Teleskop Spitzer tentang galaksi Bima Sakti yang tersembunyi dan foto terakhir


Science | 20 April 2020

Video di Youtube ini asik, seperti melihat lebih dalam dari alam semesta di sekitar kita. Mungkin tidak terbayangkan bila di sana tidak terlihat apapun, karena sebagian besar galaksi kita masih tertutup oleh debu dan gas. Dengan teleskop Spitzer di dalam sana dapat terlihat, apakah sebuah tempat gelap memang tidak memiliki apapun.

Sedikit penjelasan dengan teknologi teleskop di ruang angkasa. Terdapat beberapa teleskop untuk pengamatan ruang angkasa seperti Hubble, Kepler, Swift dan satu lagi Spitzer.

Teleskop Spitzer mengunakan teknik mengambil gambar infra merah. Fungsinya untuk melakukan pengamatan bintang. Cahaya bintang memiliki cahaya inframerah, tetap teleskop biasa kita tidak bisa mengamati sebuah tempat yang tertutup debu di ruang angkasa. Dengan teleskop Spitzer benda yang ada di belakangnya dapat terlihat bahkan sangat jelas. Karena cahaya infra merah dengan mudah menembus debu dan gas.

Contoh saja bila mengamati Orion nebula dari Bumi. Dengan lensa telezoom dan camera bisa diabadikan, maka anda dapat melihat benda seperti video dibawah ini. Tetapi hanya satu objek terdekat saja yang dapat terlihat seperti ini. Jarak Orion Nebula berada pada jarak 1344 tahun cahaya dari Bumi, karena ukuran cukup besar dan menjadi tempat lahirnya bintang baru. Bentuk warna kebiruan tersebut seperti debu tersebut adalah gas dan debu.



Cahaya tersebut adalah titik dari bintang dan kabut entah gas dari bintang dan debu di ruang angkasa. Tapi hanya cahaya bintang yang berada di sisi paling depan saja dan tidak tertutup gas dan debu bisa tampak atau tertangkap camera yang kita miliki. Sedangkan di dalam kabut (nebula) tersebut tidak bisa dilihat.

Berbeda dengan camera infra merah teleskop Spitzer, isi dibelakang debu seperti diatas akan sangat jelas terlihat. Karena cahaya infra merah dengan mudah menembus selubung sehingga tertangkap sensor camera inframerah.

Pembuat video ini mengabungkan foto yang diambil oleh teleskop Spitzer. Berdasarkan 400 ribu foto selama misi Spitzer.
Dan sebagian foto dibuat dari kombinasi panjang gelombang cahaya. Foto yang ditangkap oleh sensor teleskop ruang angkasa lebih banyak foto hitam putih. Nantinya foto akan disatukan dan diberikan warna berdasarkan sumber cahaya.

Seperti gambar dibawah ini, gambar pertama sebuah objek diabadikan dengan 3 foto berdasarkan panjang gelombang. Selanjutnya foto diberi warna berdasarkan panjang gelombang atau panas, gambar 3 adalah proses pengabungan ke 3 foto , baru terlihat wujud asli dari benda disana (pada lingkaran 3 warna ditengah)

Gambar dari teleskop Spitzer



Objek yang awalnya hanya hitam putih, akhirnya terbentuk seperti kabut dan gas.

Hasil foto di antariksai setelah disatukan dalam satu gambar

Seperti foto dibawah ini, adalah bagian dari benda yang ada di alam semesta bahkan dekat dengan tata surya kita.
Hanya bentuk kabut dan gas yang terlihat seperti dibawah, dapat terlihat dengan teknik foto infra merah seperti milik teleskop Spitzer. Dapat dibayangkan setiap titik cahaya putih, merah, kuning pada gambar dibawah adalah cahaya bintang yang ada di galaksi kita. Dan kabut yang berwarna tersebut terlihat memiliki beberapa titik cahaya bintang yang tersembunyi

Foto Spitzer dengan isi galaksi Bima Sakti

Video dengan judul Floating Along the Milky Way dibuat lebih lengkap termasuk teknik 3D, seakan melihat pemandangan di antariksa dengan kaca mata infra merah. Video dibuat dari kumpulan 12GB foto milik Spitzer.

 

Coba saja bila memiliki camera atau teleskop dengan zoom 200mm keatas. Bisa belajar dengan mencari Orion nebula, karena benda ini paling mudah terlihat.
  • Lokasi Orion nebula dapat diperkirakan lokasinya dengan aplikasi Android SkyMap
  • Jangan lupa cara setting camera untuk mengabadikan bintang, seperti setting kecepatan shutter dan ISO
  • Lalu proses dengan aplikasi di computer seperti Lightroom
  • Bila mendapatkan foto seperti ini, hati kecil anda akan mengatakan "ternyata saya memiliki bakat menjadi astronomi"

Teleskop Spitzer pensiun 2020

Spitzer telah diberhentikan pengoperasian oleh Nasa pada 30 Januari 2020.

Setelah 16 tahun tugas camera dengan sensor sensitif infra merah. 5 hari sebelum dipensiunkan, foto terakhir dibuat oleh Spitzer.

Mengabadikan sebuah nebula California, dengan bentangan gas yang letaknya 1000 tahun cahaya dari Bumi.

Gambar yang diabadikan terlihat gas yang dipanaskan oleh energi bintang di dekatnya.

Teleskop Spitzer foto terakhir Januari 2020

Tentang Teleskop Spitzer
Teleskop yang khusus menangkap gelombang cahaya inframerah.
Operasi rencana 2,5 tahun, dierpanjang sampai 5 tahun, hingga pasokan 360 liter helium cair akhirnya habis pada 15 Mei 2009,

Pengoperasian masih berlanjut, hanya untuk instrumen IRAC atau camera inframerah utama.

Teleskop diluncurkan 25 Agustus 2003 dengan dana 800 juta dollar.
Orbit teleskop agak unik, mengunakan orbit heliosentrik dan bukan geosentrik. Teleskop bergerak menjauhi dari orbit bumi sekitar 0,1 AU.
Teleskop bergerak dengan kecepatan 10km perdetik tapi semakin jauh dari Bumi.

Teleskop hanya berperasi selama 2,5 jam sehari sebelum baterai habis. Dan resmi di nonaktifkan 30 Januari 2020.



Cermin teleskop berbahan berilium yang perlu di dinginkan peralatan untuk
IRAc - infra red aray camera menditeksi panjang gelombang cahaya infra merah
IRS - pengukur spectograf.
MIPS - Multi band gambar photo meter untuk gelombang chaaya lebih panjang.

Foto - Nasa JPL

Berita terkait
Frank Drake seorang pencipta formula persamaan Eponymouse untuk memprediksi probabilitas kemungkinan menemukan kehidupan d luar bumi dengan komunikasi. Pesan dari tranmisi yang ditangkap dari ruang angkasa adalah ide konyol, mahal. Proyek SETI sementara dihentikan.

Update dugaan planet X ditemukan, diberi nama VG18, memiliki orbit ekstrem dan masuk dengan orbit Trans Neptunus. Planet RR245 orbit 700 tahun dan UZ224. Benda yang melintang ke atas Drac dan Niku Berapa jumlah planet di tata surya kita.Untuk ukuran planet besar, setidaknya ada 9 planet. Tapi total tidak jelas ada berapa planet yang mengorbit ke di tata surya kita, mungkin nanti menjadi 17 atau 18 planet.



Matahari memiliki kilatan dan angin. Tingkat paling berbahaya adalah kilat atau Flare dibagi dalam skala logaritmik dari 1-9. Misalnya A.9 atau X.1. Tetapi hanya di tingkat X memiliki pengukuran paling kuat. X2 memiliki kekuatan dua kali dari X1. September 2017 matahari kembali memancarkan kilatan atau monster flare

Mengapa nama planet disebut Kepler, Koi, Hat, Wasp dan lainnya. Demikian juga nama bintang bisa berbeda beda karena dinami dari nama kuno dan nama modern. Dahulu mengunakan nama rasi bintang atau nama binatang. Semakin banyak bintang dan galaksi ditemukan bintang dipisah menjadi 2 bagian. Sedangkan nama Galaksi dibuat dari sudut temuan

Gambar baru spektakuler dari Bima Sakti telah selesai dibuat oleh APEX Telescope Large Area Survey of the Galaxy (ATLASGAL). Apex adalah teleskop yang berada di Chile untuk memetakan seluruh galaksi, khususnya wilayah yang tidak terlihat dibagian selatan Bumi.

Satu bintang saja sudah terang, bila satu tata surya memiliki 4 bintang. Masih berbentu Protobintang atau bintang yang baru terbentuk. Hanya 3 yang akan bergabung dengan menarik dari gravitasi, satu terlihat tidak akan berpisah sendirian

Sebuah bintang HL Tau sedang dikelilingi oleh cincin debu dan gas. Kali ini difoto dari teleskop raksasa Atacam Large Milimeter di Chile. Disana sedang terbentuk tata surya baru, termasuk pembentukan bintang dan planet. Dengan teleskop ALMA akhirnya didapat sebuah gambar indah. Sebuah calon planet baru



Sekitar 6 galaksi yang diabadikan fotonya oleh teleskop Hubble dengan ukuran seperti Bima Sakti. Mereka bertemu selama 6 miliar tahun. Jarak galaksi tersebut berada 4 miliar tahun dari Bumi.

Supernova SN 1993J di galaksi Messier 81. Pertama kali ledakan bintang tersebut diamati tahun 1993. Disana ternyata dua bintang dan salah satu bintang menyebabkan bintang lain meledak. Misteri bintang ini akhirnya terjawab setelah 20 tahun lalu ditemukan.

Walau teleskop Hubble sudah berumur 24 tahun, kemampuan teleskop ini masih handal untuk melihat apa benda yang terjadi di alam semesta. Salah satunya foto dibawah ini. Diambil selama 841 kali mengorbit dari bumi, dan menangkap gambar dari 10 ribu galaksi. Foto ini mengambarkan galaksi yang sangat jauh




No popular articles found.
< /body>