Universitas Toronto memiliki teleskop profesional terkecil.

Disainnya hanya mengunakan lensa zoom profesional yang dipasang array.

Walau terkecil harganya tidak kecil, setidaknya membutuhkan peralatan camera senilai 100.000 dollar. Seperti apa hasil foto teleskop terkecil ini.

Cerita awalnya, disain pertama pada tahun 2013 sudah dicoba dengan 3 lensa. Sampai terakhir ini sudah dapat dipasang 10 unit. Bukan hanya tim universitas Toronto saja yang memanfaatkan lensa telezoom untuk melihat antariksa. Astronom universitas Yale juga mengunakan sistem yang sama, tapi hanya memasang 8 unit telezoom.

Teleskop DragonFly dengan 10 lensa camera buatan universitas Toronto

Disebut teleskop Dragonfly Telephoto Array, hanya memanfaatkan lensa tele Canon 400mm f2.8 IS II. Gilanya lagi harga lensa tersebut mencapai 10.000 dollar satu unitnya. Dipasang 10, maaf sekarang sudah 24 unit.
Harga teleskop astronomi lebih murah dari 10 lensa $100.000, sekarang 24 lensa setara $240.000

Teleskop 
DragonFly dengan 24 lensa camera buatan universitas Toronto

Teleskop Dragonfly yang mereka buat sebenarnya lebih canggih, bahkan fitur coating di lensa membantu mengurangi penyebaran cahaya yang masuk. Sehingga gambar dapat terlihat lebih detil. Pendanaan diberikan dari Profesor Roberto Abraham yang juga membantu pendanaan universitas Yale. Mengunakan beberapa lensa mengambil ide dari mata capung. Membantu menurunkan gangguan ringan dari gambar yang di dapat, dan dapat membandingkan gambar dari hasil masing masing lensa.

hasil foto teleskop DragonFly dari lensa zoom biasa

Cerita teleskop DragonFly
Astronom Pieter van Dukkom dari Yale dan Robert Abraham seorang profesor universitas Toronto bertemu.  Mereka mengalami masalah yang sama di tahun 2011, ketika melihat banyak proyek besar, tapi terlalu rumit.

Keduanya bermimpi membuat proyek kecil di bidang astronomi, sampai tercetus keinginan membuat teleskop dimana menangkap cahaya yang sangat lemah. Kelemahan teleskop besar adalah cermin, dan cermin memecahka cahaya dari objek  Ceritanya dimulai ketika Dokkum juga seorang fotografer amatir khusu serangga. Dia belajar dengan lensa baru yang dikembangkan Canon, memiliki lapisan nanopartikel untuk mencegah cahaya yang menyebar pada lensa. Tujuan pelapis tersebut untuk menciptakan gambar kontras tinggi.
Sampai tahun 2014, keduanya tampil di konferensi di Oxford. Dan menampilkan gambar dari 8 lensa Canon yang menangkap gugusan bintang Coma Cluster. Dan dia tahu ada bercak aneh dari hasil foto, dan menyadari ternyata itu adalah Galaksi dari hasil foto yang dibuat. Mereka mengulangi pengamatan dari teleskop besar Keck untuk menghitung kecepatan bintang dan galaksi misterius yang mereka temukan.

Tahun 2014, tim Yale menemukan 7 galaksi kerdil dengan mengandalkan 8 lensa. Bagian gambar tengah adalah galaksi M101. Tapi disekitar galaksi M101 temukan galaksi lain yang sangat samar, dengan lense telezoom, galaksi tesebut dapat terlihat lebih jelas.

Galaksi M101 ditemukan 7 galaksi kecil lainnya dengan teleskop DragonFLy