadi inflation dimana debu dan gas terus meluas di ruang hampa. Sampai terbentuk bintang pertama di alam semesta dan terus bergerak menjauh dan kembali terbentuk galaksi seperti waktu sekarang. Tapi terjadinya bentuk kosmik atau waktu ketika alam semesta mulai terbentuk, sudah terjadi pada 13,7 miliar tahun lalu.


Krauss menyebut tempat kosong di alam semesta. Apa yang terjadi disana, apakah semua alam semesta ini terisi. Seperti bumi dengan tanah dan atmofer, atau galaksi dengan debu dan gas. Setidaknya ada tempat kosong, demikian juga di alam semesta. Di gambarkan bila sebuah benda melewati daerah tersebut, maka tidak ada yang mempengaruhi lagi, dan terus terbang dan semakin cepat sampai tidak pernah kembali lagi.

Cerita tersebut memberi penjelasan bila galaksi yang ada di alam semesta saat ini terus saja menjauh dan semakin cepat bergerak. Pembuktiannya, pada tahun 1998 ahli astronomi mencoba menghitung seberapa cepat pergerakan galaksi di alam semesta ini. Mereka mengamati cahaya yang ditangkap dari beberapa supernova dan mengukur pergerakan dengan teknik Redshift, Ada yang berwarna merah dan lainnya cenderung berwarna kebiruan. Artinya pergerakan yang dihitung di seluruh alam semesta ini terus semakin cepat karena cahaya yang ditangkap ada yang terus menjauh.

Pergerakan dari alam semesta berdasarkan cahaya yang menjauh dan mendekat

Mengapa pengukuran mengunakan cahaya dari bintang yang meledak (Supernova). Karena bintang yang meledak di sebuah galaksi dapat diketahui, cahayanya paling terang dan semakin terang dari seluruh cahaya bintang di sebuah galaksi.

Contoh supernova atau bintang meledak dibawah ini memiliki jarak 10 miliar tahun cahaya dari Bumi. Memudahkan para astronomi mengamati pergerakan dari cahaya supernova yang sangat terang, seakan menjadi beacon / suar di ruang angkasa.

Cahaya supernova atau bintang meledak di sebuah galaksi

Hal ini menjelaskan tentang Dark Energy mendominasi isi alam semesta mencapai 68% dibanding Dark Matter yang bisa dilihat hanya 26,6%. Hal ini masih menjadi pertanyaan para ilmuwan mengapa dan apa bentuk dark energy atau dak matter. Seandainya seluruhnya terus bergerak dan sebagian semakin menjauh, artinya suatu hari nanti alam semesta akan kosong dan dingin.

Moderator Lawrence Krauss,  Josh Frieman Kosmologi, Priyamvada Natarajan Kosmologi, Adam Riess Astrofisika, Jan Tauber Kosmologi, Neil Turok ahli fisika. Menceritakan apakah alam semesta semakin menjauh, dan membuktikan seluruhnya menjauh semakin cepat dan terus semakin cepat. Walau akhirnya tidak terlalu penting, karena mungkin manusia sekarang hanya bisa mengatakan nantinya alam semesta ini akan kembali gelap gulita. Tetapi baru terjadi beberapa miliar tahun kedepan.

Bagaimana cerita lengkapnya tentang pergerakan alam semesta ini. Bisa di lihat video To Infinity and Beyond - The Accelerating Universe.